Menjadi lansia bukan berarti kehilangan semangat hidup. Justru di usia inilah kita bisa menikmati hidup dengan lebih bijak dan tenang. Salah satu tandanya adalah berpikir positif terhadap proses penuaan itu sendiri.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, kita semua tentunya ingin menua dengan sehat. Namun, bagaimana kita tahu bahwa kita sedang menua dengan sehat? Salah satu tandanya adalah memiliki sikap positif terhadap proses penuaan itu sendiri.
Coba renungkan sejenak, apa yang terlintas di pikiran saat mendengar kata “lansia”?
Banyak dari kita mungkin langsung teringat pada hal-hal, seperti pikun, lemah, atau mudah marah. Padahal, itu hanyalah stereotip yang sudah terlalu lama melekat, bukan kenyataan yang harus diterima begitu saja.
Kalau kita ikut-ikutan percaya pada anggapan negatif itu, hati-hati, lo—hal tersebut bisa jadi ramalan yang kita wujudkan sendiri tanpa sadar.
PANDANGAN NEGATIF BISA PENGARUHI KESEHATAN
Berbagai penelitian menunjukkan, banyak masalah kesehatan yang selama ini dianggap murni akibat penuaan, sebenarnya sangat dipengaruhi oleh cara kita memandang usia.
Temuan tersebut dijelaskan Becca Levy, peneliti sekaligus profesor psikologi dan epidemiologi di Universitas Yale, dalam bukunya, Breaking the Age Code: How Your Beliefs About Aging Determine How Long & Well You Live.
Penelitian menunjukkan, orang yang memiliki keyakinan negatif tentang penuaan lebih mungkin mengalami kejadian kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke, stres kronis, masalah berjalan dan keseimbangan, gangguan memori, serta penyakit jiwa, seperti depresi dan kecemasan.
Yang mengejutkan, pandangan kita terhadap penuaan juga bisa menentukan seberapa panjang umur kita, lo!
Sebuah studi penting yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan, orang yang berpikir positif tentang penuaan bisa hidup sekitar tujuh setengah tahun lebih lama daripada mereka yang berpikiran negatif.
Lebih dari itu, para peneliti juga menemukan, dampak sikap positif terhadap usia ternyata lebih kuat dibandingkan faktor-faktor lain yang biasanya dikaitkan dengan umur panjang, seperti kadar kolesterol rendah, tekanan darah terkontrol, berat badan ideal, atau kebiasaan tidak merokok.

SIKAP POSITIF PERPANJANG UMUR
Dokter spesialis geriatri, John A. Batsis, punya pandangan menarik tentang hal ini.
“Usia hanyalah angka, tetapi bagaimana perasaan Anda terhadapnya sangatlah penting,” kata profesor madya di divisi kedokteran geriatri di Fakultas Kedokteran UNC ini.
Ia bercerita, ada orang-orang berusia 60-an yang sudah merasa tua dan tidak bersemangat, tapi ada juga yang sudah mendekati usia 90 dan tetap merasa muda, aktif, serta optimis.
Menurutnya, memiliki pandangan positif dan sesuatu yang dinanti-nantikan setiap hari sangat membantu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup.
Sikap positif terhadap penuaan bahkan terbukti dapat menurunkan risiko demensia.
Meg Selig, seorang konselor pensiunan mengatakan, orang-orang yang memiliki pandangan positif tentang usia cenderung lebih peduli pada diri mereka sendiri.
“Mereka membayangkan masa depan yang aktif, bahagia, dan bermakna. Mereka tidak takut dengan penuaan, sehingga mengurangi kadar zat kimia stres yang berbahaya dalam darah,” ungkap penulis buku Silver Sparks: Thoughts on Growing Older, Wiser, and Happier ini.
YUK, UBAH CARA PANDANG KITA
Sahabat Lansia, mulai sekarang, yuk, kita ubah cara pandang kita tentang usia. Tua bukan berarti lemah atau tidak berguna. Justru dengan sikap positif, kita bisa menjalani hari-hari dengan lebih sehat, lebih panjang umur, dan lebih bahagia.
Yuk, kita jadikan setiap usia sebagai fase yang bermakna dan penuh semangat! (*)
TANDA PENUAAN SEHAT
Tanda #2: Hubungan Sosial yang Kuat
Sumber:
AARP
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




