Paru-paru adalah organ vital yang bekerja tanpa henti, memasok oksigen dan membuang karbon dioksida. Ketahui perubahan alami yang terjadi pada paru-paru seiring bertambahnya usia dan dampaknya bagi kesehatan pernapasan lansia.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, tahukah kamu berapa banyak udara yang dapat ditampung oleh paru-paru? Totalnya sekitar 6 liter! Itulah kapasitas paru-paru orang dewasa yang sehat. Seiring bertambahnya usia, kapasitas ini tentu mengalami perubahan.
Paru-paru memiliki dua fungsi utama, yaitu memasukkan oksigen dari udara ke dalam tubuh dan mengeluarkan karbon dioksida dari tubuh. Oksigen sangat dibutuhkan agar tubuh dapat bekerja dengan baik, sementara karbon dioksida adalah gas sisa hasil pemakaian oksigen.
Paru-paru mencapai kematangan penuh saat kita berusia sekitar 20—25. Setelah itu, sekitar usia 35, fungsi paru-paru mulai menurun secara perlahan sejalan dengan proses penuaan.
[ Daftar Makanan Pelindung Paru-paru (1) ]
APA SAJA PERUBAHAN YANG TERJADI?
Beberapa perubahan alami tubuh seiring bertambahnya usia dapat menyebabkan penurunan kapasitas paru-paru.
⬥ Perubahan pada tulang dan otot dada serta tulang belakang.
Tulang menjadi lebih tipis dan berubah bentuk, sehingga tulang rusuk tidak lagi dapat mengembang dan berkontraksi seoptimal sebelumnya.
Otot diafragma melemah, sehingga mengurangi kemampuan untuk menghirup atau mengembuskan udara dalam jumlah cukup.
Akibatnya, kadar oksigen dalam tubuh menurun dan pembuangan karbon dioksida tidak optimal. Gejala, seperti kelelahan dan sesak napas, dapat muncul.
⬥ Perubahan pada jaringan paru-paru.
Otot dan jaringan di sekitar saluran napas tidak lagi dapat menjaga saluran napas tetap terbuka sepenuhnya, sehingga lebih mudah tertutup. Kantung udara (alveolus) juga kehilangan elastisitasnya dan menjadi kendur.
Kondisi ini dapat menyebabkan udara terperangkap di paru-paru, mengurangi jumlah oksigen yang masuk ke pembuluh darah, serta menghambat pengeluaran karbon dioksida. Kesulitan bernapas pun terjadi.
⬥ Perubahan pada sistem saraf.
Bagian otak yang mengontrol pernapasan tidak seefektif dulu, sehingga melemahkan kemampuan bernapas secara otomatis. Pasokan oksigen ke paru-paru jadi menurun dan pembuangan karbon dioksida tidak optimal. Bernapas bisa menjadi lebih sulit.
Selain itu, saraf pemicu refleks batuk juga menurun, membuat kotoran, asap, atau kuman lebih mudah menumpuk di saluran napas.
⬥ Perubahan pada sistem kekebalan tubuh.
Melemahnya sistem kekebalan membuat tubuh kurang mampu melawan infeksi paru-paru dan penyakit lain. Paru-paru juga menjadi lebih lambat pulih setelah terpapar asap atau partikel berbahaya.
[ Daftar Makanan Pelindung Paru-paru (2) ]
MASALAH YANG DAPAT MUNCUL
Penurunan kapasitas paru-paru membuat pernapasan terasa lebih berat seiring bertambahnya usia. Lansia pun berisiko lebih tinggi mengalami:
- Infeksi paru-paru, seperti pneumonia dan bronkitis.
- Sesak napas.
- Tingkat oksigen rendah.
- Pola pernapasan abnormal, yang mengakibatkan masalah seperti sleep apnea (episode berhentinya pernapasan saat tidur).
[ Waspadai ISPA pada Lansia, Komplikasi Bisa Berakibat Fatal ]
Sahabat Lansia, bila kamu mendadak mengalami sesak napas atau kesulitan bernapas, jangan menganggapnya sebagai hal biasa. Segeralah konsultasi ke dokter, karena bisa jadi itu tanda adanya penyakit paru-paru dan bukan sekadar bagian dari proses penuaan. (*)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




