12 November – Hari Pneumonia Sedunia: Penyakit Menular Mematikan yang Dapat Dicegah

12 November – Hari Pneumonia Sedunia: Penyakit Menular Mematikan yang Dapat Dicegah

Hari Pneumonia Sedunia yang diperingati setiap 12 November bertujuan meningkatkan kesadaran global terhadap pneumonia. Penyakit pernapasan ini masih menjadi ancaman serius, terutama bagi anak balita, lansia, dan orang dengan penyakit kronis atau faktor risiko tertentu.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, setiap tanggal 12 November, kita memperingati World Pneumonia Day atau Hari Pneumonia Sedunia. Peringatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan mengedukasi masyarakat tentang bahaya pneumonia.

Hari Pneumonia Sedunia juga menjadi momentum untuk mendorong aksi global, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, agar masyarakat mendapatkan akses yang setara terhadap layanan kesehatan, vaksinasi, dan edukasi pencegahan infeksi pernapasan.

Lebih dari seperempat kematian akibat pneumonia pada lansia di atas 70 tahun disebabkan oleh polusi udara dan merokok.

 

Penyakit Menular yang Mematikan

Pneumonia adalah peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Infeksi ini menyerang kantong udara (alveoli) di paru-paru, menyebabkan penumpukan cairan atau nanah sehingga penderitanya sulit bernapas.

Pneumonia masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia. Penyakit ini menjadi ancaman serius, khususnya bagi anak balita, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit kronis, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Menurut Global Burden of Disease, pada 2023, pneumonia merenggut nyawa 2,5 juta orang, termasuk 610.000 anak balita. Anak-anak yang kurang gizi, belum mendapatkan vaksinasi lengkap, atau tinggal di rumah dengan bahan bakar berpolusi memiliki risiko paling tinggi.

Sementara itu, lebih dari seperempat kematian akibat pneumonia pada lansia di atas 70 tahun disebabkan oleh polusi udara dan merokok. Risiko terkena pneumonia pneumokokus pada lansia 65 tahun dengan PPOK adalah 7,7 kali lebih tinggi daripada orang sehat, dan mereka yang menderita asma memiliki risiko 5,9 kali lebih besar

Artikel Terkait:

 

Sejarah Hari Pneumonia Sedunia

Hari Pneumonia Sedunia diperingati pertama kali pada 12 November 2009 melalui inisiatif “Stop Pneumonia” oleh Global Coalition Against Child Pneumonia. Kampanye ini mendapat dukungan luas dari berbagai lembaga pemerintah, organisasi swasta, serta badan internasional.

Pada 2017, terbentuk koalisi Every Breath Counts, kemitraan publik-swasta pertama yang membantu negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dalam memerangi pneumonia dan infeksi pernapasan lainnya. Koalisi ini beranggotakan badan-badan PBB, seperti WHO, UNICEF, serta LSM internasional.

Koalisi Every Breath Counts sejalan dengan Global Action Plan for Pneumonia and Diarrhoea (GAPPD) yang menargetkan penurunan angka kematian anak akibat pneumonia dan memerangi penyebab infeksi pernapasan di negara-negara  berpenghasilan rendah.

 

Tiga Hal Penting yang Perlu Diketahui

  1. Siapa pun bisa terkena pneumonia, tetapi beberapa orang berisiko lebih tinggi. Anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit kronis atau sistem imun yang lemah, memiliki risiko paling tinggi.
  2. Pneumonia bisa serius.Penyakit ini dapat berujung gagal napas, sepsis, bahkan kematian—terutama pada lansia 65 tahun ke atas. Karena itu, diagnosis dan pengobatan dini sangat penting.
  3. Vaksin dapat membantu mencegah pneumonia dan melindungi dari penyakit pneumokokus. Vaksin pneumokokus direkomendasikan untuk anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit kronis atau faktor risiko tertentu.

 

Sahabat Lansia, pneumonia bukan sekadar masalah individu, tetapi isu kesehatan global. Dengan vaksinasi, pola makan sehat, serta akses layanan kesehatan dan kepedulian bersama, kita bisa mencegah banyak kehilangan yang seharusnya tak perlu terjadi. (*)

Sumber:
* nfid.org
* stoppneumonia.org
* who.int

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.