10 PENYAKIT KRONIS yang Paling Sering Dialami Lansia

10 PENYAKIT KRONIS yang Paling Sering Dialami Lansia

Semakin bertambah usia, semakin penting untuk mengenal kondisi-kondisi kronis yang umum menyerang lansia. Sekitar 93% lansia memiliki minimal satu penyakit kronis. Apa saja penyakit kronis yang paling sering dialami lansia? Cari tahu di sini.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, minilik faktor usia, riwayat keluarga, dan jenis kelamin, hampir mustahil lansia terhindar dari statistik penyakit kronis. Ketahui 10 penyakit kronis yang umum dialami lansia.

Menurut penelitian yang diterbitkan pada 2025, sebanyak 93% lansia 65 tahun ke atas memiliki setidaknya satu kondisi kronis dan 79% memiliki dua kondisi atau lebih.

Melansir NCOA (2/7/2025), berikut ini 10 kondisi kronis paling umum yang dialami lansia 65 tahun ke atas—dimulai dari peringkat ke-10 hingga peringkat pertama.

 

10 | ASMA

Diperkirakan 9% lansia menderita asma. Penyakit ini menyebabkan pembengkakan dan penyempitan saluran pernapasan di paru-paru. Gejala umum meliputi sesak napas, batuk, sesak di dada, mengi, dan kesulitan berolahraga.

 

9 | PPOK

Sekitar 12% lansia menderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang mencakup dua kondisi utama: emfisema dan bronkitis kronik. PPOK menyebabkan kesulitan bernapas yang ditandai dengan sesak napas, batuk, serta rasa sesak di dada.

 

8 | DEPRESI

Sebanyak 15% lansia mengalami depresi—kondisi medis yang dapat diobati dan bukan merupakan bagian normal dari penuaan.

Depresi ditandai oleh perasaan sedih yang terus-menerus, pesimisme, putus asa, kelelahan, kesulitan mengambil keputusan, perubahan nafsu makan, hilangnya minat dalam beraktivitas, dan banyak lagi.

 

7 | PENYAKIT JANTUNG

Sekitar 16% lansia menderita penyakit jantung—kondisi ketika jantung tidak dapat memasok darah dan oksigen secara memadai ke seluruh tubuh.

Jantung mungkin membesar, mengembangkan lebih banyak massa otot, atau memompa lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Hal ini menyebabkan gejala, seperti kelelahan, pusing, mual, bingung, atau kurang nafsu makan.

Hampir 29% lansia dirawat karena penyakit jantung iskemik (atau penyakit jantung koroner), yaitu kondisi akibat penumpukan plak yang menyempitkan arteri menuju jantung.

Arteri yang menyempit atau tersumbat akan mengurangi suplai darah kaya oksigen ke jantung. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi lain, seperti pembekuan darah, angina, atau serangan jantung.

 

6 | KANKER

Kanker memengaruhi 20% orang dewasa yang lebih tua. Skrining rutin sangat penting untuk mendeteksi kanker pada stadium awal yang lebih mudah diobati.

 

5 | DIABETES

Sebanyak 24% lansia hidup dengan diabetes—penyakit yang terjadi ketika tubuh resistan atau tidak memproduksi insulin dalam jumlah cukup. Insulin digunakan tubuh untuk mendapatkan energi dari makanan dan mendistribusikannya ke sel-sel tubuh.

Jika insulin tidak bekerja dengan baik, kadar gula darah menjadi tinggi, yang dapat menyebabkan komplikasi, seperti penyakit ginjal, penyakit jantung, atau kebutaan. Risiko terkena diabetes meningkat setelah usia 45.

 

4 | OBESITAS

Sekitar 30% lansia hidup dengan obesitas—penyakit kronis yang terkait dengan lebih dari 200 kondisi medis lainnya, seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2, serta beberapa jenis kanker.

 

 

3 | ARTRITIS

Sekitar 51% lansia hidup dengan artritis—peradangan sendi yang menyebabkan nyeri dan kaku, dan lebih umum terjadi pada wanita.

 

2 | KOLESTEROL TINGGI

Sebanyak 55% lansia memiliki kolesterol tinggi, yaitu kondisi ketika tubuh memiliki kelebihan lemak jahat (lipid). Kondisi ini dapat menyumbat arteri dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

 

1 | TEKANAN DARAH TINGGI

Sekitar 61% lansia menderita hipertensi (tekanan darah tinggi). Ini kondisi umum yang memengaruhi jumlah darah yang dipompa jantung dan resistansi arteri terhadap aliran darah.

Ketika jantung memompa banyak darah dan arteri menyempit sehingga menghambat aliran darah, maka terjadilah tekanan darah tinggi.

Bahayanya, hipertensi bisa berlangsung selama bertahun-tahun tanpa disadari oleh penderitanya. Selain itu, hipertensi juga dapat menyebabkan stroke dan serangan jantung.

 

Sahabat Lansia, mengenal kondisi kronis yang sering terjadi di usia lanjut adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan lebih baik. Jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga medis, jalani pemeriksaan rutin, dan jaga gaya hidup sehat. Usia boleh bertambah, tapi semangat hidup sehat harus tetap menyala! (*)

 

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.