Sindrom patah hati umumnya dapat sembuh dalam waktu singkat. Namun, tidak semua orang mengalaminya dengan ringan. Komplikasi serius bahkan bisa terjadi, terutama bila disertai penyakit lain.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, kebanyakan orang yang mengalami sindrom patah hati dapat pulih sepenuhnya hanya dalam beberapa hari hingga dua bulan. Namun, dalam sebagian kecil kasus, sindrom ini dapat menimbulkan komplikasi, bahkan berakibat fatal.
Risiko kematian memang tergolong rendah, diperkirakan hanya sekitar 0—8 persen, tetapi tetap perlu diwaspadai.
Bagi mereka yang mengalami sindrom patah hati akibat kondisi medis (seperti penyakit kronis atau operasi besar) cenderung memiliki risiko yang lebih buruk daripada mereka yang terkena sindrom ini karena kejadian emosional.
Namun, stres emosional pun tak bisa dianggap sepele. Kesedihan yang berkepanjangan, kehilangan orang tercinta atau duka yang tidak tertangani dengan baik bisa memicu depresi yang pada akhirnya memperburuk kondisi jantung.
Selain itu, meski pria lebih kecil kemungkinannya mengalami sindrom patah hati, dampaknya justru bisa lebih berat. Kemungkinan besar disebabkan oleh adanya penyakit kritis yang menyertai.
KOMPLIKASI YANG MUNGKIN TERJADI
Dalam kasus yang jarang, sindrom patah hati dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, antara lain:
- Edema paru (penumpukan cairan di paru-paru).
- Pecahnya ventrikel kiri jantung.
- Gagal jantung.
- Penyumbatan aliran darah dari ventrikel kiri.
- Gumpalan darah pada dinding ventrikel kiri.
- Hipotensi (tekanan darah rendah).
- Irama jantung tidak normal (aritmia).
- Syok kardiogenik.
- Blok jantung.
- Kematian
Walau terdengar serius, kasus seperti ini sangat jarang terjadi dan sebagian besar penderita dapat pulih dengan perawatan yang tepat.
Sahabat Lansia, mengenali risiko dan komplikasi sindrom patah hati bisa membantu kita lebih waspada. Lalu, bagaimana cara menghadapinya dan apa yang bisa kita lakukan agar tidak terjadi lagi? Simak artikel berikutnya. (*)
Sumber:
Cleveland Clinic, Harvard Health
Foto:
Freepik
Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




