Mengenali Demensia: Cara Menurunkan Risikonya (2)

Mengenali Demensia: Cara Menurunkan Risikonya (2)

Bagian kedua dari seri tiga artikel mengenai cara menurunkan risiko demensia ini membahas faktor risiko demensia berikutnya yang dapat dikendalikan.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, menjaga kesehatan otak tidak hanya dari makanan dan aktivitas fisik. Hubungan sosial, stimulasi mental, dan kualitas tidur juga memainkan peran besar dalam mengurangi risiko demensia.

 

5. Tetap Terlibat Secara Sosial

Interaksi sosial membantu mengurangi stres dan depresi yang berkaitan dengan faktor risiko  demensia.

Bahkan, para peneliti menyimpulkan stres kronis merupakan “faktor tersembunyi” di balik penurunan fungsi otak seiring bertambahnya usia. Artinya, kemampuan berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi bisa lebih cepat menurun jika stres tidak ditangani dengan baik.

Mengelola stres dan depresi bukan hanya dapat mengurangi risiko demensia, tetapi juga membantu kita menua dengan sehat. Salah satu caranya ialah tetap terlibat secara sosial.

Bergabung dengan komunitas, berbincang dengan sahabat, mengikuti kegiataan keagamaan atau posyandu lansia dapat menjaga otak tetap aktif dan suasana hati pun tetap bagus.

Artikel Terkait:

 

6. Jaga Pikiran Tetap Aktif

Aktivitas yang merangsang mental dapat menunda timbulnya demensia dan mengurangi efeknya. Luangkan waktu untuk membaca, memecahkan teka-teki, dan bermain permainan kata.

Tantang otak dengan belajar hal-hal baru. Penelitian menunjukkan, belajar hal-hal baru bisa menjaga otak tetap tajam. Mereka yang rutin melakukan aktivitas, seperti menggunakan komputer, mengikuti kelas, atau menulis jurnal, memiliki risiko demensia 11% lebih rendah.

Mendengarkan musik dan bermain musik juga membuat pikiran tetap aktif. Bahkan, studi terbaru menemukan, aktivitas musik di usia lanjut dapat menurunkan risiko demensia hingga 39%.

Artikel Terkait:

 

7. Tidur Cukup dan Berkualitas

Usahakan tidur pada waktu yang sama setiap malam. Batasi aktivitas yang bisa membuat terus terjaga, seperti menonton TV dan mengonsumsi minuman atau makanan yang mengandung alkohol atau kafein.

Konsultasikan dengan dokter jika memiliki gangguan tidur, seperti sleep apnea, insomnia, dan lainnya yang membuat durasi tidur jadi kurang dan tidak berkualitas.

Artikel Terkait:

 

Sahabat Lansia, menjaga hubungan sosial, merawat kualitas tidur, dan menstimulasi otak adalah langkah krusial.

Pada bagian terakhir, kita akan membahas langkah-langkah menurunkan risiko demensia yang terkait faktor risiko kardiovaskular dan masalah indra, serta pentingnya pemeriksaan rutin. (*)

 

Sumber:
* Mayo Clinic
* NCOA

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.