MENGENDALIKAN KOLESTEROL, MELINDUNGI JANTUNG

MENGENDALIKAN KOLESTEROL, MELINDUNGI JANTUNG

Kolesterol tinggi sering disebut sebagai “musuh dalam diam” karena dapat merusak pembuluh darah tanpa gejala. Jika tidak dikendalikan, ia bisa memicu penyakit jantung, stroke, hingga mengancam kualitas hidup lansia.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, setiap mendengar atau membaca kata “kolesterol”, ingatan kita langsung tertuju pada jantung. Itu karena kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung.

Kolesterol adalah sejenis lipid (lemak) yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan banyak fungsi penting. Namun, jika kadarnya berlebihan, kolesterol—bersama zat-zat lain dalam darah—dapat membentuk plak.

Seiring waktu, penumpukan plak (aterosklerosis) pada dinding arteri dapat menyumbat alirah darah ke jantung (penyakit arteri koroner), ke otak (penyakit arteri karotis), maupun ke lengan dan kaki (penyakit arteri perifer).

 

KOLESTEROL TINGGI TIDAK BERGEJALA

Kolesterol mengalir dalam darah tanpa suara. Perlahan, ia dapat berubah menjadi plak. Tanpa gejala apa pun, tiba-tiba saja seseorang bisa mengalami serangan jantung atau stroke.

Ya, kita bisa hidup bertahun-tahun dengan kolesterol tinggi (hiperlipidemia) tanpa menyadarinya. Karena itu, sangat penting memeriksakan kadar kolesterol secara rutin.

Kadar kolesterol diukur melalui tes darah. Sebelum tes, kita harus berpuasa lebih dulu selama 12 jam (hanya boleh minum air putih).

Kapan dan seberapa sering pemeriksaan kolesterol dilakukan bergantung pada usia, faktor risiko, dan riwayat keluarga. Semakin bertambah usia, semakin sering pemeriksaan dilakukan. Begitu pun jika ada riwayat keluarga atau faktor risiko penyakit jantung.

Pnduan Umum Pemeriksaan Kolesterol

Jadwal Pemeriksaan Kolesterol Usia (Tahun)
Pria Wanita
Setiap 5 tahun. 20—44 20—54
Setiap 1—2 tahun. 45—65 55—65
Setiap tahun. 65 + 65+

 

BAGAIMANA MENGENDALIKAN KOLESTEROL?

Sebetulnya mudah saja. Karena gaya hidup tidak sehat adalah penyebab paling umum kolesterol tinggi, maka kuncinya ada pada perbaikan gaya hidup.

  • Konsumsi makanan yang berfokus pada protein rendah lemak, buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian utuh.
  • Batasi natrium (garam) dan gula tambahan.
  • Kurangi lemak jenuh dan lemak trans. Ganti dengan lemak sehat, seperti dari ikan berlemak, kacang-kacangan, minyak zaitun, atau minyak kanola.
  • Atasi berat badan berlebih dan pertahankan berat badan ideal.
  • Tingkatkan aktivitas fisik: berolahraga hampir setiap hari, minimal 30 menit.
  • Tidak merokok, termasuk vaping, serta hindari asap rokok.
  • Batasi konsumsi alkohol (maksimal per hari 1 gelas untuk wanita dan 2 gelas untuk pria).

Jika perubahan gaya hidup saja tidak cukup, dokter mungkin meresepkan obat penurun kolesterol. Namun, penting diingat: meskipun sudah mengonsumsi obat, gaya hidup sehat tetap harus dijaga.

 

Sahabat Lansia, menjaga kadar kolesterol tetap normal berarti menjaga jantung tetap sehat. Mulailah dengan langkah sederhana: perbaiki pola makan, bergerak aktif, dan lakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin.

Ingatlah, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Dengan mengendalikan kolesterol sejak sekarang, kita sedang melindungi jantung untuk kehidupan yang lebih panjang, sehat, dan bermakna. (*)

 

Sumber:
Cleveland Clinic
Mayo Clinic
MedlinePlus

 

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.