Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan yang bisa memengaruhi kehidupan seksual. Ketahui apa saja perubahannya setelah usia 50.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, tubuh kita memang berubah seiring waktu—termasuk dalam urusan keintiman. Perubahan ini berdampak langsung pada kesehatan dan kesejahteraan seksual kita. Ketahui apa saja perubahannya setelah usia 50.
Perubahan pada Wanita
Wanita mengalami perubahan signifikan sebelum, selama, dan setelah menopause. Meskipun setiap wanita berbeda, perubahan tersebut dapat mencakup berikut ini:
- Penurunan gairah seksual (libido).
- Penambahan berat badan.
- Hot flashes (sensasi panas tiba-tiba).
- Rambut rontok.
- Suasana hati lebih mudah berubah (mood swing).
- Vagina bisa berubah bentuk dan menjadi lebih kering, sehingga membuat hubungan seksual terasa kurang nyaman atau menyakitkan.
Perubahan pada Pria
Penuaan juga membawa sejumlah perubahan yang bisa memengaruhi fungsi seksual dan gairah pada pria.
Beberapa hal yang umum terjadi antara lain:
- Disfungsi ereksi (DE) lebih sering terjadi.
- Ereksi butuh waktu lebih lama dan tidak sekuat sebelumnya.
- Perubahan pada prostat (termasuk akibat kanker prostat).
- Pengobatan kanker prostat dapat memengaruhi fungsi seksual.
- Penurunan gairah seksual juga dapat dialami.
Faktor Lain yang Memengaruhi Kesehatan Seksual di Usia Senja
Selain perubahan alami akibat penuaan, sejumlah faktor gaya hidup dan kondisi medis dapat memengaruhi kesehatan seksual.
- Merokok dan konsumsi alkohol.
- Penyakit jantung dan diabetes.
- Depresi
- Inkontinensia urine.
- Obat-obatan tertentu—bicarakan dengan dokter.
Kabar baiknya, perubahan bukan akhir segalanya. Dengan pemahaman yang tepat dan dukungan medis serta emosional, kita tetap bisa menjalani kehidupan seksual yang sehat dan membahagiakan—tak peduli berapa pun usia kita. Yuk, simak tips menjaga keintiman di usia senja. (*)
Sumber:
NCOA (2/1/2025)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




