Osteoartritis (OA) merupakan penyebab nyeri sendi yang paling sering dialami lansia. Kondisi ini berkembang secara bertahap ketika tulang rawan sendi mulai menipis dan kehilangan fungsinya. Agar lebih memahami perbedaannya dengan osteoporosis, penting mengetahui apa saja penyebab dan faktor risiko OA.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, sering dianggap sama, osteoporosis dan osteoartritis adalah dua kondisi berbeda. Karena itu, penyebab dan faktor risikonya pun tidak sama.
Pada artikel sebelumnya telah dibahas penyebab dan faktor risiko osteoporosis. Berikut ini giliran penyebab dan faktor risiko osteoartritis (OA).
Baca Juga:
* Osteoporosis vs Osteoartritis #1: Berbeda tetapi Sering Disamakan
* Osteoporosis vs Osteoartritis #2: Mengenali Perbedaan Gejalanya
Penyebab Osteoartritis Tidak Semuanya Diketahui
Osteoartritis (OA) terjadi ketika tulang rawan yang melapisi sendi terkikis seiring waktu, sehingga tulang-tulang saling bergesekan saat sendi yang terdampak digunakan.
Melansir Healthline, OA dibedakan menjadi primer dan sekunder. Dokter menyebut OA primer jika penyebabnya tidak diketahui, sedangkan OA sekunder disebabkan oleh cedera atau kondisi tertentu yang mendasarinya.
OA primer lebih umum daripada OA sekunder. Kondisi ini biasanya berkembang perlahan akibat keausan sendi seiring waktu dan paling sering menyerang lansia di atas 65 tahun. OA paling sering terjadi pada sendi lutut, leher, pinggul, punggung bawah, dan tangan.
Para peneliti memperkirakan sekitar 3,3—3,6 persen populasi dunia menderita OA.
Faktor Risiko Osteoartritis
Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami OA meliputi:
- cedera sendi,
- penggunaan berlebihan,
- obesitas,
- menjadi perempuan—terutama di atas 50 tahun,
- pertambahan usia,
- riwayat keluarga dengan OA,
- etnis—beberapa populasi Asia memiliki risiko lebih rendah.
Baca Juga:
Mengapa Perempuan Lebih Berisiko Mengalami Osteoartritis?
Selain itu, beberapa faktor lain yang juga dapat berkontribusi terhadap perkembangan OA, di antaranya:
- kelemahan otot,
- pekerjaan yang terlalu berat secara fisik,
- kekuatan otot paha depan yang rendah,
- kadar hormon seks yang rendah,
- kepadatan tulang yang rendah,
- pola makan yang tidak memadai.
Sahabat Lansia, mengetahui penyebab dan faktor risiko osteoartritis (OA) membantu kita memahami mengapa kondisi ini lebih sering muncul pada lansia atau orang dengan riwayat tertentu.
Dengan pemahaman ini, kita bisa lebih peka terhadap perubahan pada sendi dan menyadari faktor-faktor yang mungkin meningkatkan kemungkinan munculnya OA. (*)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




