Di balik ketenangan yang tampak, kadang tersembunyi rasa hening yang menusuk. Kesepian yang dibiarkan berlama-lama bisa perlahan menggerogoti kesehatan.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, setelah usia 60, tak sedikit lansia yang hidup sendiri. Waspadai bahaya kesepian yang diam-diam bisa menggerogoti kesehatan fisik dan mental lansia.
Sebagai makhluk sosial, hidup kita sesungguhnya tak bisa dilepaskan dari orang lain. Sejak kecil, kita tumbuh bersama orang lain—keluarga, teman, pasangan, dan lingkungan sekitar.
Tak heran, ketika “harus” hidup sendiri setelah usia 60, sebagian lansia merasakan kehampaan yang tak mudah dijelaskan.
Melansir WebMD (6/10/2023), ada banyak alasan seseorang menjalani hidup sendiri di usia lanjut.
Bisa karena pilihan, perceraian, kematian pasangan, tidak memiliki anak, keluarga tinggal jauh dan jarang berinteraksi, atau karena memang tidak ada lagi keluarga yang masih hidup.
Hidup sendiri bisa memunculkan rasa sepi dan kesepian yang berkepanjangan bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan.
KESEPIAN: BAHAYA YANG TAK TERLIHAT
Lebih dari 30% orang dewasa berusia di atas 45 tahun mengaku merasa kesepian. Bahkan, hampir seperempat lansia 65 tahun ke atas mengalami isolasi sosial.
Isolasi sosial bukan sekadar rasa sepi biasa, tetapi kondisi yang berdampak langsung pada tubuh dan jiwa.
Penelitian menunjukkan:
- Seseorang yang mengalami isolasi sosial memiliki risiko lebih tinggi untuk meninggal dini akibat kondisi, seperti serangan jantung, stroke, atau diabetes.
- Kesepian meningkatkan kemungkinan depresi, kecemasan, bahkan bunuh diri.
- Pasien gagal jantung yang kesepian memiliki risiko empat kali lebih besar untuk meninggal dunia.
- Risiko demensia meningkat hingga 50% pada mereka yang terisolasi secara sosial.
- Kesepian juga mengganggu kualitas tidur, menaikkan tekanan darah, dan meningkatkan kadar stres.
- Lansia yang kesepian memiliki risiko stroke 32% lebih tinggi dan risiko penyakit jantung sebesar 29%
- Kesepian bisa menjadi penanda penurunan fungsi dan bahkan kematian pada lansia 60 tahun ke atas.
Semua data ini menunjukkan, kesepian bukan sekadar rasa kosong di hati, tapi masalah kesehatan yang nyata.
WASPADAI HENING YANG TERLALU LAMA
Sendiri tidak selalu berarti kesepian.
Sendiri adalah kondisi fisik—tinggal sendiri, tanpa orang lain di rumah atau di sekitar. Seseorang bisa hidup sendiri dan tetap baik-baik saja alias tidak merasa kesepian.
Kesepian adalah keadaan emosional yang membuat seseorang merasa terisolasi—rasa terasing, kosong, dan mendambakan kebersamaan yang bermakna.
Setelah usia 60, hidup sendiri sebenarnya bisa menjadi fase yang tenang dan membebaskan. Namun, hening yang terlalu lama, tanpa sapaan atau obrolan yang tulus, bisa perlahan menggerogoti kesehatan.
Karena itu, bagi Sahabat Lansia yang tinggal sendiri, tetaplah terbuka pada hubungan sosial, sekecil apa pun bentuknya.
Bagi keluarga, sahabat, serta tetangga—mari kita lebih peka. Kadang, satu telepon atau kunjungan sederhana bisa menjadi nyala hangat di tengah sunyi yang panjang.
Kehadiran kita, sekecil apa pun, bisa menjadi pengingat bahwa mereka tidak benar-benar sendiri. (*)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




