Perempuan lebih berisiko mengalami osteoartritis dibanding laki-laki. Namun, risiko ini dapat dikurangi dengan perubahan gaya hidup dan kebiasaan sederhana sehari-hari.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, penelitian menunjukkan, perempuan lebih berisiko mengalami osteoartritis (OA) seiring bertambahnya usia. Penyebabnya bersifat multifaktorial dan tidak berdiri sendiri.
Kabar baiknya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan perempuan—juga laki-laki—untuk mengurangi risiko terkena OA. Simak berikut ini.
1 | Menjaga Berat Badan Sehat
Meskipun kelebihan berat badan tidak memandang jenis kelamin, perempuan lebih rentan mengalami kenaikan berat badan setelah menopause.
Survei Kesehatan Selandia Baru menunjukkan 36% perempuan mengalami obesitas dibandingkan 33% laki-laki.
Yang terpenting, penurunan berat badan terbukti dapat mengurangi risiko OA lutut simptomatik.
Karena itu, jaga berat badan ideal dengan mengonsumsi makanan sehat dan mengganti karbohidrat olahan dengan buah-buahan, biji-bijian utuh, serta sayuran.
2 | Waspadai Sepatu Hak Tinggi
Umumnya perempuan menyukai sepatu hak tinggi. Namun, tubuh manusia secara alami lebih nyaman berjalan dengan telapak kaki daripada bertumpu pada jari-jari kaki.
Bukan berarti perempuan tidak boleh memakai separtu hak tinggi—jika hanya sesekali, tentu tidak masalah.
Namun, pemakaian terus-menerus sepanjang hari dapat menyebabkan masalah sendi dalam jangka panjang.
Sebuah studi yang meneliti sepatu hak tinggi menyimpulkan, bahkan sepatu hak tinggi 3,8 cm pun dapat secara signifikan mengubah gaya sendi lutut yang berkaitan dengan perkembangan OA.
Karena itu, para peneliti menyarankan perempuan untuk menghindari penggunaan sepatu hak tinggi, terutama mereka yang telah menderita OA.
3 | Perhatikan Pilihan Jenis Olahraga
Atlet perempuan diketahui lebih sering mengalami robekan anterior cruciate ligament (ACL) dibandingkan laki-laki. Cedera ini dikaitkan dengan peningkatan risiko OA, bahkan setelah dilakukan operasi perbaikan.
ACL berfungsi sebagai penjaga lutut agar tetap stabil. Cedera dapat terjadi ketika kaki melakukan perubahan gerakan secara tiba-tiba, misalnya berhenti mendadak saat berlari atau ketika lutut terbentur benda keras.
Selain itu, olahraga berdampak tinggi dapat memberi tekanan berlebih pada sendi dan mempercepat kerusakan tulang rawan.
Untuk itu, hindari olahraga berlari jarak jauh dan pilih aktivitas yang lebih lembut seperti berenang atau bersepeda.
4 | Hindari Cedera
Lakukan segala upaya untuk menghindari cedera saat beraktivitas.
Jika olahraga yang dilakukan menyebabkan nyeri sendi, kemungkinan aktivitas tersebut tidak sesuai dengan kondisi tubuh.
Memahami batas diri lebih baik daripada memaksakan. Fokuslah pada latihan yang menantang tetapi tetap aman.
Hindari mengangkat beban yang terlalu berat atau menggendong orang dengan berat melebihi kemampuan tubuh.
Bila perlu, buatlah program latihan yang disesuaikan di bawah bimbingan instruktur atau ahli.
5 | Hati-hati dengan Mekanika Tubuh
Mekanika tubuh yang buruk dapat meningkatkan risiko masalah sendi.
Saat mengangkat beban, usahakan memberi tekanan lebih banyak pada kaki daripada punggung. Cara ini dapat mengurangi tekanan pada sendi dan memperlambat kerusakan tulang rawan.
Trik sederhana seperti membawa tas di lengan bawah alih-alih menggantungnya di bahu juga dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh dan sendi.
6 | Jaga Kadar Vitamin D
Kebanyakan perempuan—terutama yang memasuki usia menopause—mengalami kekurangan vitamin D yang dapat meningkatkan risiko artritis.
Sebaliknya, kadar vitamin D yang berlebihan juga dapat menyebabkan masalah. Karena itu, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin D.
7 | Tetap Terhidrasi
Tulang rawan sendi sebagian besar mengandung air yang berfungsi menjaga fleksibelitas dan daya dukungnya.
Dehidrasi membuat sendi lebih rentan terhadap cedera, bahkan dapat memperparah nyeri sendi pada penderita artritis.
Karena itu, minumlah 1,5—2 liter air setiap hari untuk menjaga pelumasan sendi dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
👉 10 Alasan Pentingnya Hidrasi Seiring Bertambahnya Usia
Sahabat Lansia, osteoartritis dapat dicegah sejak dini dengan perhatian terhadap gaya hidup.
Menjaga berat badan sehat, berhati-hati memilih sepatu, berolahraga dengan bijak, hingga cukup minum air—semua langkah kecil ini akan mendukung kesehatan sendi dan kualitas hidup di usia lanjut. (*)
Sumber:
* Arthritis New Zealand
* Hospital for Special Surgery
* Medanta Hospital
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




