Apa yang Perlu Diketahui tentang ANTIOKSIDAN, RADIKAL BEBAS & STRES OKSIDATIF?

Apa yang Perlu Diketahui tentang ANTIOKSIDAN, RADIKAL BEBAS & STRES OKSIDATIF?

Antioksidan melindungi tubuh dari radikal bebas. Saat jumlah radikal bebas lebih banyak daripada antioksidan, terjadilah stres oksidatif yang dapat memicu berbagai penyakit kronis.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa kulit kita bisa tampak kusam atau tubuh terasa cepat lelah seiring bertambahnya usia, meski sudah makan sehat?

Salah satu penyebabnya bisa jadi adalah “pertarungan” tak terlihat antara sel-sel tubuh kita dengan molekul kecil bernama radikal bebas. Untungnya, tubuh memiliki senjata alami bernama antioksidan yang siap melindungi kita.

Mari kenali lebih dalam peran penting keduanya dan bagaimana ketidakseimbangan dapat memicu stres oksidatif.

 

ANTIOKSIDAN 

Antioksidan adalah molekul yang terdapat dalam tubuh dan ditemukan pada makanan nabati yang melawan stres oksidatif. Antioksidan bekerja melindungi sel-sel sehat dari serangan radikal bebas, sehingga tubuh dapat berfungsi optimal dan terhindar dari sakit.

Dua Jenis Utama Antioksidan: Endogen dan Eksogen

1. Endogen—Diproduksi sendiri oleh tubuh, misalnya enzim (seperti katalase/CAT) atau non-enzim (seperti bilirubin atau asam urat).

2. Eksogen—Tidak dapat diprodukdi tubuh, sehingga harus diperoleh dari makanan. Contohnya: fitokimia (seperti polifenol atau flavonoid), elemen jejak (seperti selenium, tembaga, seng, dan mangan), vitamin C dan E.

Kabar baiknya, mendapatkan antioksidan tidaklah sulit. Banyak buah, sayur, kacang-kacangan dan biji-bijian yang kaya antioksidan sehingga bisa dengan mudah menjadi bagian dari menu harian.

 

RADIKAL BEBAS 

Radikal bebas adalah adalah molekul reaktif yang sangat tidak stabil di dalam tubuh. Dalam jumlah kecil, radikal bebas membantu beberapa proses penting. Namun, jika jumlahnya berlebihan sehingga antioksidan tidak mampu menetralkannya, radikal bebas dapat menumpuk dan memicu penyakit.

Dua Sumber Radikal Bebas

1. Proses metabolisme normal—Tubuh menghasilkan radikal bebas saat memecah nutrisi untuk menghasilkan energi. Inilah salah satu alasan risiko penyakit meningkat seiring bertambahnya usia, sekalipun seseorang tidak terpapar zat beracun.

2. Paparan lingkungan berbahaya—Radikal bebas juga dapat terbentuk ketika tubuh terpapar karsinogen, seperti:

  • Asap tembakau.
  • Beberapa virus.
  • Polusi udara.
  • Radiasi medis.
  • Radiasi ultraviolet.
  • Radon
  • Zat dan bahan kimia lingkungan atau pekerjaan (misalnya, asbes dan vinil klorida).

 

STRES OKSIDATIF

Stres oksidatif terjadi ketika jumlah radikal bebas lebih banyak daripada antioksidan yang mampu menetralkannya. Ketidakseimbangan ini dapat merusak sel-sel sehat dan memicu berbagai penyakit kronis, seperti:

  • Alzheimer
  • Diabetes
  • Kanker
  • Parkinson
  • Penyakit jantung.

 

Sahabat Lansia, setelah mengenal “pemain utama” dalam tubuh ini, kita jadi tahu bahwa menjaga keseimbangan bukan hanya soal pola makan, tapi juga cara kita hidup setiap hari.

Dengan rajin mengonsumsi buah, sayur, dan kacang-kacangan kaya antioksidan, serta menghindari asap rokok atau polusi, kita dapat membantu tubuh memenangkan pertarungan melawan radikal bebas.

Langkah-langkah kecil hari ini akan menjadi investasi besar untuk kesehatan di masa depan. (*)

 

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.