Definisi kebahagiaan bisa berbeda-beda pada setiap orang. Pastinya, setiap orang ingin bahagia. Orang yang bahagia biasanya lebih sering merasakan emosi positif dan merasa puas dengan berbagai aspek dalam hidupnya.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, apakah kamu bahagia? Setiap orang pasti ingin bahagia dan orang yang bahagia biasanya panjang umur.
Definisi kebahagiaan bisa berbeda-beda pada setiap orang. Umumnya, kebahagiaan didefinisikan sebagai kondisi emosional yang ditandai dengan perasaan gembira, puas, senang, dan terpenuhi.
Para psikolog dan ilmuwan sosial lainnya biasanya menggunakan istilah “kesejahteraan subjektif”—bagaimana seseorang merasa terhadap hidupnya saat ini, menurut sudut pandangnya sendiri.
Ada dua komponen utama yang membentuk kebahagiaan atau kesejahteraan subjektif, yaitu emosi positif dan kepuasan hidup. Orang yang bahagia biasanya lebih sering merasakan emosi positif dan merasa puas dengan berbagai aspek dalam hidupnya.
TANDA-TANDA KEBAHAGIAAN
Meskipun setiap orang bisa punya pandangan berbeda soal kebahagiaan, para psikolog mengenali beberapa tanda umum yang menunjukkan seseorang merasa bahagia.
Beberapa tanda kebahagiaan meliputi:
- Merasa menjalani hidup seperti yang diinginkan.
- Menerima hidup apa adanya dan menjalani hari dengan ringan.
- Merasa kondisi hidup saat ini sudah baik.
- Menikmati hubungan yang positif dan sehat dengan orang lain.
- Merasa telah (atau akan) mencapai tujuan hidup.
- Merasa puas dengan kehidupan.
- Lebih sering merasa positif daripada negatif.
- Terbuka terhadap ide dan pengalaman baru.
- Merawat diri dan memperlakukan diri dengan kasih sayang dan empati.
- Lebih sering merasa bersyukur.
- Merasa menjalani hidup dengan makna dan tujuan.
- Ingin membagikan kebahagiaan kepada orang lain.
MENGAPA KEBAHAGIAAN BEGITU PENTING?
Kebahagiaan telah terbukti berdampak positif pada banyak aspek kehidupan, seperti kesehatan mental, fisik, dan bahkan umur panjang. Penelitian menunjukkan, orang yang lebih sering merasakan emosi positif ternyata berumur panjang.
Perasaan positif membuat hidup terasa lebih memuaskan. Selain itu, perasaan positif juga meningkatkan daya tahan mental, sehingga kita lebih siap menghadapi stres dan bangkit dari keterpurukan.
Menurut studi, orang yang lebih bahagia cenderung memiliki kadar hormon stres kortisol yang lebih rendah dan efek ini cenderung bertahan lama.
Merasa bahagia juga bisa membuat tubuh lebih jarang sakit, karena kondisi mental yang positif berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat. Selain itu, orang yang bahagia juga cenderung menjalani gaya hidup sehat.
Yang perlu diingat, kebahagiaan bukan berarti selalu merasa senang tanpa henti, melainkan tentang memiliki perasaan positif yang lebih dominan daripada perasaan negatif dalam hidup sehari-hari.
Sahabat Lansia, mari merawat kebahagiaan dalam hidup sehari-hari. (*)
Baca Juga:
* Tambah Usia Tambah Bahagia
* Kunci Hidup Lebih Lama dan Lebih Bahagia
* Tiga Kunci Bahagia dari Finlandia, Negara Paling Bahagia
Sumber:
Verywell Mind (20/5/2024)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




