Ungkapan “satu apel sehari menjauhkan kita dari dokter” terdengar sederhana, tetapi mengandung pesan besar tentang kesehatan. Apel bukan hanya buah ringan untuk camilan, melainkan juga sumber gizi penting. Mari kita lihat, benarkah satu apel sehari cukup menjaga tubuh tetap sehat.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, mungkin kamu juga bertanya-tanya, benarkah makan sebuah apel setiap hari dapat menjauhkan kita dari dokter? Sungguhkah apel memiliki efek positif yang luar biasa bagi kesehatan kita? Mari kita cari tahu!
[ Hari Makan Apel Internasional ]
NUTRISI APEL
Nilai gizi apel sangat mengesankan karena mengandung vitamin, mineral, makronutrien, dan fitonutrien. Nutrisinya sedikit berbeda di antara berbagai varietas apel, tetapi tidak terlalu banyak. Berikut rincian nutrisi satu apel ukuran sedang:
Zat Gizi |
Jumlah |
| Kalori | 95 kkal |
| Karbohidrat Total | 25 g |
| Gula Total* | 19 g (gula alami) |
| Gula Tambahan | 0 g |
| Serat Pangan | 4,4 g |
| Protein | 0,5 g |
| Lemak Total | 0,3 g |
| Kolesterol | 0 g |
| Kalium | 195 mg |
| Fosfor | 20 mg |
| Kalsium | 10,9 mg |
| Magnesium | 9,1 mg |
| Natrium | 2 mg |
| Folat | 5,5 mcg |
| Vitamin C | 8,4 mg |
| Zat Besi | 0,2 mg |
*Gula pada apel terjadi secara alami.
Apel juga mengandung vitamin A, E, dan K dalam jumlah kecil, ditambah tembaga, kolin, seng, mangan, dan nutrisi penting lainnya.
Sumber Fitokimia
Apel kaya akan fitokimia, termasuk flavanol, yang dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, seperti menjaga berat badan ideal dan menurunkan risiko penyakit jantung.
Buah ini juga mengandung senyawa fenolik—bentuk fitokimia lainnya. Penelitian menunjukkan keterkaitannya dengan risiko penyakit jantung, kanker, asma, diabetes, dan obesitas yang lebih rendah.
Kandungan Polifenol
Apel mengandung berbagai polifenol. Antosianin, misalnya, memberi warna merah pada kulit apel dan berkaitan dengan kesehatan jantung. Ada pula phloridzin, polifenol yang membantu mengontrol kadar glukosa darah.
[ Mengenal Polifenol dan Kaitannya dengan Umur Panjang ]
Sebagai antioksidan kuat, polifenol bekerja menyeimbangkan radikal bebas dalam tubuh. Jika radikal bebas tidak terkendali, sel bisa rusak dan peradangan kronis pun terjadi—faktor risiko utama kanker dan penyakit jantung.
Beberapa peneliti mengatakan apel memiliki tingkat kekuatan antioksidan tertinggi kedua di antara semua buah.
Kaya Serat
Terutama pektin, jenis serat yang berfungsi sebagai prebiotik dalam mikrobioma usus—usus yang sehat sering kali menjadi kunci kesehatan secara menyeluruh.
Pektin juga berperan menurunkan kadar kolesterol “jahat” LDL (lipoprotein densitas rendah) dalam darah, menurunkan jumlah gula dan lemak yang diserap dari makanan, serta membantu menstabilkan kadar gula darah.
SATU APEL SEHARI MENJAUHKAN DARI DOKTER
Apel memang menyehatkan, tetapi klaim “satu apel sehari menjauhkan kita dari dokter” terdengar berlebihan.
Sebuah studi (2015) yang melibatkan hampir 9.000 orang menemukan, pemakan apel cenderung lebih jarang mengunjungi dokter. Namun, hasil ini tidak signifikan setelah mempertimbangkan faktor pendidikan dan kebiasaan merokok.
Menariknya, pemakan apel harian cenderung tidak bergantung pada obat resep. Hal ini bisa menjadi indikasi bahwa mereka memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit kronis. Dengan kata lain, apel tetap memberikan manfaat, meski tidak cukup kuat untuk benar-benar menjauhkan kita dari dokter.
Ungkapan “apel sehari” lebih tepat dipahami sebagai mengonsumsi makanan nabati secara teratur. Apel dipilih sebagai contoh karena mudah didapat, harganya terjangkau, dan bisa disimpan lama tanpa cepat rusak.
Bahkan, penelitian lain menunjukkan manfaat kesehatan terkait konsumsi apel setiap hari, tetapi hanya jika mengonsumsi lebih dari satu apel per hari.
MAKAN APEL DENGAN KULITNYA
Untuk mendapatkan manfaat terbesar, perhatikan pula cara mengonsumsinya. Yang terbaik dan termudah adalah dimakan langsung, termasuk kulitnya, karena di situlah terkandung sebagian besar polifenol apel.
Apel juga bisa dijadikan jus, smoothie, salad buah, dipanggang, atau dicampurkan ke dalam oatmeal. Agar manfaat gizinya tetap maksimal, sebaiknya apel dikonsumsi utuh tanpa tambahan gula berlebih.
Sahabat Lansia, apel adalah buah yang praktis, bergizi, dan kaya manfaat. Mengonsumsi satu apel sehari memang baik, tetapi hanya jika merupakan bagian dari pola makan harian yang kaya akan berbagai makanan nabati lainnya. (*)
Sumber:
BBC (23/6/2025)
EatingWell (16/9/2025)
Verywell Heath (10/9/2025)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




