CARA MENURUNKAN BERAT BADAN SETELAH USIA 50

CARA MENURUNKAN BERAT BADAN SETELAH USIA 50

Meskipun menurunkan berat badan setelah usia 50 akan lebih sulit, mengubah gaya hidup dapat membantu mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, adanya perubahan tubuh sering bertambahnya usia, menyebabkan kita sulit mempertahankan berat badan (BB) yang sehat setelah usia 50. Meski sulit, bukan berarti kita tidak dapat melakukannya. Di sini ada beberapa cara menurunkan BB dengan aman dan mempertahankan BB yang sehat setelah mencapai usia 50.

1. BEROLAHRAGA dan nikmatilah.

Sahabat Lansia, prinsip dasar menurunkan BB adalah membakar lebih banyak kalori daripada yang dikonsumsi. Caranya dengan banyak bergerak.

Menemukan olahraga yang disukai dapat menjadi kunci bagi seseorang untuk terus melakukannya dalam jangka panjang, menurut beberapa penelitian.

Apa pun jenis olahraganya, entah itu yoga, latihan beban, tenis, atau lainnya, jika kita sungguh menikmatinya, maka olahraga dapat membantu kita tetap terlibat dan tidak merasakannya seperti bekerja, tetapi lebih sebagai satu cara mengasyikkan untuk mengisi waktu luang.

Bahkan, aktivitas seperti berkebun pun dapat membantu menjaga tubuh tetap bergerak dan bisa menjadi bentuk olahraga yang menyenangkan.

Temukan olahraga kesukaanmu dan nikmatilah.

Angkat Beban

Bagi lansia, angkat beban sangat bermanfat. Penuaan dapat menyebabkan hilangnya massa dan kekuatan otot. Nah, angkat beban dan latihan kekuatan  dapat bermaanfat untuk membantu mempertahankan BB yang sehat, selain juga meningkatkan kekuatan tulang. Hal ini dapat membantu mencegah cedera, sehingga memudahkan lansia untuk menjalani rutinitas olahraganya dan menikmatinya.

Yoga

Beberapa penelitian menunjukkan, bentuk olahraga ringan dapat membantu menurunkan BB. Latihan low-impact, seperti tai chi, yoga, dan Pilates, dapat bermanfaat bagi mereka yang ingin menurunkan BB tetapi tidak dapat berpartisipasi dalam olahraga higher-impact.

Gunakan pedometer.

Bagi yang suka olahraga jalan kaki dapat menggunakan pedometer atau jam tangan pintar. Dengan alat ini, kita bisa melacak langkah harian kita. Hal ini dapat membantu kita lebih termotivasi saat melihat langkah harian kita meningkat seiring waktu.

Pedometer juga dapat membantu menghitung berapa banyak kalori per hari yang dibakar, sehingga kita dapat menghitung kebutuhan kalori untuk menurunkan BB secara akurat .

2. PARKIR lebih jauh.

Usahakan parkir jauh dari tempat kerja atau tempat tujuan. Jika menggunakan angkutan umum, cobalah turun satu perhentian sebelum perhentian berikutnya yang dekat dengan tempat tujuan. Ini semua dapat membantu kita lebih banyak bergerak dan berolahraga lebih banyak jika memungkinkan. Kalori ekstra yang dibakar dapat membantu mempertahankan BB yang sehat.

3. TIDUR cukup dan berkualitas.

Penelitian menunjukkan adanya korelasi antara durasi tidur yang pendek, kualitas tidur yang buruk, dan peningkatan risiko kelebihan BB atau obesitas. Tidur yang cukup dan berkualitas dapat membantu mengurangi risiko ini dan mengelola BB dengan lebih baik.

4. TETAPKAN TUJUAN yang realistis.

Sangat penting untuk tidak mencoba menurunkan BB terlalu banyak dalam waktu yang sangat cepat atau memaksakan diri terlalu keras untuk mencapai tujuan kebugaran yang tidak realistis.

Tidak mencapai tujuan yang ambisius dapat menyebabkan seseorang merasa putus asa. Mereka mungkin cenderung tidak menjalankan diet dan rutinitas olahraga jika mereka tidak langsung melihat hasil yang mereka harapkan.

Jadi, tetapkan tujuan yang realistis.

5. Mengelola STRES.

Para peneliti mengaitkan stres yang tinggi dengan keinginan makan dan asupan makanan yang berlebihan.

Ada orang yang menjadikan makan sebagai bentuk kenyamanan kala mengalami stres berat. Namun, hal ini justru akan mempersulit penurunan BB ataupun mempertahankan BB yang sehat.

Stres juga menyebabkan tubuh memproduksi hormon kortisol. Para peneliti mengaitkan kadar kortisol yang tinggi dengan penambahan BB, khususnya sekitar perut dan wajah.

Mengurangi tingkat stres dan mengelola stres dapat membantu seseorang mempertahankan BB-nya.

6. AJAK TEMAN atau menyewa pelatih pribadi.

Kurangnya motivasi dapat menghalangi seseorang untuk menurunkan BB setelah usia 50. Solusinya, kita bisa mengajak teman atau menyewa pelatih pribadi.

Dengan adanya teman yang memiliki tujuan sama, yaitu sama-sama ingin menurunkan BB atau mempertahankan BB yang sehat, sering kali dapat membantu kita untuk tetap teguh menjalaninya daripada jika melakukannya sendiri.

Pelatih pribadi dapat membuat kita tetap bertanggung jawab, selain juga memberikan saran tentang metode terbaik untuk menurunkan BB. Jika menyewa pelatih pribadi memakan biaya yang mahal, kita dapat memanfaat pelatih yang mem-posting video di YouTube atau situs video lain dan ikuti pelatih tersebut.

7. Perisa KESEHATAN.

Jika masih kesulitan menurunkan BB setelah usia 50, ada baiknya berkonsultasi dengan ahli kesehatan untuk melakukan pemeriksaan.

Sahabat Lansia, dengan melakukan perubahan gaya hidup, bukan mustahil untuk mencapai dan mempertahankan BB yang sehat. Masih ada satu hal lagi yang penting menjadi perhatian kita, yaitu makanan. (*)

Sumber:
Medical News Today
Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, situs dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.