Tak Mudah Dikenali, Begini Cara Menurunkan Risiko Kanker Pankreas

Tak Mudah Dikenali, Begini Cara Menurunkan Risiko Kanker Pankreas

Kanker pankreas merupakan salah satu jenis kanker yang paling sulit dideteksi sejak dini karena gejalanya kerap samar atau bahkan tidak muncul sama sekali. Kenali apa saja tanda-tandanya dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menurunkan risikonya.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, kanker pankreas terjadi ketika sel-sel di pankreas bermutasi dan tumbuh tanpa terkendali hingga membentuk tumor.

Pankreas adalah kelenjar di abdomen (perut), terletak di antara tulang belakang dan lambung. Organ ini berperan penting dalam produksi hormon pengendali gula darah serta enzim yang membantu proses pencernaan.

Hingga kini, penyebab pasti kanker pankreas belum diketahui. Namun, para ahli telah mengidentifikasi sejumlah faktor risiko. Ketahui lebih lanjut pada artikel ini:

 

Sulit Dideteksi

Kanker pankreas sering tidak menimbulkan gejala apa pun pada tahap awal. Keluhan biasanya baru muncul ketika tumor mulai memengaruhi organ lain dalam sistem pencernaan.

Gejala yang dapat terjadi, antara lain:

  • Penyakit kuning (kulit dan bagian putih mata menguning).
  • Urine gelap.
  • Feses berwarna pucat.
  • Nyeri perut bagian atas atau tengah dan punggung.
  • Kelelahan
  • Kulit gatal.
  • Mual dan muntah.
  • Gas atau kembung.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Gumpalan darah.
  • Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.
  • Diabetes yang baru muncul.

Karena tidak ada tanda awal yang khas, sebagian orang mengalami gejala samar hingga satu tahun sebelum diagnosis ditegakkan.

Banyak pasien melaporkan gejala pertama berupa nyeri punggung atau sakit perut. Keluhan dapat muncul dan hilang pada awalnya, tetapi dapat memburuk setelah makan atau saat berbaring.

Dokter dapat mencurigai kanker pankreas pada seseorang yang baru mengalami diabetes atau pankreatitis.

Namun, gejala-gejala di atas juga dapat disebabkan oleh kondisi lain, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.

 

Saat Diagnosis Ditegakkan, Kanker Telah Menyebar

Tumor pankreas stadium awal sulit terlihat pada tes pencitraan. Karena itu, banyak kasus baru terdiagnosis ketika kanker telah menyebar (metastasis).

Kanker pankreas sering menyebar ke pembuluh darah, kelenjar getah bening di dekatnya, lalu ke hati, peritoneum (lapisan rongga perut), dan paru-paru. Mayoritas kasus sudah menyebar ke luar pankreas saat pertama kali didiagnosis.

Selain itu, kanker pankreas cenderung resistan terhadap banyak jenis obat kanker, sehingga membuat penanganannya jadi lebih sulit.

 

Dapatkah Dicegah?

Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker pankreas. Namun, ada beberapa langkah dapat membantu menurunkan risikonya, seperti:

  • Tidak merokok—berhenti merokok dapat membantu menurunkan risiko.
  • Batasi konsumsi alkohol atau, lebih baik, hindari sama sekali.
  • Perbanyak konsumsi buah segar, sayur, dan biji-bijian utuh.
  • Kurangi atau hindari asupan daging merah dan daging olahan, minuman manis, serta makanan ultra-proses.
  • Pertahankan berat badan yang sehat.
  • Lakukan aktivitas fisik secara teratur.
  • Batasi paparan bahan kimia berbahaya, seperti asbes, pestisida, dan petrokimia.

 

Skrining Kanker Pankreas

Saat ini tidak tersedia skrining rutin untuk kanker pankreas. Namun, bagi mereka dengan risiko tinggi—misalnya, memiliki riwayat kanker pankreas pada orangtua atau saudara kandung—dokter dapat merekomendasikan pemantauan dengan tes pencitraan dan ultrasonografi endoskopi. Diskusikan dengan dokter jika memiliki riwayat keluarga yang relevan.

 

Sahabat Lansia, menjaga pola hidup sehat dan peka terhadap perubahan tubuh adalah langkah penting untuk menurunkan risiko kanker pankreas. Bila mengalami gejala yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan dokter. (*)

 

Sumber:
*
American Cancer Society
* NIH MedlinePlus Magazine
* Cleveland Clinic

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.