Flu pada lansia tidak selalu ringan. Saat penyebarannya sangat cepat—yang kerap disebut superflu—risiko komplikasi menjadi lebih besar, sehingga pencegahan perlu dilakukan sejak awal.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, flu dengan penyebaran yang sangat cepat—yang kerap disebut sebagai superflu—masih menjadi perhatian kesehatan di berbagai negara.
Superflu bukan istilah medis, melainkan sebutan populer untuk menggambarkan flu yang menyebar lebih cepat dibandingkan flu musiman. Kondisi ini tetap perlu diwaspadai, terutama oleh lansia.
Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh tidak lagi bekerja seoptimal saat muda. Akibatnya, flu pada lansia dapat menimbulkan komplikasi serius, bahkan berujung pada rawat inap atau kematian. Data dari CDC menunjukkan, sebagian besar kematian dan rawat inap akibat flu musiman terjadi pada kelompok usia 65 tahun ke atas.
Karena itu, penting bagi keluarga untuk mengetahui cara melindungi lansia dari flu sejak dini. Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko tertular flu dapat ditekan sehingga lansia tetap sehat dan beraktivitas dengan nyaman.
Berikut tujuh cara yang dapat dilakukan untuk membantu melindungi lansia di tengah meningkatnya kasus flu.
[ Superflu Sedang Menyebar, Ini yang Perlu Dipahami Tanpa Harus Panik ]
1. Rutin Mendapatkan Vaksin Flu
Vaksin flu merupakan cara paling efektif untuk mencegah flu dan mengurangi risiko komplikasi berat. Lansia dianjurkan mendapatkan vaksin flu setiap tahun di fasilitas kesehatan, seperti puskesmas, klinik, atau rumah sakit.
Bagi lansia 65 tahun ke atas, tersedia vaksin flu dosis tinggi atau dengan adjuvan yang dirancang khusus untuk membantu meningkatkan respons kekebalan tubuh. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan dulu dengan tenaga kesehatan sebelum vaksinasi.
Selain vaksin flu, lansia juga dianjurkan mendapatkan vaksin pneumonia, herpes zoster, dan Covid-19 untuk membantu melindungi lansia dan orang-orang di sekitar dari penyakit serius.
[ Membongkar Mitos Vaksin Flu: Fakta yang Penting Diketahui ]
2. Terapkan Kebersihan yang Baik
Virus flu menyebar melalui percikan air liur saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Virus ini juga dapat bertahan di permukaan benda, seperti gagang pintu, ponsel, sakelar lampu, remote, dan meja, lalu berpindah ke tubuh saat tangan menyentuh wajah.
Untuk mengurangi risiko tertular:
- Biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik, terutama setelah dari luar rumah dan sebelum makan. Jika tidak tersedia air dan sabun, gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60%.
- Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut, karena area ini menjadi pintu masuk virus.
- Saat batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam. Buang tisu bekas segera setelah digunakan.
- Bersihkan permukaan yang sering disentuh secara rutin. Virus flu dapat bertahan hidup di berbagai permukaan hingga 48 jam.
- Jika memungkinkan, buka jendela rumah agar udara segar masuk. Penggunaan alat penyaring udara juga bisa membantu.
3. Jaga Pola Makan dan Cairan Tubuh
Asupan nutrisi yang baik sangat penting dalam menjaga daya tahan tubuh:
- Konsumsilah buah dan sayuran utuh berwarna-warni, terutama yang kaya vitamin C, seperti jeruk, sayuran berdaun hijau, dan paprika.
- Pilih sumber protein rendah lemak, seperti ikan, ayam, telur, dan kacang-kacangan.
- Kurangi makanan ultra-olahan yang dapat berdampak negatif pada sistem kekebalan tubuh.
- Minum air putih yang cukup sepanjang hari agar tubuh tetap terhidrasi. Teh herbal dan kaldu hangat juga dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi, terutama saat cuaca dingin.
- Hindari penggunaan tembakau dalam bentuk apa pun dan batasi konsumsi alkohol.
- Mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral, jika dianjurkan oleh dokter.
4. Tidur yang Cukup dan Berkualitas
Tidur berperan besar dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Lansia dianjurkan tidur 7—9 jam setiap malam. Namun, seiring bertambahnya usia, banyak lansia mengalami kesulitan tidur nyenyak di waktu malam.
Untuk meningkatkan kualitas tidur, lansia dapat menerapkan prinsip sleep hygiene berikut ini:
- Menetapkan Jadwal Tidur & Mengatur Rutinitas Sebelum Tidur
- Menerapkan Kebiasaan Sehat Sehari-Hari
- Menciptakan Lingkungan Kamar Tidur Untuk Tidur
Jika kesulitan tidur berlangsung lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
5. Tetap Aktif Bergerak
Aktivitas fisik teratur membantu menjaga kebugaran tubuh, memperkuat daya tahan tubuh, dan menjaga kesehatan paru-paru.
Lansia dapat melakukan olahraga ringan hingga sedang selama 20—30 menit setiap hari, seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda.
Bagi lansia dengan keterbatasan mobilitas, aktivitas berdampak rendah, seperti peregangan atau senam di kursi tetap dapat memberikan manfaat.
[ Berapa Banyak Aktivitas Fisik Yang Dibutuhkan Lansia? ]
6. Hindari Kontak dengan Orang Sakit
Flu mudah menular, terlebih superflu yang penularannya sangat cepat. Karena itu, menghindari kontak dengan orang yang sakit adalah langkah penting lainnya.
Jika ada teman atau anggota keluarga yang sakit, sebaiknya menunda kunjungan hingga benar-benar pulih. Saat harus berada di fasilitas kesehatan atau di dekat orang yang sakit, kenakan masker dan terapkan kebersihan ekstra.
Bila memungkinkan, hindari tempat ramai atau ruangan tertutup yang penuh orang. Jika tak dapat menghindar, kenakan masker.
7. Kelola Stres dan Jaga Suasana Hati
Stres berkepanjangan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga membuat lansia lebih rentan terhadap penyakit. Menjaga suasana hati tetap baik menjadi bagian penting dari pencegahan flu.
Lansia dapat mengelola stres dengan melakukan pernapasan dalam, meditasi, menjaga komunikasi dengan keluarga dan teman, menekuni hobi, serta membatasi konsumsi berita yang memicu kecemasan.
Jika merasa sangat tertekan atau sedih berkepanjangan, jangan ragu mencari bantuan profesional.
Jika Merasa Tidak Enak Badan, Hubungi Dokter
Jika lansia mengalami demam, menggigil, nyeri badan, atau kelelahan, segera hubungi dokter. Lansia termasuk kelompok berisiko tinggi, sehingga pengobatan dini sangat dianjurkan. Pemberian obat antivirus lebih awal dapat membantu meredakan gejala, mempercepat pemulihan, dan mencegah komplikasi serius.
Sahabat Lansia, meningkatnya penyebarannya flu mengingatkan kita bahwa pencegahan tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan di usia lanjut.
Dengan vaksinasi rutin, kebiasaan hidup bersih, pola makan bergizi, istirahat cukup, serta dukungan dari keluarga, lansia dapat tetap aktif dan menjalani hari-hari dengan lebih tenang.
Waspada perlu, tetapi tidak harus panik. Perawatan diri yang konsisten adalah perlindungan terbaik dari flu. (*)
Sumber:
NCOA
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




