Tidak mudah mengenali penyakit lupus. Gejalanya menyerupai banyak penyakit dan tampilan penyakitnya sangat beragam. Cermati gejala umum yang muncul.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, tidak mudah untuk mengenali penyakit lupus. Penyakit ini dikenal dengan istilah “penyakit seribu wajah”. Ada pula yang menyebutnya sebagai “sang peniru ulung”.
Hal itu lantaran gejala dan tanda-tandanya menyerupai banyak penyakit lain, juga berbeda antara satu penderita dengan penderita lainnya. Penampilan penyakitnya pun sangat beragam.
Lupus adalah penyakit kronis (jangka panjang) yang dapat menyebabkan peradangan dan nyeri di bagian tubuh mana pun. Lupus merupakan penyakit autoimun—artinya, sistem kekebalan tubuh yang biasanya melawan infeksi, malah menyerang jaringan sehat.
Ketika orang berbicara tentang lupus, biasanya yang dimaksud adalah lupus eritematosus sistemik (SLE). Ini jenis lupus yang paling umum, mencakup 70% kasus.
Jenis lupus lainnya adalah lupus kulit (terbatas pada kulit), lupus yang disebabkan oleh obat, dan lupus neonatal (kondisi langka yang menyerang bayi dari ibu yang menderita lupus).
Lupus paling banyak terjadi pada wanita, terutama mereka yang berada dalam usia subur atau produktif (15—44 tahun) lebih berisiko tinggi. Jumlahnya mencapai 90% dari populasi lupus.
Pria lebih kecil kemungkinannya terkena lupus. Berbeda dari wanita, pria cenderung terkena lupus di usia yang lebih tua.
Kelompok ras atau etnis tertentu dan mereka yang memiliki anggota keluarga dengan lupus atau penyakit autoimun lainnya juga lebih berisiko tinggi.
Sang Peniru Ulung dengan Seribu Wajah
Lupus dapat memengaruhi banyak bagian tubuh. Itu sebab, penyakit ini menimbulkan banyak gejala berbeda dan banyak penderita lupus tidak mengalami semua gejala tersebut.
Gejala lupus menyerupai penyakit lain, seperti sindrom kelelahan kronis dan fibromyalgia, serta kondisi autoimun, lainnya seperti artritis reumatoid.
Gejalanya dapat memengaruhi seluruh tubuh, menyebabkan kelelahan dan demam, atau khusus untuk efek peradangan pada satu atau lebih organ.
Gejalanya berbeda antara satu penderita dengan penderita lainnya. Bisa dibilang, tidak ada dua orang yang memiliki gejala dan tanda penyakit lupus yang sama. Sebagian penderita hanya memiliki sedikit gejala, sementara sebagian lainnya memiliki banyak gejala.
Gejala bisa datang dan pergi. Perkembangannya tidak dapat diprediksi. Beberapa pasien mengalami peningkatan gejala dan aktivitas penyakit secara tiba-tiba—dikenal sebagai flare. Lainnya mengalami periode pemulihan, gejala berkurang atau menghilang sementara.
Tingkat keparahan gejala dapat bervariasi dari ringan—terbatas pada kulit dan persendian—hingga manifestasi parah yang melibatkan komplikasi yang mengancam jiwa pada organ utama.
Gejala lupus yang paling umum (baik pada pria maupun wanita) meliputi:
- Kelelahan ekstren (merasa lelah sepanjang waktu).
- Nyeri atau pembengkakan pada persendian.
- Pembangkakan di tangan, kaki, atau sekitar mata.
- Sakit kepala.
- Demam yang tidak diketahui penyebabnya.
- Sensitif terhadap sinar matahari atau lampu neon.
- Nyeri dada saat bernapas dalam (pleuritis).
- Anemia
- Pembekuan darah yang tidak normal.
- Masalah memori (kabut otak).
Selain itu, banyak penderita lupus juga memiliki masalah yang memengaruhi kulit dan rambut, seperti:
- Ruam berbentuk kupu-kupu di pipi dan hidung (ruam malar).
- Rambut rontok (alopecia).
- Sariawan/luka di mulut atau hidung.
- Jari tangan dan kaki berubah menjadi putih atau biru dan terasa mati rasa ketika kedinginan atau stres (fenomena Raynaud).
Sahabat Lansia, meskipun lupus lebih sering menyerang orang dewasa muda, terutama wanita usia subur, lupus juga dapat menyerang lansia—disebut late-onset lupus atau lupus yang muncul pada usia lanjut. Ketahui lebih lanjut di sini. (*)
Sumber:
Lupus Foundation of America
Perhimpunan Reumatologi Indonesia
Today’s Geriatric Medicine
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




