Studi: KOMBINASI MAKANAN KAYA FLAVONOID BANTU KURANGI RISIKO PENYAKIT KRONIS

Studi: KOMBINASI MAKANAN KAYA FLAVONOID BANTU KURANGI RISIKO PENYAKIT KRONIS

Flavonoid ternyata bisa jadi senjata alami untuk melawan penyakit kronis. Dari teh hingga buah berwarna-warni, penelitian membuktikan, semakin beragam sumber flavonoid yang kita konsumsi, semakin besar pula manfaatnya bagi kesehatan.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, demi kesehatan, sebaiknya konsumsi lebih banyak flavonoid dalam pola makan sehari-hari. Senyawa tumbuhan alami ini ditemukan dalam teh, beri, apel, dan cokelat hitam.

Bukti baru menunjukkan, flavonoid berhubungan dengan umur panjang dan risiko penyakit yang lebih rendah. Yang menarik, keragaman flavonoidlah yang membuat perbedaan, bukan hanya jumlah yang lebih tinggi.

 

APA ITU FLAVONOID & MANFAATNYA?

Flavonoid sebelumnya dikenal memiliki efek anti-inflamasi. Senyawa ini juga berhubungan dengan penurunan risiko kenaikan berat badan, penyakit kardiovaskular, dan kehilangan penglihatan.

Sebuah tim peneliti internasional menganalisis data 124.805 orang dewasa di Inggris berusia 40 ke atas. Mereka meneliti hubungan antara pola makan peserta dengan kondisi kesehatannya selama beberapa tahun.

“Kita telah lama mengetahui bahwa asupan flavonoid makanan yang lebih tinggi—bioaktif kuat yang secara alami terdapat dalam banyak makanan dan minuman—dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kondisi neurologis, seperti Parkinson,” kata ilmuwan nutrisi Aedín Cassidy dari Queen’s University Belfast di Irlandia Utara.

Studi ini penting karena menunjukkan, makanan dengan jumlah dan keragaman lebih besar berpotensi memberi manfaat kesehatan lebih banyak dibanding hanya mengonsumsi satu sumber makanan saja.

 

SUMBER FLAVONIOD DALAM PENELITIAN

Teh hitam dan teh hijau menjadi sumber flavonoid paling umum. Dua pertiga partisipan mengonsumsinya. Sumber flavonoid lain meliputi apel, anggur merah, anggur, beri, cokelat hitam, jeruk, jeruk satsuma, dan jus jeruk.

Hasil penelitian menunjukkan, peserta dengan pola makan flavonoid paling beragam memiliki risiko kematian akibat semua penyebab yang lebih rendah, serta lebih sedikit komplikasi kesehatan.

Meskipun data tidak membuktikan hubungan sebab-akibat langsung, ada indikasi kuat bahwa kombinasi berbagai flavonoid bermanfaat bagi kesehatan.

“Asupan flavonoid sekitar 500 miligram per hari dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat semua penyebab sebesar 16%. Selain itu, risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan penyakit pernapasan turun sekitar 10%,” kata ilmuwan nutrisi Benjamin Parmenter dari Universitas Edith Cowan di Australia.

“Itu kira-kira jumlah flavonoid yang diperoleh dari dua cangkir teh.”

Bahkan, dengan jumlah yang sama, keragaman flavonoid tetap memberikan perlindungan lebih besar. Seperlima peserta dengan asupan flavonoid paling beragam mengalami pengurangan 6—20 persen risiko diabetes tipe 2, kanker, dan penyakit neurodegeneratif, dibandingkan dengan seperlima terbawah.

 

REKOMENDASI PENELITI

Dengan temuan ini, para peneliti merekomendasikan konsumsi kombinasi makanan dan minuman kaya flavonoid setiap hari. Bagi yang ingin menantang diri, peserta dengan asupan teratas dalam studi ini mengonsumsi 19 jenis flavonoid berbeda setiap hari.

“Mengonsumsi buah dan sayur dalam beragam warna, termasuk yang kaya flavonoid, membuat kita lebih mungkin mendapatkan vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan untuk hidup lebih sehat,” kata ilmuwan nutrisi Tilman Kuhn dari Universitas Kedokteran Wina di Austria.

Sahabat Lansia, penelitian yang dipublikasikan di Nature Food ini menegaskan, keragaman sumber flavonoid memberi manfaat nyata bagi kesehatan.

Menambahkan teh, buah, sayuran, dan cokelat hitam ke dalam menu sehari-hari bisa menjadi langkah sederhana untuk membantu tubuh tetap sehat lebih lama. (*)

 

Sumber:
ScienceAlert (15/6/2025)

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.