Hipertensi primer merupakan jenis hipertensi paling umum. Dikenal juga sebagai hipertensi idiopatik atau esensial. Biasanya berkembang seiring bertambahnya usia seseorang. Namun, penyebabnya tidak diketahui.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, hipertensi primer merupakan jenis hipertensi paling umum. Hipertensi primer adalah tekanan darah tinggi yang tidak diketahui penyebabnya.
Hipertensi primer dikenal juga sebagai hipertensi idiopatik atau esensial, biasanya berkembang seiring bertambahnya usia seseorang. Hipertensi ini bersifat multifaktoral dan tidak memiliki satu penyebab yang jelas.
FAKTOR RISIKO
Beberapa penelitian menemukan, perubahan genetik dapat meningkatkan risiko hipertensi primer.
Penelitian juga menunjukkan, asupan garam yang tinggi dapat menyebabkan hipertensi esensial.
Faktor risiko lainnya dapat meliputi:
- Berusia 65 tahun ke atas.
- Penyakit ginjal kronis.
- Penyakit diabetes
- Riwayat hipertensi dalam keluarga.
- Minum terlalu banyak kopi dan bentuk kafein lainnya.
- Gaya hidup yang tidak banyak bergerak dengan aktivitas fisik terbatas.
- Kegemukan atau obesitas.
- Kolesterol tinggi.
- Merokok
- Konsumsi alkohol
- Stres
- Masalah tidur, seperti insomnia.
KOMPLIKASI MENGANCAM JIWA
Hipertensi primer merusak pembuluh darah. Kondisi ini memburuk seiring waktu dan menyebabkan komplikasi yang dapat mengancam jiwa.
Komplikasinya termasuk:
- Aneurisma otak.
- Demensia
- Serangan jantung.
- Gagal jantung.
- Penyakit ginjal.
- Hipertensi maligna.
- Stroke
- Kehilangan penglihatan.
GEJALA KETIKA SUDAH PARAH
Pada tahap awal, hipertensi primer tidak memiliki gejala. Seiring berjalannya waktu, kerusakan pembuluh darah pun memengaruhi kesehatan. Pada saat inilah gejala mulai terlihat.
Gejalanya dapat meliputi:
- Darah dalam urine (hematuria).
- Penglihatan kabur.
- Nyeri dada dan sesak napas.
- Pusing
- Kelelahan
- Mental fog.
- Mimisan
- Sakit kepala parah.
Sahabat Lansia, melakukan pemeriksaan atau pengukuran tekanan darah adalah satu-satunya cara untuk mengetahui keberadaan hipertensi. Apalagi jika sudah memiliki faktor risiko.
Bicarakan dengan dokter tentang seberapa sering perlunya memeriksa tekanan darah. Dokter juga dapat merekomendasikan monitor tekanan darah di rumah.
Dengan rutin mengukur tekanan darah dan menjalani gaya hidup sehat, niscaya dapat terhindar dari tekanan darah tinggi. (*)
( 8 Ancaman Kesehatan Akibat Tekanan Darah Tinggi )
Sumber:
Cleveland Clinic (26/10/2021)
Medical News Today (12/4/2024)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




