Covid-19 kembali menyerang. Risiko tertular dan sakit parah akibat Covid-19 meningkat seiring bertambahnya usia. Lansia merupakan kelompok paling berisiko. Apa yang harus dilakukan agar lansia tetap aman?
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, Covid-19 belum berakhir dan lansia merupakan kelompok yang paling berisiko. Apa yang harus dilakukan agar lansia tetap aman?
Kasus Covid-19 melonjak di sejumlah wilayah Asia, seperti Singapura, Hong Kong, dan Bangkok (Thailand). Di Tanah Air, menurut Kementerian Kesehatan RI, hingga saat ini masih dalam batas aman.
Kendati demikian, sikap waspada harus dikedepankan. Risiko tertular dan sakit parah akibat Covid-19 meningkat seiring bertambahnya usia. Lansia merupakan kelompok paling berisiko.
“Penyakit ini jauh lebih mematikan bagi orang dewasa yang lebih tua dibandingkan dengan populasi lainnya selama pandemi, tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga di seluruh dunia,” kata Georges Benjamin, MD, direktur eksekutif American Public Health Association seperti dikutip dari NCOA (22/1/2025)
Kondisi kesehatan yang mendasari, seperti kanker, penyakit paru-paru kronis, penyakit jantung, sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan penyakit sel sabit terus menambah tingkat risiko Covid yang sudah tinggi untuk lansia.
Lantas, apa yang dapat kita lakukan? Benjamin merekomendasikan “serangkaian perlindungan berlapis” berikut ini.
1 | Dapatkan vaksinasi lengkap.
Pastikan lansia sudah mendapatkan vaksinasi terkini.
CDC dan FDA telah menyetujui vaksin Covid terbaru pada September 2024 yang dirancang untuk melawan varian Covid terbaru. Vaksin ini direkomendasikan untuk semua orang yang berusia 6 bulan ke atas.
Selain itu, CDC menyarankan lansia 65 tahun ke atas menerima dosis kedua vaksin terbaru ini enam bulan setelah dosis pertama mereka. Panduan baru ini juga berlaku bagi mereka yang mengalami gangguan kekebalan tubuh sedang atau berat.
Bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan tentang waktu terbaik untuk suntikan Covid baru, terlebih jika lansia baru saja menerima suntikan penguat Covid atau pernah terinfeksi Covid.
Vaksinasi Covid-19 juga dapat dapat memberikan perlindungan lainnya. Sebuah studi Cedars-Sinai menemukan, orang yang divaksinasi memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes pasca-Covid.
Studi lain yang dipublikasikan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health menyimpulkan, vaksin Covid melindungi terhadap gejala yang menetap—atau “Covid jangka panjang”—seperti penyakit ginjal, masalah kognitif, dan gangguan tidur.
2 | Kenakan masker berkualitas tinggi.
Mengutip WHO, masker tetap menjadi alat utama melawan Covid-19.
Masker direkomendasikan bagi mereka yang baru saja terpapar Covid-19, yang terjangkit atau diduga terjangkit Covid-19, yang berisiko tinggi terkena Covid-19 parah, dan bagi siapa saja yang berada di tempat ramai, tertutup, atau berventilasi buruk.
Untuk perlindungan terbaik, pilih masker berkualitas tinggi, seperti masker N95 yang pas di mulut dan hidung.
3 | Cuci tangan sesering mungkin.
Bukan hanya membantu menghentikan penyebran Covi-19, mencuci tangan telah teruji dan terbukti untuk melindungi diri dari semua jenis infeksi, seperti pilek dan flu.
Itu sebab, mencuci tangan sesering mungkin sudah seharusnya menjadi bagian dalam kehidupan harian kita.
4 | Hindari keramaian.
Sedapat mungkin hindari keramaian. Jika tidak bisa, kenakan masker berkualitas. Jika berada di dalam ruangan tetap kenakan masker dan buka jendela untuk meningkatkan ventilasi. Selain itu, jaga jarak aman.
Sahabat Lansia, ketahui tindakan pencegahan lainnya di sini. (*)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




