Gaya hidup sehat terbukti dapat menurunkan risiko demensia. Artikel ini adalah bagian pertama dari tiga seri tentang cara mengendalikan faktor risiko demensia.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, banyak faktor yang dapat berkontribusi terhadap terjadinya demensia. Beberapa faktor berada di luar kendali kita alias tidak dapat diubah, seperti usia, jenis kelamin, dan gen. Namun, beberapa faktor lainnya dapat dikendalikan, seperti pola makan, kualitas tidur, dan kondisi kronis, untuk menurunkan risiko demensia.
Penelitian menemukan, gaya hidup sehat terbukti dapat menurunkan risiko demensia, bahkan pada mereka yang memiliki risiko genetik tinggi. Karena itu, perubahan gaya hidup tetap menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan otak hingga usia lanjut.
Pada bagian pertama ini kita akan membahas empat pilar gaya hidup yang mendukung kesehatan otak: pola makan, kecukupan vitamin, berhenti merokok dan alkohol, serta aktivitas fisik.
1. Jaga Pola Makan Sehat
Pola makan ala diet Mediterania dapat meningkatkan kesehatan dan menurunkan risiko demensia. Penelitian menunjukkan, mereka yang mengikuti diet Mediterania memiliki fungsi kognitif yang lebih baik.
Diet ini menekankan konsumsi buah, sayur, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan, dan minyak zaitun.
Selain baik untuk otak, diet Mediterania juga mendukung kesehatan kardiovaskular—yang sangat berpengaruh terhadap risiko demensia.
Artikel Terkait:
- Diet MIND Melindungi Otak dari Penyakit Alzheimer
- Makanan Pencegah Demensia Ala Diet MIND
- Studi: Melewatkan Sarapan Bisa Menurunkan Fungsi Kognitif
2. Kecukupan Vitamin
Kekurangan vitamin B12 sering terjadi pada lansia dan dapat memengaruhi fungsi kognitif. Vitamin B12 dapat diperoleh dari daging, telur, salmon, atau suplemen.
Vitamin penting lainnya, seperti vitamin D, vitamin B6, dan vitamin B9 (folat) juga dapat diperoleh dari makanan dan suplemen. Khusus vitamin D, kebutuhan juga dapat dipenuhi melalui paparan sinar matahari.
Untuk suplemen, selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
3. Berhenti Merokok, Stop Alkohol
Berhenti merokok tidak hanya mengurangi risiko demensia, tetapi juga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Anggapan bahwa sedikit alkohol tidaklah buruk—bahkan dianggap bermanfaat bagi kesehatan—kini tidak berlaku lagi. Studi terbaru dengan pemindaian otak menunjukkan, konsumsi alkohol dalam jumlah sedikit pun dapat meningkatkan risiko demensia. Karena itu, hindari alkohol sepenuhnya.
4. Aktif Secara Fisik
Penelitian menemukan, menjaga kebugaran fisik dapat menurunkan risiko demensia dan menunda seseorang terkena penyakit tersebut hingga hampir 18 bulan.
Olahraga teratur sangat bermanfaat untuk menjaga fungsi kognitif, bahkan dapat menurunkan risiko demensia hingga 35% pada orang yang secara genetik lebih rentan.
Studi lain menunjukkan, orang paruh baya yang sehari-hari aktif secara fisik mengalami peningkatan kecepatan pemrosesan kognitif yang setara dengan empat tahun lebih muda.
Hanya dengan melakukan aktivitas fisik sederhana, seperti berjalan kaki bersama anabul kesayangan, menari, atau bergerak sepanjang hari sudah memberikan menfaat besar untuk otak.
Sahabat Lansia, empat langkah ini menjadi fondasi penting untuk menjaga otak tetap sehat. Pada bagian kedua, kita akan membahas faktor risiko lainnya yang dapat dikendalikan agar kesehatan otak tetap terjaga hingga usia lanjut. (*)
Sumber:
* Mayo Clinic
* NCOA
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




