Makanan berperan penting terhadap kesehatan. Makanan yang kita konsumsi dapat membantu melindungi terhadap penyakit kronis. Apa saja makanan terbaik seiring bertambahnya usia?
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, “Kita adalah apa yang kita makan.” Masih ingat, kan, dengan ungkapan ini? Makanan berperan penting terhadap kesehatan. Melansir WebMD (21/2/2025), inilah sejumlah makanan terbaik seiring bertambahnya usia.
⚫ Biji-bijian Utuh (Whole Grains)
Biji-bijian utuh merupakan sumber serat yang baik dan kaya akan vitamin B, yang semakin kita butuhkan seiring bertambahnya usia.
Serat adalah jenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh. Selain bermanfaat meredakan sembelit, serat juga memiliki manfaat kesehatan lainnya, dari mengendalikan berat badan hingga melindungi jantung.
Asupan serat harian yang dianjurkan adalah 30 gram untuk pria 51 tahun ke atas dan sekitar 21 gram untuk wanita.
Vitamin B6 dan folat (B9) yang terkandung dalam bijian-bijian utuh merupakan kunci untuk menjaga kesehatan otak. Kekurangan vitamin B6 sedikit saja dapat membuat perbedaan yang berarti.
Biji-bijian utuh juga dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung, kanker, dan diabetes.
⚫ Kacang-kacangan
Meski ukurannya kecil, khasiatnya luar biasa. Jenis kacang pohon, seperti kacang almond, kenari, kacang mete, kacang pecan, dan pistachio memiliki khasiat anti-penuaan yang besar.
Camilan renyah ini mengandung nutrisi khusus yang dapat membantu menunda atau mencegah penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, penyakit saraf, dan beberapa jenis kanker yang berkaitan dengan usia.
Kacang juga melindungi otak seiring bertambahnya usia. Sebagai salah satu sumber utama asam lemak omega-3, kacang membantu melindungi terhadap penurunan kognitif, penyakit Alzheimer dan demensia.
Kacang (dan biji-bijian) juga merupakan sumber protein tinggi yang dapat mendukung berat badan sehat.

⚫ Ikan Berlemak
Ikan berlemak, seperti salmon, tuna albacore, herring, dan ikan trout budidaya harus ada dalam menu makanan kita dua kali seminggu. Ini karena ikan-ikan tersebut mengandung banyak DHA, asam lemak omega-3 yang baik untuk otak.
Kadar DHA yang rendah telah dikaitkan dengan penyakit Alzheimer. Namun, bila kita mengonsumsinya dalam jumlah yang cukup, daya ingat dan kemampuan untuk mempelajari hal-hal baru akan meningkat.
Jika Sahabat Lansia tidak makan atau menyukai ikan, maka alga, kacang kenari, biji rami, dan biji chia juga merupakan sumber DHA yang baik.
⚫ Produk Susu
Kalsium dalam susu menjaga kesehatan tulang kita. Seiring bertambahnya usia, kalsium juga dapat menurunkan risiko osteoporosis, kanker usus besar, dan tekanan darah tinggi.
Setelah usia 50, kita membutuhkan 1.200 miligram kalsium setiap hari. Jumlah ini dapat kita peroleh dari produk susu bebas lemak dan rendah lemak.
Tentu saja, susu dan keju bukanlah satu-satunya pilihan. Kita tetap dapat memenuhi kebutuhan kalsium melalui makanan, seperti yoghurt, minuman beras dan kedelai, jus jeruk yang diperkaya, dan tahu.
Produk susu juga kaya akan protein yang berguna dalam melawan hilangnya massa otot alami yang terjadi seiring bertambahnya usia. Disarankan mengonsumsi protein dalam makanan “asli”, seperti produk susu, telur, dan daging tanpa lemak.
Rempah-rempah
Rempah-rempah tidak hanya memberi rasa pada makanan, rempah-rempah memiliki antioksidan yang membantu kita tetap sehat selama bertahun-tahun.
Bawang putih, misalnya, membantu menjaga pembuluh darah tetap terbuka. Kayu manis dapat membantu menurunkan kolesterol dan trigliserida (lemak darah).
Kunyit dapat melindungi dari depresi dan penyakit Alzheimer, juga mungkin memiliki kekuatan antikanker.
Gunakan rempah-rempah segar atau kering. Jika hendak mengonsumsu rempah-rempah dalam bentuk suplemen, selalu konsultasikan lebih dulu dengan dokter.
Berikutnya ….
( Berat Badan Sehat Dimulai dari Nutrisi yang Baik )
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




