Otak yang tetap sehat akan membantu kita menikmati masa tua dengan lebih mandiri, ceria, dan penuh semangat. Ada sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan otak.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, menjaga kesehatan otak sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Ada sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan otak.
Ketahui apa itu kesehatan otak dan mengapa kita harus menjaganya. Otak yang tetap sehat akan membantu kita menikmati masa tua dengan lebih mandiri, ceria, dan penuh semangat.
Berikut ini dua langkah pertama menjaga kesehatan otak yang dapat kita mulai dari sekarang.
#1 BERGERAK: SEHATKAN TUBUH & OTAK
Orang yang aktif secara fisik cenderung memiliki pikiran yang tetap tajam. Aktivitas fisik teratur tidak hanya bermanfaat untuk tubuh, tapi juga sangat penting bagi kekuatan otak.
Berolahraga membantu meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, kekuatan, energi, dan suasana hati. Bahkan, penelitian menunjukkan, olahraga dapat menurunkan risiko terkena penyakit Alzheimer.
Menjaga tubuh tetap aktif secara fisik berkontribusi langsung pada kesehatan pikiran. Rutin olahraga aerobik, menurut penelitian, dapat membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif, terutama pada lansia yang berisiko tinggi terkena Alzheimer.
Tak perlu olahraga berat—aktivitas fisik sederhana, seperti berjalan kaki santai atau mengikuti kelas olahraga ringan, sudah sangat bermanfaat untuk menjaga fungsi otak dan kesehatan secara keseluruhan.
( 10 Olahraga Pilihan bagi yang Berusia Lebih dari 50 )
#2 TANTANG OTAK DENGAN BELAJAR HAL BARU DAN MENEKUNI HOBI
Sama seperti tubuh yang perlu dijaga kebugarannya, otak pun perlu dilatih agar tetap sehat. Aktivitas yang melibatkan pikiran dapat menjaga kesehatan otak, membantu meningkatkan fungsi otak dan daya ingat. Caranya? Tantang otak kita dengan mempelajari keterampilan baru dan menekuni hobi yang disukai.
Belajar Hal Baru, Usia Bukan Halangan
Belajar hal baru bukan hanya menyenangkan, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan otak. Penelitian menunjukkan, lansia yang mempelajari keterampilan baru mengalami peningkatan daya ingat lebih baik dibandingkan mereka yang hanya bersosialisasi atau melakukan lebih sedikit aktivitas kognitif.
Jangan khawatir, belajar hal baru tidak harus menjadi perubahan besar dalam hidup. Sesuatu yang sederhana, seperti membuka buku resep yang selama ini hanya tersimpan, lalu mencoba membuat satu menu baru saja, sudah cukup untuk membangun rasa percaya diri dan menjaga otak tetap aktif.
Hobi Bukan Sekadar Hiburan
Menekuni hobi, seperti bermain catur, membaca, mengisi teka teki silang atau bermain Sudoku setiap hari dapat membantu melatih kecepatan berpikir, ketajaman ingatan, dan kemampuan mengambil keputusan.
Kini, banyak hobi juga bisa diakses secara daring. Kita pun bisa bermain gim bersama teman virtual, membaca artikel menarik, atau mencari teka-teki baru melalui ponsel atau tablet. Dunia digital membuka peluang tak terbatas untuk lansia tetap aktif secara mental.

Sahabat Lansia, menjaga otak tetap sehat bisa dimulai dari langkah kecil yang menyenangkan—dengan bergerak aktif dan melatih pikiran lewat belajar dan hobi. Dua hal sederhana ini bisa membawa dampak besar untuk kualitas hidup kita di masa tua.
Yuk, mulai sekarang, ajak tubuh dan otak kita untuk terus bergerak dan berpikir! Jangan lewatkan artikel selanjutnya, ya. Kita akan membahas langkah #3 dan #4 untuk menjaga kesehatan otak. (*)
Sumber:
Harvard Pilgrim Health Care
Mayo Clinic
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




