Kesehatan mental merupakan bagian penting dari penuaan sehat. Simak cara menjaga kesehatan mental lansia agar hidup tetap bermakna dan penuh semangat
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, menua dengan sehat bukan cuma soal fisik, tetapi juga mental. Kesehatan mental yang baik akan membantu kita menjalani hari tua dengan semangat, harapan, dan makna.
Tak dapat dimungkiri, seiring bertambahnya usia, kita menghadapi tantangan baru—seperti pensiun, kehilangan orang terkasih, atau keterbatasan fisik. Semua itu dapat memengaruhi kesehatan emosional dan psikologis kita.
Namun, semua tantangan itu juga membawa peluang. Peluang untuk menjadi lebih tangguh, lebih bijak, dan menemukan cara-cara baru guna memperoleh kegembiraan dan tujuan hidup.
Lantas, bagaimana caranya agar kita dapat memiliki mental yang sehat saat menua?
# KUATKAN MENTAL DENGAN 7 TANDA PENUAAN SEHAT
Sahabat Lansia, kesehatan mental tidak bisa dilepaskan dari pola hidup sehat. Jika kita telah memiliki ketujuh tanda penuaan sehat berikut, maka kita sudah menyiapkan fondasi mental yang kuat:
- Tanda #1: Bersikap Positif
- Tanda #2: Hubungan Sosial yang Kuat
- Tanda #3: Bersemangat Melakukan yang Disukai
- Tanda 4#: Belajar Hal-Hal Baru
- Tanda #5: Tidur Berkualitas
- Tanda #6: Kuat dan Lincah
- Tanda #7: Makan dengan Bijak
Langkah selanjutnya, mari kita perkuat dengan beberapa cara berikut agar mental kita tetap sehat.
# MEMBATASI KONSUMSI MEDIA
Di era digital saat ini, kita bisa mengakses berita kapan saja. Namun, paparan berita negatif yang terus-menerus bisa membuat kita cemas, stres, dan merasa tidak berdaya.
Menurut survei Grow Therapy, sebanyak 99,6% terapis menyatakan, konsumsi berita dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental. Maka, penting bagi kita untuk mengenali pengaruh media terhadap suasana hati.
Jika merasa gelisah setelah membaca atau menonton berita—atau jika tidur atau nafsu makan terpengaruh—coba membatasi waktu paparan. Misalnya, cukup 10 menit di pagi hari untuk mengetahui kabar terbaru. Setelah itu, beralihlah pada kegiatan lain yang menyenangkan.
# TAK HENTI BERSYUKUR
Mengucap syukur membuat kita lebih bahagia. Ini telah dibuktikan oleh penelitian bahwa rasa syukur memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kebahagiaan kita secara keseluruhan dan bahkan dapat meningkatkan kesehatan kita.
Rasa syukur membuat kita fokus pada apa yang kita miliki, bukan pada yang hilang atau kurang. Apalagi di usia lanjut, ketika kondisi kesehatan atau situasi hidup bisa berubah.
Dalam masa sulit sekalipun, rasa syukur menolong kita untuk melihat sisi positif dan menumbuhkan ketahanan batin.
Jadikan rasa syukur sebagai sikap hidup, bukan hanya saat segalanya berjalan baik.
Mempraktikkan rasa syukur secara rutin—baik dalam doa, tulisan, atau obrolan hangat—membantu kita untuk lebih tahan banting menghadapi tantangan hidup.
Bahkan terhadap hal-hal yang tidak ideal, kita bisa belajar mengucap: “Terima kasih karena aku masih diberi kekuatan menjalaninya.”
# MENETAPKAN RUTINITAS HARIAN
Manusia secara alami cenderung merasa lebih tenang jika hidupnya terstruktur dan dapat diprediksi. Rutinitas memberi rasa aman dan stabil.
Meski hidup lansia bisa terasa lebih longgar, bukan berarti kita biarkan hari-hari berjalan tanpa arah. Buatlah rutinitas harian yang mencakup aktivitas fisik, sosial, spiritual, atau hobi, dan lainnya.
Kalau merasa bosan, kita bisa menyegarkan rutinitas dengan menambahkan kegiatan baru, seperti mencoba hobi seni, memasak resep baru, mengikuti kelas daring, atau sekadar menulis jurnal harian.
# JANGAN RAGU CARI BANTUAN PROFESIONAL
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, sekitar 14% orang berusia 60 ke atas mengalami gangguan mental, seperti depresi dan kecemasan. Bahkan, seperempat kematian akibat bunuh diri terjadi pada kelompok lansia.
Sahabat Lansia, jika kamu merasa sedih terus-menerus, kehilangan minat, gelisah, atau kesepian berkepanjangan—jangan dipendam sendiri. Bicarakan dengan tenaga kesehatan atau konselor. Mereka bisa membantu mengevaluasi gejala, memberi dukungan, dan bila perlu memberikan pengobatan.
Sekarang banyak penyedia layanan kesehatan yang menawarkan telemedicine, yaitu konsultasi dari rumah lewat video atau telepon. Ini bisa jadi pilihan praktis dan aman, terutama bagi lansia yang kesulitan bepergian.
Yang juga penting, jangan lupa minum obat tepat waktu, ya.
Baik itu obat dari dokter untuk menenangkan pikiran maupun obat untuk penyakit—seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau nyeri sendi. Semuanya saling berkaitan dan ikut memengaruhi suasana hati kita.
Kadang, kita merasa sudah lebih baik lalu ingin berhenti minum obat. Sebaiknya jangan buru-buru, ya. Ikuti dulu petunjuk dari tenaga kesehatan agar kondisi kita tetap stabil dan terjaga.
MENTAL SEHAT, HIDUP LEBIH NIKMAT
Sahabat Lansia, menua dengan sehat bukan hanya soal fisik yang kuat, tetapi juga tentang jiwa yang tenang dan hati yang bahagia.
Dengan menjaga kesehatan mental, kita bisa menjalani hari tua dengan lebih berarti—penuh rasa syukur, harapan, dan tujuan hidup.
Usia boleh bertambah, tapi semangat dan makna hidup tak harus berkurang. Ingatlah, kesehatan mental adalah bagian penting dari penuaan sehat.
Mari kita jalani hari-hari dengan hati yang ringan, pikiran yang tenang, dan harapan yang selalu hidup. Karena lansia yang sehat mental adalah lansia yang siap menikmati hidup, apa pun keadaannya. (*)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




