Tanda #2 Penuaan Sehat: HUBUNGAN SOSIAL YANG KUAT

Tanda #2 Penuaan Sehat: HUBUNGAN SOSIAL YANG KUAT

Salah satu tanda penting dari penuaan sehat adalah memiliki hubungan sosial yang kuat. Tanpa disadari, koneksi dengan orang lain bisa menjadi sumber kekuatan dan kebahagiaan yang luar biasa seiring bertambahnya usia.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, menua itu pasti, tapi menua dengan sehat adalah sebuah pilihan. Salah satu tanda penting dari penuaan sehat adalah memiliki hubungan sosial yang kuat.

Seiring bertambahnya usia, rasa sepi dan kesendirian bisa datang tanpa disadari. Oleh karena itu, menjaga hubungan dengan orang-orang di sekitar menjadi semakin penting.

Sebuah laporan dari National Academies of Sciences, Engineering and Medicine mengungkap, lebih dari sepertiga orang berusia 45 ke atas merasa kesepian dan seperempat dari mereka yang berusia 65 ke atas bahkan terisolasi secara sosial.

Ini bukan angka yang kecil. Bagi sebagian besar lansia, kehilangan pasangan, pensiun dari pekerjaan, atau anak-anak yang tinggal jauh bisa membuat kehidupan sosial perlahan memudar.

Studi Menemukan, Kesepian Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Parkinson )

 

TETAP TERHUBUNG, TETAP SEHAT

Lebih dari sekadar rasa sepi, kesendirian ternyata berkaitan langsung dengan kesehatan fisik dan mental.

Ahli bedah umum Amerika Serikat, Dr. Vivek Murthy, dalam laporannya tahun 2023, Our Epidemic of Loneliness and Isolation, menyebutkan, kesepian berkaitan dengan risiko lebih besar terhadap penyakit kardiovaskular, demensia, stroke, depresi, kecemasan, dan kematian dini.

Sebaliknya, penelitian menunjukkan, orang dengan dukungan sosial yang kuat justru lebih bahagia, lebih sehat, dan berumur panjang.

Sebuah tinjauan terhadap 148 penelitian menemukan, orang-orang dengan hubungan sosial yang kuat memiliki peluang bertahan hidup hingga 50% lebih tinggi.

( Kesepian dan Isolasi Sosial Meningkatkan Risiko Kehilangan Memori Seiring Bertambahnya Usia )

 

TIDAK HARUS SUPEL, ASAL TETAP TERHUBUNG

Sebagian dari kita mungkin merasa, “Ah, saya bukan orang yang pandai bergaul.”

Tenang saja… kita enggak harus menjadi social butterfly—orang yang sangat aktif dan punya banyak teman—untuk merasakan manfaat dari koneksi sosial.

Yang penting adalah memiliki komunitas yang mendukung, tempat kita merasa diterima, dihargai, dan bisa berbagi cerita. Ini sangat penting untuk penuaan yang sehat.

Menurut Cristina Del Toro Badessa, seorang dokter dan pakar umur panjang, mereka yang aktif dalam kegiatan sosial, seperti menjadi relawan, atau sekadar mengobrol dengan orang terdekat cenderung memiliki kesehatan emosional yang lebih baik.

Keterlibatan sosial ini memberikan rasa memiliki dan dukungan yang dapat meningkatkan suasana hati, mengurangi stres, dan memperlambat penurunan daya ingat seiring usia.

Hubungan sosial yang kuat membuat hidup jadi lebih bermakna, bahkan berkorelasi dengan umur yang lebih panjang.

 

 

OBROLAN SEDERHANA, LATIHAN UNTUK OTAK

Hubungan sosial bukan cuma membuat hati senang, tetapi juga dapat membantu menjaga kesehatan otak.

Dr. Lee Lindquist, Kepala Geriatri di Northwestern Medicine di Chicago, menjelaskan bahwa otak itu seperti otot. Jika tidak digunakan, lama-lama bisa melemah.

Kalau kita jarang berbicara, tidak berinteraksi dengan orang lain, otak kita bisa menjadi tumpul, seperti mesin yang jarang dipakai.

Sebaliknya, kegiatan sederhana, seperti mengobrol dengan tetangga, menelepon teman atau kerabat, mengikuti kegiatan daring, seperti Zoom, atau bergabung dengan klub buku, ternyata sangat bermanfaat.

Aktivitas ini membuat otak tetap aktif karena kita diajak berpikir, mengingat, merespons, dan memahami. Semua itu menjadi semacam senam otak yang alami.

 

YUK, MULAI DARI SEKARANG!

Sahabat Lansia, tidak ada kata terlambat untuk mulai menjalin kembali hubungan dengan orang lain.

Bila sudah lama tidak berkabar dengan teman lama, cobalah hubungi. Bila belum pernah ikut kegiatan di lingkungan sekitar, mulailah hadir. Bahkan, sekadar menyapa tetangga di pagi hari bisa menjadi awal dari ikatan sosial yang sehat.

Bila Sahabat Lansia tinggal sendiri, usahakan untuk berbicara dengan seseorang setiap hari. Bisa lewat telepon, bertemu langsung, atau bergabung dalam kegiatan kelompok yang sesuai dengan minat.

Jika sudah pensiun, mendapatkan pekerjaan paruh waktu atau menjadi sukarelawan juga dapat memberikan kesempatan untuk bertemu orang baru dan memperluas lingkaran pertemanan. (*)

 

TANDA PENUAAN SEHAT

Tanda #1: Bersikap Positif

Tanda #3: Bersemangat Melakukan yang Disukai

Sumber:
AARP (14/12/2023)
HuffPost (14/12/2023)
Real Simple (21/5/2025)

 

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.