MENOPAUSE: 6 Pilar Pengobatan Gaya Hidup (2)

MENOPAUSE: 6 Pilar Pengobatan Gaya Hidup (2)

Melanjutkan seri sebelumnya, tiga pilar lanjutan pengobatan gaya hidup berfokus pada kebiasaan dan hubungan sosial. Dengan menghindari zat berisiko, tidur yang cukup dan berkualitas, serta relasi yang sehat, perempuan dapat menua dengan kuat, tenang, dan bahagia.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, tema Hari Menopause Sedunia 2025, yaitu “Lifestyle Medicine”, berfokus pada 6 pilar pengobatan gaya hidup yang dapat meringankan gejala menopause, menurunkan risiko penyakit kronis, dan mendukung kesehatan jangka panjang perempuan.

Pada artikel sebelumnya telah dibahas tiga pilar pertama, yaitu pola makan sehat, aktivitas fisik, dan kesejahteraan mental. Berikut ini tiga pilar lanjutannya, yaitu menghindari zat-zat berisiko, tidur yang memulihkan, dan menjalin hubungan yang sehat.

 

4 | MENGHINDARI ZAT-ZAT BERISIKO

Tubuh perempuan bereaksi secara berbeda terhadap penggunaan zat, seperti alkohol, nikotin, dan obat-obatan.

Selama masa perimenopause dan menopause, perubahan hormon memengaruhi cara tubuh memproses zat-zat ini, membuat perempuan lebih rentan terhadap dampaknya.

Merokok dapat mempercepat datangnya menopause, memperburuk gejala seperti hot flushes, dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Sebaliknya, berhenti merokok membantu memperkuat tulang, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

👉 Tips Berhenti Merokok

Alkohol juga perlu dibatasi karena dapat mengganggu keseimbangan hormon, meningkatkan kadar estrogen, dan menaikkan risiko kanker payudara.

Bagi banyak perempuan, gangguan penggunaan alkohol sering kali dipicu oleh stres dan perubahan suasana hati saat menopause.

Menghindari zat berbahaya, berhenti merokok, membatasi alkohol, serta mencari dukungan profesional adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung, tulang, dan kesejahteraan menyeluruh.

 

5 | TIDUR YANG MEMULIHKAN

Perubahan hormon, stres, dan gejala seperti keringat malam sering mengganggu tidur perempuan menopause.

Padahal, tidur yang buruk dapat memengaruhi memori, konsentrasi, dan emosi, serta meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, dan bahkan demensia di kemudian hari.

Tidur yang memulihkan bukan hanya soal jumlah jam tidur (durasi), tetapi juga kualitasnya—tidur yang dalam, nyenyak, dan menyegarkan, sehingga memperbaiki energi serta meningkatkan suasana hati dan kewaspadaan.

Praktik sleep hygiene dapat membantu mendapatkan tidur yang memulihkan. Pelajari langkah-langkahnya di sini.

Bagi yang mengalami insomnia kronis, terapi perilaku kognitif untuk insomnia (CBT-I) dapat menjadi solusi efektif.

👉 Tidur Nyenyak Saat Stres, Begini Caranya

 

6 | HUBUNGAN YANG SEHAT 

Selama menopause, hubungan sosial yang positif menjadi salah satu penopang penting bagi kesehatan fisik dan emosional.

Dukungan dari pasangan, keluarga, teman, atau komunitas dapat membantu meredakan stres, menurunkan gejala seperti hot flushes, dan meningkatkan kualitas hidup.

Sebaliknya, kesepian dan isolasi sosial terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, depresi, bahkan kematian dini.

Hubungan yang hangat dan saling mendukung dapat mendorong kebiasaan hidup sehat, menjaga tulang tetap kuat, serta meningkatkan daya tahan tubuh dan mental.

Komunikasi terbuka dengan pasangan mengenai perubahan yang dialami selama menopause juga penting untuk mempererat kedekatan dan rasa saling pengertian.

Luangkan waktu untuk bersosialisasi, bergabung dengan komunitas, dan tetap aktif berinteraksi.

Hubungan yang sehat bukan hanya memberi rasa bahagia, tetapi juga memperpanjang usia serta meningkatkan kesejahteraan di masa menopause dan setelahnya.

 

Sahabat Lansia, menopause bukan akhir dari kesehatan, melainkan awal untuk memperbarui gaya hidup. Dengan enam pilar pengobatan gaya hidup—dari pola makan hingga hubungan sosial—setiap perempuan dapat menapaki masa baru kehidupannya dengan kuat, sehat, dan berdaya. (*)

 

Sumber:
International Menopause Society – World Menopause Day 2025

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.