Tips Menjaga Kesehatan Otak: #5 TIDUR CUKUP #6 MAKAN SEHAT

Tips Menjaga Kesehatan Otak: #5 TIDUR CUKUP #6 MAKAN SEHAT

Setelah bergerak, menantang otak, bersosialisasi, dan menjaga kepala dari cedera, kini kita melanjutkan dua langkah berikutnya yang tak kalah penting untuk menjaga otak tetap sehat: tidur cukup dan makan sehat.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, perawatan otak tidak cukup hanya dari luar—kita juga perlu memperhatikan apa yang terjadi di dalam tubuh. Tidur yang cukup dan asupan gizi yang tepat akan membantu otak tetap tajam dan berfungsi optimal.

Setelah olahraga dan menantang otak, bersosialisasi dan melindungi kepala dari cedera, berikut ini langkah #5 dan #6 untuk menjaga kesehatan otak di usia lanjut.

 

#5 TIDUR CUKUP, OTAK PUN SEHAT

Tidur malam itu seperti mengisi daya ponsel—dibutuhkan agar tubuh dan otak kembali segar. Tidur nyenyak membantu meningkatkan daya ingat, menjaga kewaspadaan, dan memudahkan kita menjalani aktivitas sehari-hari. Istirahat malam yang cukup juga dapat meredakan stres dan menurunkan risiko depresi.

Orang dewasa dianjurkan tidur 7—9 jam per malam. Untuk lansia 65 tahun ke atas, durasi tidur ideal sekitar 7—8 jam. Penelitian menunjukkan, tidur yang terlalu sedikit atau terlalu lama dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi kognitif dan demensia.

Jika mendengkur sering mengganggu tidur, jangan anggap sepele. Mendengkur bisa menjadi tanda gangguan tidur, seperti sleep apnea. Kondisi yang mengganggu tidur dapat meningkatkan risiko penurunan kemampuan berpikir dan demensia. Segera konsultasikan dengan dokter bila mengalami masalah tidur yang menetap.

Untuk membantu tidur lebih nyenyak, coba lakukan hal-hal sederhana, seperti hindari layar gawai sebelum tidur, tidak makan besar menjelang waktu tidur, dan melakukan relaksasi, seperti meditasi ringan. Lebih lengkapnya bisa baca tentang sleep hygiene untuk meningkatkan kualitas tidur dan tips mendapatkan tidur malam yang baik.

Semua itu bisa membantu kita mendapatkan istirahat malam yang lebih baik. Namun, jika merasakan kelelahan yang ekstrem atau tetap sulit tidur meskipun sudah mencoba berbagai cara, sebaiknya periksakan ke dokter.

 

#6 MAKAN SEHAT, PIKIRAN KUAT

Apa yang kita makan tak hanya memengaruhi tubuh, tapi juga otak. Penelitian menunjukkan, pola makan sehat dapat membantu mencegah atau menunda gejala demensia.

Salah satu pola makan yang dianjurkan adalah diet MIND (Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay). Diet ini memberikan “bahan bakar” bagi otak untuk membantu meningkatkan fokus mental dan memperlambat penurunan kemampuan berpikir.

Diet MIND berfokus pada makanan nabati, mencakup banyak sayuran berdaun hijau dan sayuran lainnya, buah beri, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, unggas, dan ikan. Diet ini membatasi makanan, seperti mentega, keju, daging merah, dan pemanis/gula.

Setiap pilihan makanan dalam diet MIND mencerminkan prinsip pola makan bergizi seimbang yang sangat penting untuk mendukung kesehatan otak. Pastikan makanan bergizi selalu ada dalam menu harian. Buah dan sayuran yang kaya antioksidan, seperti sayuran berdaun hijau, anggur, dan blueberry, sangat baik untuk otak.

Jangan lupa ikan berlemak, seperti salmon, tuna, dan herring. Kandungan asam lemak omega-3 dan DHA-nya membantu melindungi otak dan menurunkan risiko penyakit Alzheimer.

Karena setiap orang punya kondisi tubuh yang berbeda, sebaiknya diskusikan dengan dokter untuk menentukan pilihan makanan terbaik yang paling sesuai dengan kebutuhan pribadi.

Sahabat Lansia, tidur cukup dan makan sehat adalah dua kebiasaan harian yang bisa berdampak besar bagi otak kita. Dengan pola tidur yang baik dan makanan bergizi, kita menjaga energi dan kejernihan berpikir tetap terjaga.

Masih ada dua langkah lagi. Jangan lewatkan tips #7 dan #8 untuk melengkapi upaya menjaga kesehatan otak secara menyeluruh. (*)

 

Sumber:
Harvard Pilgrim Health Care
Mayo Clinic

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.