Dua istilah ini sering kali tertukar penggunaannya, bahkan dianggap sebagai penyakit yang sama. Padahal, osteoporosis dan osteoartritis memengaruhi bagian tubuh yang berbeda.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, dua istilah ini—osteoartristis dan osteoporosis—sering kali tertukar penggunaannya. Bahkan, tak jarang digunakan untuk merujuk satu kondisi tertentu. Padahal, keduanya memengaruhi tubuh secara berbeda.
OSTEOPOROSIS BERKAITAN DENGAN TULANG
Osteoporosis adalah penyakit tulang yang menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh, sehingga lebih mudah retak atau patah. Kondisi ini terjadi karena massa dan kepadatan tulang menurun seiring waktu.
Umumnya, orang baru menyadari mengidap penyakit ini setelah mengalami patah tulang akibat cedera ringan. Itulah sebabnya, osteoporosis dikenal sebagai “penyakit diam”—diam-diam mematahkan tulang.
Osteoporosis juga dapat menyebabkan fraktur kompresi tulang belakang yang membuat tinggi badan berkurang. Tulang yang paling sering terdampak adalah pinggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang.
OSTEOARTRITIS MEMENGARUHI SENDI
Osteoartritis (OA) adalah penyakit sendi yang merupakan bentuk artritis (radang sendi) paling umum.
OA terjadi ketika tulang rawan—lapisan pelindung sendi—terkikis seiring waktu. Akibatnya, sendi terasa nyeri, bengkak, dan kaku.
Tulang rawan berfungsi sebagai pelumas dan peredam kejut untuk membantu sendi bergerak lancar tanpa rasa sakit. Ketika lapisan ini menipis, tulang akan saling bergesekan saat sendi digerakkan. Akibatnya, timbullah nyeri dan keterbatasan gerak.
Dampak OA bergantung pada sendi yang terdampak. Jika terjadi pada jari, nyeri muncul saat melakukan gerakan halus, seperti mengambil benda kecil atau membuka kemasan.
Bila mengenai lutut, nyeri akan terasa saat berjalan, berlari, atau berdiri dari posisi duduk, serta aktivitas lain yang mengharuskan menekuk lutut.
Meskipun dapat menyerang berbegai sendi, OA paling sering terjadi pada lutut, panggul, leher, punggung bawah, dan tangan. Baca selengkapnya di sini.
OA berkembang perlahan. Gejalanya dapat memburuk seiring waktu, sehingga mengganggu aktivitas dan kualitas hidup penderitanya.
DI MANA PERSAMAANNYA?
Berikut ini beberapa kesamaan antara osteoartritis (OA) dan osteoporosis:
- Keduanya merupakan penyakit degeneratif (berkembang secara bertahap).
- Lebih sering dialami oleh wanita pascamenopause.
- Gejala biasanya muncul setelah usia 50.
- Faktor genetik berperan—riwayat keluarga dengan OA atau osteoporosis meningkatkan risiko.
Sahabat Lansia, jika kamu merasa memiliki salah satu kondisi ini, penting untuk mengetahui perbedaannya agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
Perbedaan lainnya dari kedua kondisi ini akan dibahas pada artikel berikutnya. (*)
Sumber:
UCF Health
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




