Superflu bukan virus baru dan bukan penyakit berbahaya atau berakibat fatal. Meski penularannya cepat dan lansia tergolong rentan, kondisi ini dapat dicegah dan dikendalikan.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, hari-hari belakangan, dunia seolah “dipenuhi” oleh superflu. Meski disebut super, istilah ini tidak lantas berarti virus tersebut berbahaya atau berakibat fatal.
Secara medis, istilah superflu tidak dikenal. Istilah ini muncul lantaran kecepatan penularannya—satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada dua hingga tiga orang di sekitarnya.
Cara Penularannya
Seperti flu musiman biasa, virus superflu menyebar melalui udara. Penularan terjadi melalui droplet atau percikan ludah, baik saat berbicara, batuk, maupun bersin, atau kontak langsung dengan cairan pernapasan dari orang yang terinfeksi.
Superflu juga bukan virus baru, melainkan jenis influenza yang sudah lama dikenal dunia medis, yaitu influenza tipe A, tetapi dengan varian baru—influenza tipe A subvarian H3N2 dengan subclade K.
Varian baru ini—subclade K—pertama kali teridentifikasi oleh CDC Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan kini telah menyebar di setidaknya 80 negara. Di Indonesia, varian ini mulai terdeteksi sejak Agustus 2025.
Kabar baiknya, superflu dapat sembuh sendiri dalam waktu beberapa hari atau sekitar 1—2 minggu, bergantung pada kondisi daya tahan tubuh dan kesehatan secara umum.
Kenali Gejalanya
Gejalanya tidak jauh berbeda dari flu pada umumnya. Berikut ini beberapa gejalanya:
- Demam tinggi disertai menggigil.
- Sakit kepala berat.
- Nyeri otot dan sendi.
- Batuk dan tenggorokan sakit.
- Pilek atau hidung tersumbat.
- Dada terasa tidak nyaman atau sesak.
- Badan terasa lelah.
- Mual, muntah, atau diare.
- Nafsu makan menurun.
[ Waspadai Demam pada Lansia: Ketahui Suhu Tubuh Normal Lansia dan Penyebab Demam ]
Jika mengalami gejala flu, lakukan ini:
- Istirahat yang cukup.
- Minum air putih dalam jumlah cukup untuk mencegah dehidrasi.
- Konsumsi obat pereda gejala nyeri dan demam seperti parasetamol, bila diperlukan.
- Mengenakan masker untuk mencegah penularan virus kepada orang lain.
- Jika gejala tidak membaik dalam beberapa hari atau kondisi semakin memburuk, segera periksakan diri ke dokter.
Lansia Lebih Rentan, Tetapi Dapat Dicegah
Meski tidak tergolong penyakit berbahaya, superflu tetap perlu diwaspadai, terutama pada kelompok rentan, seperti lansia, orang dengan penyakit kronis, ibu hamil, dan anak-anak.
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Berikut ini beberapa langkah pencegahan yang dapat lansia lakukan:
- Memperkuat daya tahan tubuh melalui gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup tidur, dan tetap aktif secara fisik sesuai kemampuan.
- Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Ketahui waktu-waktu penting mencuci tangan dan lakukan dengan cara yang benar.
- Menghindari kontak dekat dengan yang sedang sakit.
- Mengenakan masker saat berada di tempat ramai, tertutup, atau memiliki ventilasi udara yang kurang baik.
- Melakukan vaksinasi influenza.
[ Rekomendasi 7 Vaksin untuk Lansia ]
Waspada Tanpa Panik, Rawat Diri dengan Bijak
Superflu memang sedang menyebar, tetapi bukan sesuatu yang perlu ditakuti secara berlebihan. Karena virus influenza telah lama dikenal, tubuh manusia—termasuk lansia—sebenarnya telah memiliki pertahanan alami terhadapnya.
Dengan menjaga kebersihan diri, memperkuat daya tahan tubuh, serta menerapkan langkah pencegahan sederhana, lansia dapat tetap beraktivitas dengan aman dan nyaman. Waspada itu penting, sementara kepanikan justru dapat melemahkan tubuh dan pikiran.
Sahabat Lansia, kesehatan bukan hanya tentang menghindari penyakit, tetapi juga tentang merawat diri dengan penuh kesadaran, ketenangan, dan kasih pada diri sendiri. (*)
[ Waspadai ISPA pada Lansia, Komplikasi ISPA Bisa Berakibat Fatal ]
Sumber:
* Alodokter
* Kompas.com
* Kompas.id
* RS Royal Progress
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




