Tips Menjaga Kesehatan Otak: #7 KELOLA PENYAKIT #8 PERTAHANKAN RUTINITAS

Tips Menjaga Kesehatan Otak: #7 KELOLA PENYAKIT #8 PERTAHANKAN RUTINITAS

Kita telah membahas enam langkah penting untuk menjaga otak tetap sehat dan tajam. Kini saatnya menyelesaikan delapan langkah ini dengan dua hal yang kerap luput dari perhatian: mengelola penyakit kronis dan mempertahankan rutinitas harian. Ketahui juga kapan harus mencari bantuan profesional.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, apakah kamu sudah mulai menerapkan enam langkah penting menjaga kesehatan otak? Masih ada dua langkah lagi—mengelola penyakit kronis dan menjaga stabilitas harian. Berikut ini langkah #7 dan #8 yang melengkapi upaya kita menjaga kesehatan otak.

 

#7 KELOLA PENYAKIT KRONIS, WASPADAI ZAT PENGGANGGU OTAK

Menjaga kesehatan tubuh berarti juga menjaga kesehatan otak. Sejumlah kondisi medis kronis dapat meningkatkan risiko gangguan berpikir dan daya ingat, bahkan memicu stroke yang bisa merusak pembuluh darah di otak. Diabetes, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah beberapa yang paling umum.

Jika memiliki kondisi ini, sangat penting untuk mengikuti arahan tenaga kesehatan dalam mengelola dan mengendalikannya. Jika tidak memiliki kondisi ini, konsultasikan dengan dokter tentang langkah pencegahan yang bisa dilakukan sejak dini.

Hati-hati dengan obat-obatan dan alkohol.

Obat-obatan dan alkohol dapat memengaruhi cara sel-sel otak berkomunikasi satu sama lain. Keduanya juga dapat memengaruhi kemampuan otak untuk merespons, merencanakan, memecahkan masalah, dan mengendalikan impuls.

Gunakan obat sesuai petunjuk, termasuk obat bebas tanpa resep. Bila memilih untuk minum alkohol, batasi jumlahnya. Bagi orang dewasa yang sehat cukup segelas sehari untuk wanita dan maksimal dua gelas sehari untuk pria.

Minum terlalu banyak bisa memperburuk kondisi medis yang memengaruhi otak, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes, meningkatkan risiko jatuh, dan menyebabkan masalah daya ingat.

 

#8 PERTAHANKAN RUTINITAS HARIAN

Menjalankan rutinitas harian yang konsisten bukan sekadar soal kedisiplinan—ini juga baik untuk kesehatan otak. Aktivitas yang sudah akrab, seperti menyeduh kopi setiap pagi, menyiram tanaman di sore hari, atau mencuci pakaian pada hari tertentu, memberi sinyal kenyamanan dan stabilitas bagi otak.

Rutinitas membantu otak mengenali pola, menjaga fokus, dan memberi rasa tenang. Temukan pola harian yang sesuai dengan gaya hidupmu, lalu jalani dengan konsisten.

 

KETAHUI TEMPAT MENCARI BANTUAN JIKA LANSIA MEMBUTUHKANNYA.

Penuaan tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga kondisi psikologis. Masalah, seperti kecemasan dan depresi, bisa berdampak pada fungsi kognitif, bahkan berkontribusi pada penurunan daya ingat.

Kenali tanda-tanda gangguan emosional, seperti mudah tersinggung, kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukai, atau mengalami kesulitan berkonsentrasi dan mengingat. Jika lansia mengalami/menunjukkan tanda-tanda tersebut, jangan ragu untuk mencari bantuan.

Konsultasi dengan tenaga profesional dapat membantu menjaga kesehatan mental dan mempertahankan kualitas hidup lansia secara keseluruhan.

 

Sahabat Lansia, bersikap proaktif terhadap kesehatan otak dapat membantu kita tetap tajam dan mencegah penurunan kognitif seiring bertambahnya usia.

Ada banyak cara untuk mendukung pikiran yang sehat dan menjaganya tetap tajam—bukan hanya untuk meningkatkan kualitas hidup sehari-hari, tetapi juga untuk mengurangi risiko demensia dan masalah ingatan.

Usia hanyalah angka. Yang terpenting adalah bagaimana kita merawat diri dan menjalani hidup dengan penuh semangat setiap hari. (*)

 

Tips Menjaga Kesehatan Otak:
#1 BERGERAK #2 TANTANG OTAK
#3 BERSOSIALISASI #4 LINDUNGI KEPALA
#5 TIDUR CUKUP #6 MAKAN SEHAT
#7 KELOLA PENYAKIT #8 PERTAHANKAN RUTINITAS

 

 

Sumber:
Harvard Pilgrim Health Care
Mayo Clinic

 

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.