Apa rahasia umur panjang wanita tertua di dunia? Penelitian terbaru mengungkap faktor genetik dan gaya hidup yang membuat María Branyas, wanita tertua di dunia yang hidup sehat hingga 117 tahun.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, kamu tentu pernah mendengar tentang orang-orang yang dinobatkan sebagai pria atau wanita tertua di dunia. Mereka disebut supercentenarian, yaitu orang yang hidup hingga usia di atas 110.
Salah satunya adalah Maria Branyas, wanita asal Spanyol yang sempat menjadi manusia tertua di dunia sebelum meninggal tahun lalu pada usia 117.
Para ilmuwan menemukan rahasia di balik umur panjangnya: kombinasi gen “luar biasa” dan pola makan Mediterania yang sederhana.
Pola makan Branyas terdiri dari banyak sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta minyak zaitun. Ia tidak merokok, tidak minum alkohol, dan setiap hari menikmati tiga porsi yoghurt tawar tanpa gula.
Tim peneliti bersama para akademisi dari Universitas Leicester mengumpulkan sampel darah, air liur, dan feses Branyas saat berusia 116 tahun untuk menganalisis faktor genetik dalam tubuhnya.
Hasilnya sungguh mengesankan: Maria Branyas tidak menunjukkan tanda-tanda demensia dan memiliki usia biologis 23 tahun lebih muda daripada usia kronologisnya.

María Branyas, inspirasi umur panjang dan hidup sehat. (Foto: Wikimedia Commons)
Pola Makan Sederhana
Prof. Manel Esteller dari Josep Carreras Leukaemia Research Institute di Barcelona mengatakan Branyas memiliki banyak variasi gen yang menjaga kadar lipid darahnya tetap rendah. Hal ini melindungi jantung dan fungsi kognitifnya.
Tes darah juga menunjukkan metabolisme lipidnya termasuk yang paling efisien yang pernah tercatat. Lipid adalah zat mirip lemak yang ditemukan dalam darah dan jaringan tubuh, yang dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan kolesterol berlebih.
“Hal ini berkaitan dengan pola makan sederhananya serta gen yang dengan cepat memetabolisme molekul-molekul berbahaya,” ujar Prof. Esteller.
Kebiasaan Branyas mengonsumsi yoghurt tawar setiap hari turut membantu menjaga kadar probiotik bifidobacterium dalam tubuhnya, yang memiliki banyak manfaat anti-penuaan, termasuk mengurangi peradangan.
Dr. Thong Cao dari Departemen Ilmu Kardiovaskular di Universitas Leicester yang menganalisis sampel plasma darah Branyas, menemukan protein darahnya menunjukkan tingkat peradangan yang sangat rendah.
Data juga menunjukkan, ia memiliki kemampuan detoksifikasi dan respons antioksidan yang tinggi, yang menandakan tubuhnya memiliki mekanisme kuat untuk melawan stres pada tingkat seluler.
Pelajaran dari Maria Branyas
Sahabat Lansia, meski sains menemukan peran penting gen dalam diri Branyas, gaya hidupnya yang tenang dan seimbang juga berperan besar.
Selain faktor genetik dan keberuntungan, kepada Guinness World Records (GWR), Maria Branyas pernah mengungkap rahasia umur panjangnya, yaitu ketertiban, ketenangan, hubungan baik dengan keluarga dan teman, kontak dengan alam, stabilitas emosi, tidak ada kekhawatiran, tidak ada penyesalan, banyak hal positif, dan menjauhi orang-orang yang “beracun”.
GWR menobatkannya sebagai orang tertua di dunia yang masih hidup pada Januari 2023 setelah kematian biarawati Prancis, Suster André, pada usia 118 tahun. GWR mencatat Maria Branyas meninggal pada usia 117 tahun 168 hari. (*)
Penuaan Sehat: 5 Fakta yang Perlu Diketahui
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




