MELINDUNGI DIRI dari (Bahaya) HIPERTENSI

MELINDUNGI DIRI dari (Bahaya) HIPERTENSI

Melindungi diri dari (bahaya) hipertensi berarti mencegah terjadinya hipertensi dan mengelola tekanan darah tinggi agar terhindar dari ancaman kesehatan akibat hipertensi.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, orang dengan hipertensi mungkin tidak merasakan gejala. Padahal, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan. Kita perlu melindungi diri dari (bahaya) hipertensi.

Melindungi diri dari (bahaya) hipertensi berarti mencegah terjadinya tekanan darah tinggi; dan jika sudah terkena hipertensi, mengontrol atau mengendalikannya dapat mencegah ancaman kesehatan akibat hipertensi.

 

1 | Memeriksakan tekanan darah.

Mengukur/memeriksakan tekanan darah adalah satu-satunya cara untuk mengetahui apakah memiliki tekanan darah tinggi. Apalagi sebagian besar hipertensi tidak diketahui penyebabnya (hipertensi primer).

Jika angka tekanan darah dalam kisaran normal, jalani gaya hidup yang menyehatkan jantung, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur dan terukur.

Jika angka tekanan darah tergolong tinggi, konsultasikan dengan dokter untuk mengendalikan kondisi tersebut. Penting, hanya perofesional perawatan kesehatan yang dapat mendiagnosis hipertensi.

 

2 | Ketahui faktor risiko hipertensi.

Ada sejumlah faktor yang dapat membuat seseorang berisiko lebih tinggi terkena hipertensi. Dengan memahami faktor-faktor risiko tersebut dapat membantu kita lebih menyadari sebesar besar kemungkinan kita terkena tekanan darah tinggi.

Faktor risiko umum yang diturunkan dan fisik untuk tekanan darah tinggi meliputi:

  • Riwayat keluarga—orangtua atau saudara dekat memiliki hipertensi.
  • Usia—seiring seiring bertambahnya usia, kita cenderung mengalami tekanan darah tinggi.
  • Jenis kelamin—hingga usia 64 tahun, pria lebih mungkin terkena hipertensi, sementara wanita pada usia 65 tahun ke atas.
  • Ras dan etnis tertentu—seperti orang dewasa kulit hitam, Hispanik, dan Asia.
  • Penyakit ginjal kronis—hipertensi dapat disebabkan oleh penyakit ginjal, sebaliknya hipertensi dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

Faktor risiko yang dapat dimodifikasi:

  • Kurangnya aktivitas fisik.
  • Pola makan tidak sehat—terlalu banyak mengandung natrium (garam), kalori, lemak jenuh dan lemak trans, serta gula.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Terlalu banyak konsumsi alkohol.
  • Obstructive sleep spnea (OSA).
  • Kolesterol tinggi.
  • Diabetes
  • Penggunaan tembakau (merokok).
  • Stres berlebihan.

Adanya kondisi medis lain, seperti cacat jantung tertentu dan gangguan ginjal, juga berisiko hipertensi (sekunder).

 

3 | Mengubah gaya hidup.

Selain mencegah hipertensi, melakukan perubahan gaya hidup juga mengurangi risiko bahaya hipertensi, sehingga dapat terhindar dari ancaman kesehatan akibat tekanan darah tinggi.

Perubahan gaya hidup yang dimaksud adalah menjalani gaya hidup yang menyehatkan jantung, yaitu:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Membatasi asupan alkohol.
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur dan terukur.
  • Mengelola stres.
  • Mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.
  • Berhenti merokok (atau jangan memulai untuk merokok).

Jika Sudah Terkena Hipertensi

Selain menjalani gaya hidup yang menyehatkan jantung, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mengendalikan tekanan darah tinggi.

Pengobatan hipertensi memerlukan waktu dan kesabaran. Minumlah obat dengan benar dan patuhi saran dokter. Bicarakan dengan dokter jika memiliki kekhawatiran tentang efek samping obat.

Satu hal yang penting dipahami, ancaman kesehatan jangka panjang akibat hipertensi yang tidak terkontrol sering kali lebih buruk dari efek samping obat apa pun.

 

 

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.

 

Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.