Bukan Hanya Bagus untuk Otak, Ini Manfaat Lain TEH HIJAU: MENURUNKAN RISIKO KANKER Hingga MEMPERPANJANG UMUR

Bukan Hanya Bagus untuk Otak, Ini Manfaat Lain TEH HIJAU: MENURUNKAN RISIKO KANKER Hingga MEMPERPANJANG UMUR

Minum teh hijau setiap hari dapat membawa banyak kebaikan bagi tubuh. Berbagai penelitian menemukan hubungannya dengan penurunan risiko kanker, kesehatan jantung, serta peluang hidup lebih panjang.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, teh hijau sering disebut sebagai salah satu minuman paling menyehatkan di dunia. Ia bukan hanya sahabat bagi otak kita, tetapi juga memiliki beragam manfaat potensial bagi kesehatan. Apa sajakah itu? Simak berikut ini dari

 

1. Membantu pembakaran lemak.

Tinjauan penelitian (2022) menemukan, teh hijau dapat memengaruhi metabolisme secara positif bila dikombinasikan dengan olahraga aerobik atau latihan kekuatan. Namun, menurut NIH Office of Dietary Supplements, efeknya terhadap penurunan berat badan secara keseluruhan kemungkinan tidak terlalu besar.

 

2. Menurunkan risiko beberapa jenis kanker.

Penelitian mengaitkan konsumsi teh hijau dengan penurunan risiko kanker paru-paru dan kanker ovarium. Tinjauan penelitian (2020) menunjukkan adanya efek menguntungkan yang sederhana, tetapi bukti masih belum konsisten. Penelitian berkualitas tinggi tambahan masih diperlukan.

 

3. Membantu kesehatan mulut.

Tinjauan studi (2021) menemukan, minum teh hijau atau menggunakan ekstraknya dapat dikaitkan dengan kesehatan mulut yang lebih baik. Namun, sebagian besar penelitian belum dilakukan pada manusia, sehingga hasilnya perlu dikonfirmasi melalui studi klinis.

 

4. Membantu mengelola kadar gula darah.

Tinjauan penelitian (2020) menunjukkan, teh hijau mungkin membantu menurunkan kadar gula darah puasa dalam jangka pendek. Namun, tampaknya tidak berpengaruh terhadap gula darah maupun insulin dalam jangka panjang.

Studi (2021) pada orang dewasa di Tiongkok juga menunjukkan adanya kemungkinan penurunan risiko kematian akibat diabetes tipe 2 sebesar 10% pada mereka yang rutin mengonsumsi teh hijau setiap hari.

Meskipun begitu, beberapa tinjauan lain tidak menemukan efek berarti, sehingga hasil penelitian belum bisa disimpulkan secara pasti.

 

5. Dapat membantu mencegah penyakit jantung

Tinjauan (2022) menunjukkan, rutin minum teh hijau dapat menurunkan sejumlah faktor risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi atau kadar lemak darah.

Namun, belum ada bukti yang konsisten dari uji klinis jangka panjang pada manusia yang benar-benar menunjukkan hubungan sebab-akibat.

 

6. Membantu menurunkan berat badan.

Sejumlah penelitian menunjukkan, teh hijau mungkin berperan dalam mendukung penurunan berat badan. Studi (2022) menemukan, minum empat cangkir teh hijau atau lebih per hari dikaitkan dengan 44% penurunan risiko obesitas abdominal, meskipun efek ini hanya signifikan pada wanita.

Namun, teh hijau tampaknya tidak memengaruhi hormon rasa lapar dan kenyang yang berperan dalam mengatur nafsu makan. Selain itu, bukti ilmiah tentang manfaat teh hijau untuk penurunan berat badan secara umum masih bercampur dan belum konsisten.

 

7. Membantu memperpanjang umur.

Penelitian di Jepang menemukan, orang yang minum lima cangkir atau lebih teh hijau per hari memiliki risiko kematian lebih rendah dari berbagai penyebab dibanding mereka yang hanya minum satu cangkir atau kurang.

Studi (2021) juga menunjukkan, konsumsi tujuh cangkir teh hijau per hari dapat menurunkan risiko kematian dari segala penyebab hingga 62%, bahkan pada mereka yang pernah mengalami serangan jantung.

Sahabat Lansia, teh hijau kaya antioksidan yang bermanfaat untuk mendukung kesehatan tubuh. Konsumsi tiga hingga lima cangkir (700–1.200 ml) per hari dapat memberi manfaat, meski bukti ilmiahnya masih bervariasi. Studi terkontrol pada manusia tetap diperlukan untuk memastikan hasilnya secara lebih jelas. (*)

Sumber:
Healthline

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.