Banyak orang masih salah paham tentang Alzheimer. Bulan Alzheimer Sedunia menjadi momen penting untuk meluruskan mitos dan memahami faktanya agar kita bisa lebih peduli dan berupaya menurunkan risiko atau menunda kemunculannya.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, Alzheimer sering dikaitkan hanya dengan pikun atau lupa pada lansia. Padahal, penyakit ini jauh lebih kompleks. Untuk memperingati Bulan Alzheimer Sedunia, mari kita kenali beberapa mitos yang masih beredar, sekaligus fakta yang sebenarnya.
Mitos 1: Kehilangan ingatan adalah bagian normal dari penuaan.
Fakta: Kelupaan ringan memang bisa terjadi seiring bertambahnya usia. Misalnya, lupa meletakkan kunci atau sesekali lupa nama.
Namun, kehilangan ingatan yang berkaitan dengan Alzheimer lebih parah dan persisten.
Gejalanya antara lain: lupa peristiwa penting, menanyakan hal yang sama berulang kali, dan tersesat di tempat-tempat yang sudah familiar.
Perubahan ini bukanlah bagian normal dari penuaan dan memerlukan evaluasi medis.
Mitos 2: Hanya lansia yang terkena penyakit Alzheimer.
Fakta: Meskipun usia merupakan faktor risiko terbesar, tetapi Alzheimer juga dapat menyerang orang yang lebih muda. Kondisi ini dikenal sebagai Alzheimer dini dan dapat muncul pada usia 40-an atau 50-an.
Meskipun jarang, ribuan orang di dunia mengalaminya. Alzheimer, pada usia berapa pun, adalah gangguan otak progresif yang menurunkan fungsi kognitif secara signifikan.
Mitos 3: Alzheimer hanya soal lupa sesuatu.
Fakta: Kehilangan ingatan hanyalah salah satu gejala. Alzheimer memengaruhi banyak area otak, termasuk:
- Bahasa (kesulitan menemukan kata atau mengikuti percakapan).
- Penilaian (pengambilan keputusan yang keliru, misalnya dalam keuangan atau keselamatan).
- Suasana hati dan kepribadian (peningkatan kecemasan, mudah tersinggung, atau depresi).
- Kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari (memasak, mengemudi, atau mengelola obat-obatan).
Seiring perkembangan penyakit, kemandirian dan kualitas hidup bisa sangat terganggu.
Mitos 4: Tidak ada yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko.
Fakta: Meskipun saat ini belum ada obat untuk Alzheimer, penelitian menunjukkan, gaya hidup sehat dapat menurunkan risiko atau menunda timbulnya Alzheimer.
Beberapa cara yang terbukti bermanfaat, antara lain:
- Aktivitas fisik teratur (meningkatkan aliran darah ke otak).
- Diet sehat jantung (seperti diet Mediterania atau DASH).
- Keterlibatan kognitif (mempelajari keterampilan baru, teka-teki, membaca).
- Sleep hygiene yang baik.
- Koneksi sosial.
- Mengelola kondisi kronis seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi.
Mitos 5: Semua masalah ingatan berarti Alzheimer.
Fakta: Tidak semua masalah memori disebabkan oleh Alzheimer. Evaluasi medis yang tepat sangat penting untuk menentukan penyebabnya yang jelas agar bisa ditangani dengan tepat.
Banyak kondisi yang dapat menyebabkan hilangnya memori atau masalah kognitif, seperti:
- Stres dan kecemasan.
- Depresi
- Masalah tiroid.
- Efek samping obat.
- Kekurangan vitamin B12.
- Gangguan tidur.
Sahabat Lansia, memahami Alzheimer dengan benar sangat penting agar kita tidak terjebak mitos. Dengan mengetahui fakta, kita bisa lebih waspada, mendukung orang yang terkena, dan menjaga kesehatan otak sejak dini. (*)
Sumber:
Artemis Hospitals
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




