MAKANAN TERLARANG Bagi Penderita Lupus

MAKANAN TERLARANG Bagi Penderita Lupus

Meskipun penelitian tentang hubungan spesifik antara makanan ini dan lupus masih terbatas, kehati-hatian tetap diperlukan agar gejala lupus tidak semakin memburuk.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, ada beberapa makanan yang dapat memicu kambuhnya gejala lupus. Apa saja makanan terlarang bagi penderita lupus?

Namun, perlu dicatat, penelitian tentang hubungan spesifik antara makanan ini dan lupus masih terbatas. Selain itu, tidak semua orang memiliki respons peradangan yang sama terhadap makanan.

Melansir dari Cleveland Clinic Health Essentials (16/1/202) dan Verywell Health (23/11/2024), berikut ini beberapa makanan yang dapat memperburuk peradangan akibat lupus.

 

1. Makanan Manis

Gula menyebabkan tubuh melepaskan zat kimia penyebab peradangan yang disebut sitokin. Mengonsumsi terlalu banyak gula juga dapat menyebabkan penambahan berat badan dan kolesterol tinggi, yang dapat membebani jantung.

Permen, kue, dan biskuit jelas mengandung banyak gula. Namun, makanan yang tidak terlalu manis, seperti saus pasta dan saus tomat pun, sering kali mengandung gula tersembunyi.

 

2. Makanan Olahan

Makanan olahan memang praktis, tetapi bahan tambahannya dapat menyebabkan peradangan. Contoh makanan olahan adalah makanan yang dikemas dalam kotak atau kaleng.

Makanan olahan sering kali mengandung lebih banyak lemak, gula, garam, pati, dan minyak yang membuatnya lebih lezat tetapi kurang sehat, ditambah bahan pengawet yang membuatnya tahan lama.

Penelitian menunjukkan, pola makan yang mengandung banyak makanan olahan dapat meningkatkan peradangan di seluruh tubuh.

Penderita lupus harus mengganti jenis makanan ini dengan makanan yang mengandung bahan lebih segar dan lebih sehat, terutama ketika merasakan peningkatan gejala lupus setelah mengonsumsinya.

 

3. Kecambah Alfalfa

Kecambah dan biji alfalfa memiliki asam amino yang disebut L-canavanine yang dapat memicu peradangan, kelelahan, dan nyeri otot.

Beberapa penelitian telah mengaitkan kecambah alfalfa dengan kambuhnya lupus.

Mengonsumsi kecambah alfalfa dapat memicu sindrom mirip lupus pada orang yang tidak menderita lupus atau mengaktifkan kembali lupus pada orang dengan penyakit yang tidak aktif.

Jika memakan kecambah alfalfa memicu kambuhnya lupus, hindari mengonsumsinya, termasuk menghindari suplemen alfalfa.

 

4. Gluten

Sebagian penderita lupus dapat menikmati makanan yang mengandung gluten dengan aman. Namun, sebagian orang menganggap gluten bersifat inflamasi.

Jika gluten memicu kekambuhan, penderita lupus dapat mengikuti diet bebas gluten dengan menghindari makanan yang mengandung gluten, protein yang ditemukan dalam gandum, gandum hitam, dan jelai.

Gluten biasanya ditemukan dalam tepung dan pasta serta biji-bijian tertentu.

 

5. Garam

Mengonsumsi terlalu banyak garam tidak baik bagi siapa pun, terutama bagi orang dengan kondisi kesehatan kronis, seperti lupus.

Konsumsi garam berlebihan juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Mengurangi asupan garam tidak harus membuat makanan menjadi hambar. Kita dapat mengganti garam dengan herba, seperti daun mint dan kemangi, rempah-rempah, termasuk kayu manis atau merica, atau makanan lain, seperti lemon untuk menambah cita rasa pada makanan.

 

6. Sayuran Solanaceae

Sayuran ini memiliki senyawa kimia yang disebut alkaloid yang dapat menyebabkan peradangan. Kategori sayuran ini meliputi: paprika, terung, tomat, dan kentang.

Bagi sebagian orang dengan kondisi peradangan, termasuk lupus, saat mengonsumsi sayuran Solanaceae, mereka mengalami peningkatan peradangan. Namun, Lupus Foundation of American mencatat tidak ada bukti kuat yang mendukung klaim ini.

Meskipun demikian, jika sayuran Solanaceae memperparah gejala setelah mengonsumsinya, penderita lupus perlu menghindari sayuran ini.

 

7. Bawang Putih

Ada bukti yang menunjukkan, penderita lupus harus menghindari bawang putih.

Bawang putih mengandung tiga bahan—allicin, ajoene, dan tiosulfinat—yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan respons berlebihan pada penderita lupus.

Tentu saja, mengonsumsi bawang putih dalam jumlah sedikit tidak akan membahayakan. Namun, akan sangat membantu jika membatasi jumlahnya dalam makanan.

 

8. Alkohol

Jika hanya sesekali minum segelas anggur atau bir, tak masalah. Namun, kalau terlalu banyak, dapat mengganggu pengobatan lupus.

Menurut Lupus Foundation of America, penderita lupus yang mengonsumsi obat-obatan tertentu harus menghindari alkohol. Ini karena risiko interaksi alkohol-obat tertentu, seperti methotrexate, prednison, dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).

 

Sahabat Lansia, meskipun tidak ada diet khusus untuk lupus, mengonsumsi makanan sehat setiap hari dapat membantu meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Hindari makanan yang dapat menyebabkan kambuhnya gejala lupus. (*)

 

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.