Cukup Gizi Meski Tanpa Daging: Panduan Nutrisi bagi Vegetarian

Cukup Gizi Meski Tanpa Daging: Panduan Nutrisi bagi Vegetarian

Menjadi vegetarian bukan berarti kekurangan gizi. Dengan pemilihan makanan yang cermat, semua kebutuhan nutrisi tetap bisa terpenuhi. Ketahui nutrisi penting yang harus diperhatikan agar tubuh tetap sehat meski tanpa daging.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, diet vegetarian adalah pola makan nabati tanpa daging, ikan, dan unggas, tetapi masih dapat mengonsumsi susu dan telur.

Meski pola makan tanpa daging bisa menyehatkan, kaum vegetarian perlu memastikan mendapatkan cukup nutrisi yang diperlukan tubuh.

Ada enam jenis pola makan vegetarian. Apa pun jenis pola makan tanpa daging yang dijalani, pastikan asupan beberapa nutrisi berikut tetap tercukupi.

 

1. Protein

Membantu menjaga kesehatan otot, tulang, kulit, dan organ.

Sumber: Produk kedelai (tahu, tempe), edamame, kacang-kacangan, selai kacang, lentil, biji-bijian (seeds), polong-polongan, biji-bijian utuh berprotein tinggi (whole grains) seperti quinoa, burger vegetarian dengan kandungan protein minimal 5 gram, serta produk nabati pengganti daging.

Sumber lainnya adalah telur dan susu bagi vegetarian yang mengonsumsinya.

 

2. Zat Besi

Penting untuk pembentukan sel darah merah.

Sumber: Lentil, buncis, kacang merah, sayuran hijau tua, sereal dan roti gandum yang diperkaya, makanan berbahan dasar kedelai, serta buah kering seperti prem dan aprikot.

Karena tubuh sulit menyerap zat besi nabati, konsumsilah bersama makanan kaya vitamin C, seperti paprika, stroberi, jeruk, tomat, kubis, dan brokoli.

Zat besi juga bisa diperoleh dari telur bagi vegetarian yang mengonsumsinya.

 

3. Seng (Zinc)

Membantu pertumbuhan sel serta mendukung sistem kekebalan tubuh dan penglihatan.

Sumber: biji-bijian utuh, produk kedelai, lentil, kacang almond, kenari, dan bibit gandum.

Seperti zat besi, seng tidak mudah diserap dari sumber nabati dibandingkan dari produk hewani.

Bagi pescatarian, seng juga dapat diperoleh dari ikan, termasuk kepiting dan udang.  Telur dan produk susu (keju dan yoghurt) juga sumber seng bagi vegetarian yang mengonsumsinya.

 

4. Kalsium

Penting untuk kekuatan tulang dan gigi, serta membantu mencegah osteoporosis.

Sumber: Susu dan produk olahannya mengandung kalsium tertinggi. Bagi vegetarian yang tidak mengonsumsinya, kalsium dapat diperoleh dari sayuran berdaun hijau tua (seperti sawi hijau, kale, bayam, brokoli, dan bok choy), tahu, edamame, kacang almond, tahini, wijen, serta beberapa produk nabati yang diperkaya kalsium (seperti susu kedelai, susu almond, jus jeruk, dan sereal).

 

5. Vitamin D

Penting untuk kesehatan tulang.

Sumber: Susu sapi, beberapa merek susu nabati, sereal, dan margarin, serta paparan sinar matahari. Bila asupannya rendah, konsultasikan penggunaan suplemen vitamin D.

 

6. Vitamin B12

Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan anemia, kebutaan, kelemahan otot, sensasi kesemutan, dan mati rasa.

Sumber: Secara alami vitamin B12 hanya terdapat pada produk hewani. Kaum vegan perlu mendapatkannya dari makanan atau minuman yang difortifikasi, seperti sereal, susu nabati, dan produk pengganti daging. Disarankan mengonsumsi suplemen B12 sesuai anjuran dokter.

 

7. Riboflavin (Vitamin B2)

Riboflavin berperan penting dalam menjaga kesehatan mata, sistem saraf, kulit, saluran pencernaan, dan otak, serta membantu pembentukan sel darah.

Sumber: Kacang almond, sereal yang diperkaya, susu sapi, yoghurt, jamur, dan susu kedelai.

 

8. Asam Lemak Omega-3

Bagi vegetarian yang tidak makan ikan, pertimbangkan sumber nabati yang diperkaya DHA dan EPA—dua jenis asam lemak omega-3 yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung.

Sumber: Minyak kanola, biji rami giling, minyak biji rami, kacang kenari, minyak kenari, kacang kedelai, dan tahu.

 

9. Yodium

Diperlukan untuk hormon tiroid. Kekurangan dapat menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid (gondok).

Sumber: Garam beryodium dan rumput laut, terutama bagi vegetarian yang tidak mengonsumsi makanan laut atau produk susu.

 

Sahabat Lansia, menjalani pola makan vegetarian tidak berarti kekurangan gizi. Dengan perencanaan yang tepat dan pemilihan makanan yang beragam, kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi sehingga tubuh pun tetap sehat. (*)

 

Sumber:
* Mayo Clinic
* WebMD

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.