Polifenol merupakan antioksidan yang kuat. Polifenol memberikan perlindungan terhadap penyakit kronis. Itu sebab, polifenol disebut sebagai “zat penting seumur hidup”.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia pasti tak asing lagi dengan matcha. Teh hijau bubuk ini memiliki banyak manfaat kesehatan lantaran tinggi polifenol. Apa itu polifenol dan kaitannya dengan umur panjang?
Selain terdapat dalam teh, polifenol juga mudah diperoleh dari buah-buahan, sayuran, dan rempah-rempah. Polifenol adalah zat gizi mikro yang secara alami terdapat pada tumbuhan. Bahkan, polifenol juga terdapat dalam banyak suplemen.
Polifenol dan umur panjang.
Polifenol merupakan antioksidan yang kuat. Dalam perannya ini, polifenol mencegah atau membalikkan kerusakan pada sel-sel tubuh yang disebabkan oleh penuaan, lingkungan, dan gaya hidup. Seiring berjalannya waktu, kerusakan ini dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis.
Karena potensinya tersebut—mengurangi risiko penyakit kronis—polifenol disebut sebagai “zat penting seumur hidup”. Penelitian menunjukkan, orang dengan pola makan kaya polifenol—mengonsumsi lebih dari 650 miligram per hari—memiliki risiko kematian lebih rendah daripada mereka yang mengonsumsi kurang dari 500 miligram per hari.
Bagaimana polifenol melindungi tubuh dari penyakit kronis?
1. Meningkatkan kesehatan jantung.
Penelitian menunjukkan, polifenol dapat membantu mengelola tekanan darah serta menjaga pembuluh darah tetap sehat dan lentur, sehingga meningkatkan sirkulasi darah.
Polifenol juga membantu mengurangi peradangan kronis, faktor risiko lain untuk penyakit jantung .
2. Menurunkan risiko diabetes.
Polifenol dapat mengurangi dan membantu mengendalikan kadar gula darah.
Polifenol juga merangsang pelepasan insulin, hormon yang memberi sinyal kepada tubuh untuk menggunakan gula secara efisien.
Efek ini dapat menurunkan resistansi insulin—kondisi tubuh tidak merespons hormon dengan benar.
Menjaga resistansi insulin tetap rendah dan kadar gula darah yang sehat dapat mengurangi risiko terhadap kondisi, seperti obesitas dan diabetes.
3. Menurunkan risiko kanker.
Efek antioksidan dan antiperadangan polifenol dapat menurunkan risiko kanker. Penelitian menunjukkan, polifenol bahkan dapat menghambat pertumbuhan tumor dan membunuh sel kanker aktif .
4. Meningkatkan kekebalan tubuh.
Penelitian menunjukkan, polifenol dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit.
Polifenol juga meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di usus dan membatasi bakteri berbahaya.
Efek ini mendukung pencernaan yang baik, tetapi keseimbangan bakteri yang sehat juga penting untuk fungsi sistem kekebalan tubuh yang kuat.
Sahabat Lansia, tidak sulit untuk mendapatkan cukup polifenol dalam makanan, karena sebagian besar makanan nabati mengandung polifenol. Cari tahu lebih lanjut tentang makanan sehat tinggi polifenol. (*)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




