Menjaga kesehatan otak sama pentingnya dengan menjaga kesehatan tubuh. Tiga cangkir teh hijau setiap hari dapat membantu menjaga kesehatan otak, menurunkan risiko demensia.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, seiring bertambahnya usia, menjaga kesehatan otak sama pentingnya dengan menjaga kesehatan tubuh. Kabar baiknya, ada cara sederhana yang bisa dilakukan setiap hari: menikmati secangkir teh hijau sebagai sahabat bagi otak.
Ya, minuman ini tidak hanya menyegarkan, tetapi juga terbukti dapat membantu menjaga daya ingat, suasana hati, dan menurunkan risiko demensia.
TEH HIJAU & KESEHATAN OTAK
Teh hijau mengandung polifenol yang disebut katekin, yaitu antioksidan kuat yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan sekaligus memberi berbagai manfaat kesehatan. Katekin yang paling menonjol adalah epigallokatekin-3-gallat (EGCG).
Penelitian terbaru dari University of California Irvine menunjukkan, EGCG, bila dikombinasikan dengan nicotinamide—salah satu bentuk vitamin B3—dapat memperlambat penumpukan zat sisa yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer.
Selain itu, teh hijau juga mengandung kafein dan L-theanine. Menurut penelitian, konsumsi teh hijau dapat memberikan manfaat bagi fungsi kognitif, suasana hati, dan kinerja otak—kemungkinan karena kedua kandungan senyawa tersebut.
Sebuah studi pada 2020 menemukan, konsumsi teh hijau berkaitan dengan tingkat penurunan beberapa penanda yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer pada orang yang masih sehat secara kognitif. Senyawa EGCG dan L-theanine diduga berperan dalam manfaat ini.
Studi lain di tahun yang sama menunjukkan, konsumsi teh hijau berkaitan dengan penurunan risiko gangguan kognitif sebesar 64% pada orang dewasa paruh baya dan lansia.
CUKUP TIGA CANGKIR PER HARI
Penelitian di Jepang yang melibatkan 8.766 lansia tanpa demensia atau masalah memori serius menemukan, mereka yang rutin minum tiga cangkir teh hijau per hari memiliki 3% lebih sedikit kerusakan materi putih otak, sementara konsumsi 7—8 cangkir sehari dikaitkan dengan 6% lebih sedikit kerusakan.
Materi putih adalah bagian otak yang menghubungkan sel-sel saraf dan membantu kita berpikir serta mengingat. Jumlah lesi yang lebih sedikit pada materi putih menandakan otak lebih sehat dan risiko lebih rendah terkena Alzheimer atau bentuk demensia lainnya.
Temuan yang dipublikasikan di jurnal Nature npj Science of Food ini menegaskan, minum tiga cangkir atau lebih teh hijau setiap hari mungkin membantu mencegah demensia. Namun, karena sebagian besar teh hijau mengandung kafein—kecuali yang sudah melalui proses dekafeinasi—hindari minum lebih dari 10 cangkir per hari.
Perlu diingat, sebuah studi pada 2023 melaporkan, minum teh dalam jumlah berlebihan, yaitu 13 cangkir atau lebih per hari (untuk semua jenis teh) justru dapat meningkatkan risiko terkena penyakit Alzheimer.

Sahabat lansia, kebiasaan minum teh hijau secara wajar bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga daya ingat dan suasana hati. Meskipun penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan, teh hijau terbukti menjanjikan dalam mendukung kesehatan otak. Karena itu, tak ada salahnya menjadikan secangkir teh hijau sebagai rutinitas harian yang menyehatkan sekaligus menyenangkan. (*)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




