Menua dengan sehat bukan hanya soal fisik. Menua dengan sehat itu juga soal otak. Otak harus terus diasah supaya tetap tajam, salah satunya dengan cara belajar hal-hal baru.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, menua dengan sehat bukan cuma urusan tubuh yang kuat, lo. Pikiran yang tajam juga penting. Otak kita perlu terus diasah, salah satunya dengan cara belajar hal-hal baru.
Menurut Dr. Cristina Del Toro Badessa, MD, menua dengan sehat secara mental, artinya kita tetap waspada, aktif berpikir, dan masih bisa menikmati hal-hal yang merangsang pikiran.
Misalnya, kita masih bisa mengingat cerita, belajar keterampilan baru, atau menikmati hobi, seperti membaca dan bermain teka-teki.
“Ketajaman mental ini membuat hidup jadi lebih menyenangkan. Kita bisa tetap mandiri, urus diri sendiri, dan merasa puas menjalani hari-hari,” kata Dr. Badessa, pakar umur panjang.
OTAK KITA BISA TERUS BERUBAH DAN BELAJAR
Mungkin ada yang berpikir, “Lo, bukannya otak makin lemah kalau usia bertambah?”
Betul, kemampuan otak bisa menurun seiring usia, tapi jangan khawatir—itu bukan akhir segalanya.
Otak itu seperti otot. Kalau sering dilatih, dia bisa tetap kuat! Inilah yang disebut dengan neuroplastisitas. Istilah ini menggambarkan kemampuan otak untuk terus berubah, menyesuaikan diri, dan belajar, bahkan di usia lanjut.
Dr. Andrew E. Budson, ahli saraf dari Harvard Medical School, menjelaskan, “Neuroplastisitas adalah kemampuan otak untuk belajar, mengingat, dan berubah saat dibutuhkan sesuai dengan keadaan.”
Jadi, setiap kali kita mempelajari hal baru atau menghadapi pengalaman baru, otak kita sedang membuat jalur-jalur baru di dalamnya. Hebat, kan?

APA KATA PENELITIAN?
Penelitian menunjukkan, belajar hal-hal baru bisa menjaga otak tetap tajam.
Sebuah studi dari JAMA Network Open menyebutkan, mereka yang rutin melakukan aktivitas, seperti menggunakan komputer, mengikuti kelas, atau menulis jurnal, memiliki risiko demensia 11% lebih rendah.
Penelitian lain dari The Journals of Gerontologyy tahun 2023 melibatkan mereka yang berusia 58—86 tahun.
Masing-masing diminta mengikuti 3—5 kelas mata pelajaran, termasuk bahasa Spanyol, menggambar, dan komposisi musik selama tiga bulan.
Hasilnya?
Pada pertengahan studi, kemampuan kognitif mereka meningkat, setara dengan orang yang 20—30 tahun lebih muda!
LENGKAPI DENGAN GAYA HIDUP SEHAT
Bagaimana, siap belajar hal-hal baru?
Tenang saja, belajar hal baru tidak harus kembali duduk di bangku sekolah, kok. Banyak kegiatan ringan dan menyenangkan yang bisa kita lakukan di rumah.
Kita bisa belajar bahasa lewat aplikasi atau video YouTube; mengikuti kelas melukis, memasak, atau menari; bermain alat musik; atau mencoba permainan baru, seperti catur atau mahjong, atau bermain sudoku.
Semua aktivitas tersebut bisa menstimulasi otak dan membuat hari-hari lebih ceria.
Namun, agar manfaatnya maksimal, jangan lupa dukung juga dengan gaya hidup sehat.
Otak kita akan bekerja lebih baik jika kita juga melakukan berikut ini:
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Rutin melakukan aktivitas fisik atau berolahraga.
- Tidur cukup dan berkualitas.
- Menjalin hubungan sosial.
- Mengelola stres dengan baik
Gabungan antara belajar dan gaya hidup sehat ini akan membantu menjaga pikiran tetap tajam, bahkan hingga usia lanjut.
Sahabat Lansia, penuaan sehat bukan hanya soal tubuh yang bugar, tapi juga pikiran yang tetap tajam. Belajar hal-hal baru adalah cara menyenangkan untuk menjaga otak tetap aktif dan semangat hidup tetap menyala. Ingat, tidak ada kata terlambat untuk belajar. (*)
TANDA PENUAAN SEHAT
Tanda #1: Bersikap Positif
Tanda #2: Hubungan Sosial yang Kuat
Tanda #3:Bersemangat Melakukan yang Disukai
Sumber:
AARP (14/12/2023)
Harvard Health (2/4/2025)
HuffPost (14/12/2023)
Real Simple (21/5/2025)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




