5 Langkah Melawan Kerapuhan: Menjaga Tubuh Tetap Kuat di Usia Lanjut

5 Langkah Melawan Kerapuhan: Menjaga Tubuh Tetap Kuat di Usia Lanjut

Kerapuhan bukanlah kondisi yang datang tiba-tiba. Kabar baiknya, kerapuhan dapat dilawan. Dengan langkah yang tepat dan dilakukan sejak dini, tubuh tetap memiliki kesempatan untuk bertahan, beradaptasi, dan menjalani hari-hari dengan kualitas hidup yang lebih baik di usia lanjut.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, mengenali tanda-tanda kerapuhan merupakan langkah awal. Selanjutnya yang penting adalah mengetahui apa yang bisa dilakukan untuk melawannya.

Perubahan kecil dalam keseharian, bila dilakukan terus-menerus, dapat memberi dampak besar bagi kesehatan dan kualitas hidup di usia lanjut. Berikut 5 langkah sederhana melawan kerapuhan.

 

1. Tetap aktif bergerak.

Aktivitas fisik teratur adalah pertahanan terbaik melawan kerapuhan. Bahkan, kegiatan ringan, seperti berjalan kaki, berkebun, atau berenang membantu menjaga kekuatan otot dan keseimbangan.

Jika sudah lama tidak aktif, mulailah dari langkah kecil. Prinsipnya sederhana: bergeraklah hari ini sedikit lebih banyak daripada kemarin.

 

2. Cukupi asupan potein setiap hari.

Otot membutuhkan protein agar tetap kuat. Usahakan selalu ada sumber protein di setiap waktu makan, seperti telur, ikan, ayam, kacang-kacangan, biji-bijian, atau produk susu.

Pada usia lanjut, kebutuhan protein sering kali lebih tinggi dibandingkan usia muda. Bila terjadi penurunan massa otot, dokter atau ahli gizi dapat menyarankan jumlah protein yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

 

3. Lakukan latihan kekuatan otot.

Latihan beban, penggunaan resistance band, atau latihan dengan berat badan sendiri dapat membantu membangun kembali kekuatan otot.

Kamu tidak harus pergi ke gym. Gerakan sederhana, seperti berdiri dari kursi tanpa bantuan tangan, sudah memberikan manfaat bila dilakukan secara rutin. Beban ringan pun efektif jika dilakukan dengan konsisten.

 

4. Jaga hubungan sosial.

Kesepian dan isolasi sosial dapat memperburuk kerapuhan. Rasa sepi memengaruhi kesehatan fisik, nafsu makan, serta motivasi untuk tetap aktif.

Bergabunglah dalam kegiatan komunitas, mengikuti aktivitas sukarela, atau rutin berkomunikasi dengan keluarga dan teman dapat membantu menjaga kesehatan mental sekaligus fisik.

 

5. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Pemeriksaan rutin dapat membantu dokter mengenali tanda-tanda awal kerapuhan dan mencari penyebab yang mendasarinya.

Evaluasi obat-obatan, skrining depresi, hingga rujukan fisioterapi dapat menjadi bagian dari perawatan.

Tes darah rutin juga penting untuk mendeteksi kondisi, seperti anemia yang dapat menyebabkan tubuh lemah dan mudah lelah.

Sahabat Lansia, mengenali tanda-tanda kerapuhan memberi kekuatan untuk bertindak.

Mulailah dengan satu perubahan kecil: berjalan kaki setiap hari, menambahkan protein pada menu makan, atau menjadwalkan kunjungan ke dokter.

Dirimu di masa depan akan berterima kasih atas keputusan hari ini untuk tetap kuat dan mandiri. (*)

Sumber:
WebMD

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.