OSTEOARTRITIS PALING SERING MENYERANG LIMA SENDI INI

OSTEOARTRITIS PALING SERING MENYERANG LIMA SENDI INI

Sendi yang sehat membuat kita tetap aktif di usia berapa pun. Namun, seiring waktu, osteoartritis bisa mulai mengganggu pergerakan. Yuk, kenali lima sendi yang paling sering diserang penyakit ini agar kita bisa menjaga kesehatannya sejak dini.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, osteoartritis—disingkat OA—dapat berkembang pada sendi mana pun, tetapi paling sering menyerang lima sendi berikut.

 

1 | Lutut

Gejala OA paling umum terjadi pada satu lutut akibat cedera, tetapi bisa juga pada kedua lutut.

Penderita mungkin merasakan nyeri saat berjalan, terutama saat menanjak atau naik tangga. Ketika menekuk atau meluruskan lutut terdengar suara gemeretak lembut.

 

2 | Pinggul

OA pada pinggul dapat menyebabkan nyeri di daerah selangkangan, bokong, dan bagian dalam lutut atau paha

Penderita mungkin merasa setiap gerakan sendi pinggul, seperti berjalan atau berdiri, dapat menyebabkan kesulitan atau ketidaknyamanan. Pinggul juga bisa terasa “mengunci” dalam posisi tertentu.

 

3 | Punggung Bawah

Tanda-tanda awal OA pada punggung bawah atau tulang belakang adalah nyeri dan kaku pada punggung atau leher.

Gejala dapat bervariasi dari orang ke orang. Yang paling umum adalah kaku, terutama di pagi hari atau setelah beristirahat, serta bunyi berderak atau bergesekan saat menggerakkan punggung atau leher.

4 | Tangan

OA pada tangan umumnya memengaruhi tiga bagian tangan, yaitu dasar ibu jari, sendi atas jari yang terdekat dengan kuku, dan sendi tengah jari.

Penderita mungkin merasakan:

  • Nyeri yang datang dan pergi, lalu menjadi lebih konstan seiring perkembangan OA.
  • Kekakuan dan kesulitan membuka serta menutup jari sepenuhnya.
  • Bunyi berderak atau berderit pada sendi, dikenal sebagai crepitus.
  • Pembengkakan pada jari.
  • Benjolan yang berkembang pada sendi jari, baik di sendi tengah maupun dekat ujung jari.
  • Deformitas sendi.
  • Kelemahan

 

5 | Leher

OA pada leher disebabkan oleh degenerasi sendi, vertebra (tulang belakang), dan cakram tulang belakang. Dokter menyebut kondisi ini sebagai artritis leher, osteoartritis servikal, atau spondilosis servikal.

Gejalanya dapat bervariasi—dari tanpa keluhan berarti hingga menimbulkan nyeri, kaku, atau peradangan pada leher.

Nyeri leher akibat OA cenderung memburuk setelah beraktivitas dan penderita dapat mengembangkan tonjolan tulang (bone spurs).

Komplikasi seperti kehilangan koordinasi dapat terjadi jika sumsum tulang belakang terjepit.

Sahabat Lansia, dengan memahami sendi mana yang paling rentan terhadap osteoartritis (OA), kita bisa mengenali gejalanya lebih dini, merawat sendi dengan lebih baik, dan tetap aktif menikmati hidup di usia lanjut.

Kenali juga gejala dan faktor risiko osteoartritis di sini. (*)

 

Sumber:
Medical News Today

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.