Makanan Sehat Tinggi POLIFENOL

Makanan Sehat Tinggi POLIFENOL

Polifenol secara alami terdapat dalam tumbuhan. Sebagian besar makanan nabati mengandung polifenol. Beberapa sumber lebih bergizi dari yang lain. Ketahui makanan sehat tinggi polifenol.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, polifenol adalah zat gizi mikro yang secara alami terdapat pada tumbuhan. Apa saja makanan sehat tinggi polifenol?

Sebagian besar makanan nabati mengandung polifenol, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh. Jadi, tidak sulit sebenarnya untuk mendapatkan cukup polifenol dalam makanan guna meningkatkan kesehatan.

Hanya saja, beberapa sumber lebih bergizi daripada yang lain. Berikut ini 8 jenis makanan yang memiliki kandungan polifenol tertinggi per sajian, selain nutrisi penting lainnya tentu.

 

  1. Buah Beri

Selain tinggi polifenol, buah beri juga tinggi vitamin C dan serat, tetapi rendah kalori.

Kandungan polifenol dalam setengah cangkir buah beri:

  • Chokeberry = 1.123 miligram
  • Elderberry = 870 miligram
  • Blueberry = 535 miligram
  • Kismis hitam = 485 miligram
  • Blackberry, raspberry, dan stroberi = sekitar 160 miligram.

 

  1. Bubuk Kakao

Bubuk kakao merupakan sumber polifenol yang kuat dengan 516 miligram per sendok makan.

Namun, memanaskan dan memproses bubuk kakao untuk membuat produk cokelat dapat mengurangi kandungan ini.

Misalnya, cokelat hitam mengandung 249 miligram per sendok makan, sedangkan cokelat susu hanya mengandung 35 miligram.

 

  1. Rempah dan Bumbu

Selain kandungan polifenolnya, rempah dan bumbu kering sering kali mengandung berbagai nutrisi, seperti kalsium, magnesium, dan kalium.

Bumbu-bumbu yang mengandung polifenol paling tinggi meliputi:

  • Cengkeh = 542 miligram per ons
  • Peppermint = 427 miligram per ons
  • Adas bintang = 195 miligram per ons
  • Oregano, biji seledri, sage, rosemary, dan thyme = lebih dari 30 miligram per ons

 

  1. Biji Rami

Terkadang digunakan untuk melancarkan pencernaan dan meredakan sembelit.

Selain kandungan seratnya yang tinggi, biji rami juga mengandung 229 miligram polifenol per sendok makan.

 

  1. Kacang-kacangan

Ini cara mudah untuk menambahkan serat, protein, dan asam lemak esensial ke dalam makanan. Namun, kurangi porsinya karena kacang-kacangan mengandung kalori yang tinggi.

Kebanyakan kacang-kacangan mengandung polifenol:

  • Kastanye (kastanya) = 347 miligram per ons—sekitar tiga kacang.
  • Hazelnut dan pecan = 140 miligram per ons
  • Almond = 53 miligram per ons

 

  1. Zaitun 

Kaya akan vitamin E, asam lemak, dan polifenol. Zaitum hitam sebanyak 20 gram (sekitar lima buah zaitun) mengandung 113 miligram polifenol, sedangkan satu porsi zaitun hijau mengandung 70 miligram.

 

  1. Sayuran 

Para ahli menyarankan untuk mengonsumsi 2,5—3 cangkir sayuran per hari. Sebagian besar sayuran mengandung polifenol.

Beberapa sayuran mengandung polifenol paling tinggi, meliputi:

  • Artichoke kecil = 260 miligram
  • Bawang merah kecil = 168 miligram
  • Bayam segar atau bawang merah = 40 gram per cangkir

 

  1. Kopi dan Teh 

Memulai hari dengan secangkir kopi atau teh, berarti kita sudah menambahkan polifenol ke dalam makanan.

Sebanyak 20 gram kopi, atau kira-kira jumlah yang sama untuk membuat satu cangkir kopi, mengandung sekitar 35 miligram polifenol.

Kita mengonsumsi teh, seperti teh hitam, teh hijau, atau teh jahe dalam jumlah yang lebih sedikit. Namun, secangkir teh tetap dapat menambahkan sejumlah polifenol ke dalam makanan kita. (*)

 

Sumber:
WebMD ((16/10/2024) |

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.