Studi: MELEWATKAN SARAPAN BISA MENURUNKAN FUNGSI KOGNITIF

Studi: MELEWATKAN SARAPAN BISA MENURUNKAN FUNGSI KOGNITIF

Penelitian baru menunjukkan, sarapan secara teratur bisa membantu melindungi fungsi otak lansia dan mengurangi risiko penurunan kognitif seiring bertambahnya usia.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, selama bertahun-tahun, sarapan disebut-sebut sebagai waktu makan terpenting dalam sehari. Berbagai penelitian menunjukkan manfaat sarapan, dari menjaga berat badan hingga kesehatan secara keseluruhan. Sarapan juga dikaitkan dengan umur panjang.

[ Ingin Hidup Lebih Lama? Jangan Pernah Melewatkan Sarapan ]

Kini, ada alasan penting lainnya untuk mempertimbangkan kebiasaan ini: sarapan teratur dapat mengurangi risiko penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia. Temuan ini berasal dari sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Neurorestoratology.

 

SARAPAN & FUNGSI KOGNITIF: APA KATA PENELITIAN?

Para peneliti menganalisis data dari 859 lansia, termasuk 117 orang yang diketahui jarang sarapan. Para peserta menjalani tes kognitif setiap 18 bulan dan diperiksa tanda-tanda neurodegenerasi (penurunan fungsi otak dan sistem saraf). Sebagian peserta juga menjalani pemeriksaan MRI pada setiap kunjungan untuk mengamati volume otak mereka.

Hasil penelitian menunjukkan, mereka yang terbiasa melewatkan sarapan memiliki skor kognitif yang lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang rutin sarapan. Kelompok yang tidak sarapan juga lebih rentan mengalami penurunan fungsi kognitif dan tanda-tanda neurodegenerasi selama periode penelitian.

Pada akhirnya, para peneliti menyimpulkan,

“kebiasaan melewatkan sarapan berkaitan dengan peningkatan risiko penurunan kognitif jangka panjang dan neurodegenerasi di kalangan lansia.”

 

Kok, bisa, sih, hanya gara-gara melewatkan sarapan berujung pada gangguan neurologis?

Sahabat Lansia, penurunan kognitif adalah kondisi yang kompleks. Studi ini tidak membuktikan bahwa melewatkan sarapan menyebabkan penurunan fungsi otak. Studi ini hanya menemukan adanya kaitan antara kebiasaan tersebut dengan risiko penurunan kognitif di kemudian hari.

“Otak membutuhkan energi agar bisa berfungsi optimal. Melewatkan sarapan mengganggu pasokan energi ke otak,” kata Raymond Romano, PhD, MPH, peneliti klinis dari Departemen Neurologi, Vanderbilt University Medical Center.

Jika otak tidak mendapat glukosa—gula darah—yang dibutuhkannya di pagi hari, kita bisa mengalami otak berkabut (brain fog) dan kesulitan berkonsentrasi, tambahnya.

Amit Sachdev, MD, MS, direktur medis pada Departemen Neurologi di Michigan State University, sependapat, “Otak membutuhkan gula darah. Otak tidak memiliki sumber energi lain yang signifikan.”

Karena kadar gula darah bergantung pada apa yang kita makan, maka pola makan teratur dan seimbang sangat membantu dalam menyediakan apa yang dibutuhkan tubuh—termasuk otak, tambah Sachdev.

[ Awet Muda dengan Sarapan Berkualitas Setiap Pagi ]
[ Kebiasaan Sarapan yang Buruk Bikin Cepat Tua ]

 

TIPS MENGURANGI RISIKO PENURUNAN KOGNITIF

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penurunan kognitif—salah satunya adalah menjalani gaya hidup sehat.

“Kesehatan secara keseluruhan sangat penting bagi kesehatan otak. Dukung tubuh dengan rutinitas, keseimbangan, olahraga, dan perawatan kesehatan yang baik,” kata Sachdev.

Dari sisi pola makan, Asosiasi Alzheimer merekomendasikan dua pola makan utama, yaitu diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) dan diet Mediterania.

Diet DASH menekankan konsumsi sayur, buah, produk susu tanpa lemak atau rendah lemak, biji-bijian utuh, ikan, unggas, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak nabati. Pada saat yang sama, diet ini membatasi asupan natrium, makanan dan minuman manis, serta daging merah.

Diet Mediterania menyarankan membatasi daging merah dan lebih banyak mengonsumsi biji-bijian utuh, buah, sayur, ikan, serta lemak sehat, seperti kacang-kacangan dan minyak zaitun.

[ Diet MIND Melindungi Otak dari Penyakit Alzheimer ]

Bila Sahabat Lansia ingin mulai makan lebih sehat demi otak, Romano menyarankan memulai dari perubahan kecil terlebih dahulu—mengurangi konsumsi daging merah, memperbanyak makan buah dan sayuran, serta memilih sumber lemak sehat dari makanan, seperti kacang dan ikan.

Sarapan bukan hanya soal mengisi energi di pagi hari, tetapi juga bisa menjadi kebiasaan penting untuk menjaga kesehatan otak. (*)

 

Sumber:
Food & Wine (13/1/2025)

 

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.