Kesehatan otak bisa dirawat dan dijaga dengan berbagai cara. Setelah bergerak aktif dan menantang otak lewat belajar serta hobi, kini saatnya mengenal dua langkah berikutnya yang tak kalah penting: menjalin hubungan sosial dan melindungi kepala dari cedera.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, menjaga kesehatan otak tak cukup hanya dengan olahraga dan latihan mental. Sosialisasi dan kewaspadaan terhadap cedera kepala juga memegang peran penting dalam menjaga kesehatan otak. Berikut ini langkah #3 dan #4 yang bisa mulai kita lakukan hari ini.
#3 BERSOSIALISASI: OBAT HATI, PENYEGAR PIKIRAN
Jangan remehkan kekuatan sebuah obrolan ringan atau tawa bersama orang-orang terdekat. Bersosialisasi bukan hanya membuat hati senang, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan otak.
Berinteraksi dengan orang lain membantu menangkal depresi dan stres—dua hal yang bisa memperparah masalah ingatan. Isolasi sosial dan kesepian bahkan dikaitkan dengan risiko lebih tinggi mengalami penurunan kemampuan berpikir dan penyakit Alzheimer.
Berbincang, berbagi cerita, atau sekadar bercanda bisa menjadi cara sederhana untuk menstimulasi otak dan menjaga semangat tetap menyala. Ajak teman dan keluarga untuk menghabiskan waktu bersama atau hubungi mereka jika tinggal berjauhan.
Lansia juga bisa mengikuti kegiatan di lingkungan sekitar. Banyak komunitas lansia menawarkan kelas kebugaran, klub buku, atau kegiatan berkebun bersama. Kegiatan seperti ini bukan hanya menyenangkan, tapi juga kesempatan untuk belajar hal baru dan peluang untuk bertemu orang-orang baru yang memiliki minat serupa.
Mengelilingi diri dengan orang-orang yang menyenangkan sambil melakukan aktivitas yang disukai, akan berdampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan secara menyeluruh.
#4 LINDUNGI KEPALA, JAGA FUNGSI OTAK
Cedera otak dapat berdampak besar dan bersifat jangka panjang terhadap kehidupan seseorang. Trauma di kepala dapat memengaruhi kemampuan berpikir, ingatan, koordinasi, bicara, dan bahkan emosi. Karena itu, sangat penting untuk melindungi kepala dari benturan.
Selalu kenakan helm saat melakukan aktivitas yang berisiko tinggi, seperti bersepeda, menunggang kuda, atau saat mengendarai sepeda motor dan kendaraan segala medan. Di dalam mobil, pastikan selalu mengenakan sabuk pengaman.
Jatuh juga menjadi penyebab umum cedera kepala, terutama pada lansia. Berhati-hatilah saat menaiki atau menuruni tangga, berjalan di permukaan yang tidak rata, atau area yang belum dikenal.
Di rumah, cegah risiko jatuh dengan membersihkan barang-barang yang berserakan di lantai atau tangga. Pastikan pencahayaan cukup terang dan periksa semua karpet atau permadani terpasang dengan kuat di lantai agar tidak bergeser yang bisa menyebabkan tergelincir.

Sahabat Lansia, merawat otak tidak selalu sulit atau mahal. Dengan tetap bersosialisasi dan menjaga diri dari cedera kepala, kita sudah melindungi salah satu aset terpenting dalam hidup: pikiran yang sehat dan jernih.
Nantikan artikel berikutnya, ya. Kita akan melanjutkan dengan langkah #5 dan #6 untuk menjaga kesehatan otak. (*)
Sumber:
Harvard Pilgrim Health Care
Mayo Clinic
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




