Hot Flashes: Faktor Risiko dan Tips Mengatasi

Hot Flashes: Faktor Risiko dan Tips Mengatasi

Hot flashes sering kali muncul menjelang menopause, tetapi tingkat keparahan dan frekuensinya berbeda pada setiap perempuan. Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko dan memicu kemunculannya. Ketahui cara mengatasi hot flashes.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, hot flashes sering kali dimulai pada tahun-tahun menjelang menopause (masa perimenopause), bahkan bisa muncul saat pertama kali melewatkan menstruasi.

Menopause ditandai dengan tidak adanya menstruasi selama setahun penuh, dengan usia rata-rata sekitar 51 tahun.

Satu tahun setelah menstruasi terakhir biasanya menjadi periode hot flashes yang paling umum.

Hot flashes ditandai dengan rasa panas mendadak yang terutama terasa di wajah, leher, dan dada. Saat muncul di malam hari, kondisi ini disebut keringat malam.

 

Faktor Risiko dan Pemicu Hot Flashes

Meskipun menopause merupakan penyebab paling umum hot flashes, tidak semua perempuan menopause akan mengalaminya.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya, antara lain:

  • Merokok. Perokok lebih berisiko mengalami hot flashes.
  • Obesitas. Indeks massa tubuh yang tinggi dikaitkan dengan rasa panas yang lebih sering.
  • Ras. Perempuan kulit hitam lebih banyak melaporkan mengalami hot flashes dibandingkan ras lain, sedangkan perempuan Asia lebih jarang mengalaminya.

 

Selain faktor risiko, sejumlah hal juga dapat memicu hot flashes, seperti:

  • Cuaca panas atau lingkungan hangat.
  • Kepanasan, terutama saat berolahraga atau mengenakan pakaian tebal.
  • Minuman panas, kafein atau alkohol.
  • Makanan pedas.
  • Stres
  • Mandi atau berendam air panas.
  • Kebiasaan merokok.

 

Mengatasi Hot Flashes

Hot flashes dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup. Selain pengobatan dari dokter, perubahan gaya hidup sederhana dapat membantu mnguranginya.

Beberapa tips yang bisa dilakukan:

  • Kenakan pakaian berlapis yang mudah dilepas saat cuaca panas.
  • Gunakan sprei tipis dan hindari selimut tebal saat tidur.
  • Jaga ruangan tetap sejuk dengan kipas angin atau AC.
  • Minum air dingin saat rasa panas muncul.
  • Kompres dingin pada area leher atau dada.
  • Pertahankan berat badan sehat.
  • Hindari rokok atau produk tembakau.
  • Batasi alkohol, kafein, dan makanan pedas.
  • Lakukan olahraga ringan 20 menit hampir setiap hari di lingkungan sejuk.
  • Kelola stres dengan teknik relaksasi, pernapasan, yoga, atau meditasi.

Baca Juga:
* Menopause: 6 Pilar Pengobatan Gaya Hidup (1)
* Menopause: 6 Pilar Pengobatan Gaya Hidup (2)

Sahabat Lansia, meski hot flashes merupakan bagian alami dari masa menopause, gejala ini tetap bisa dikendalikan. Dengan mengenali faktor pemicunya dan menerapkan gaya hidup sehat, kita dapat menjaga kenyamanan dan kualitas hidup di masa transisi ini. (*)

Sumber:
* American College of Obstetricians & Gynecologists
* Cleveland Clinic
* Mayo Clinic
* National Institute on Aging

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.