Menjalani pola makan vegetarian tidak hanya tentang menghindari daging, tetapi juga tentang memahami bagaimana memilih makanan yang tepat agar tubuh tetap sehat. Kenali berbagai jenis pola makan vegetarian dan manfaat kesehatannya.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, jika direncanakan dengan baik, pola makan vegetarian dapat menjadi cara sehat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi di segala usia, termasuk lansia.
Penelitian juga menunjukkan, pola makan vegetarian dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Pola makan vegetarian berfokus pada makanan nabati dan tidak mengonsumsi daging, tetapi masih dapat mengonsumsi susu dan telur. Secara sederhana, diet vegetarian adalah pola makan tanpa daging, ikan, dan unggas.
Namun, jenis-jenis pola makan vegetarian bisa berbeda, bergantung pada makanan yang disertakan atau dikecualikan.
Artikel Terkait: Menjadi Vegan Setelah Usia 50, Apa Saja Manfaatnya?
Jenis-jenis Pola Makan Vegetarian
Ada enam jenis pola makan vegetarian, yaitu lakto-vegetarian, ovo-vegetarian, vegetarian lakto-ovo, pescatarian, vegan, dan fleksitarian.
| Jenis Pola Makan Vegetarian | Makanan yang Dihindari | Makanan yang Dikonsumsi |
| Lakto-vegetarian | Daging, ikan, unggas, telur, serta makanan yang mengandungnya. | Produk susu, seperti susu, keju, yoghurt, mentega; makanan nabati. |
| Ovo-vegetarian | Daging, unggas, makanan laut, produk susu. | Telur dan makanan nabati. |
| Vegetarian lakto-ovo | Daging, ikan, dan unggas. | Telur, produk susu, dan makanan nabati. |
| Pescatarian | Daging, unggas, susu, dan telur. | Ikan dan makanan nabati. |
| Vegan | Semua produk hewani: daging, ikan, unggas, telur, susu, madu | Hanya makanan nabati. |
| Fleksitarian (semi-vegetarian) | Tidak ada pantangan tetap, tetapi membatasi daging dan produk hewani. | Utamanya makanan nabati, sesekali produk hewani. |
Artikel Terkait: Menjadi Vegan Setelah Usia 50, Waspadai Kekurangan Gizi
Vegetarian dan Manfaat Kesehatan
Pola makan rendah lemak yang kaya buah, sayur, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan baik untuk kesehetan.
Beberapa temuan penelitian:
- Mengurangi atau menghilangkan daging merah dari pola makan dapat menurunkan risiko penyakit jantung.
- Pola makan vegan atau vegetarian dapat menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2.
- Vegetarian cenderung memiliki trigliserida, glukosa, tekanan darah, dan indeks massa tubuh (BMI) lebih rendah.
- Makanan kaya serat, vitamin, mineral, isoflavon (kedelai, buncis, kacang tanah, dll.) serta karotenoid (wortel, ubi jalar, brokoli, kangkung, bayam, tomat, paprika merah, dll.) diduga membantu melindungi dari penyakit, termasuk kanker.
- Studi jangka panjang menunjukkan lebih sedikit kematian akibat kanker lambung, usus besar, dan paru-paru pada vegetarian yang menjalani pola ini ≥20 tahun, meski faktor lain, seperti berat badan dan olahraga juga berperan.
Artikel Terkait: Memulai Diet Vegan Setelah Usia 50, Apa yang Harus Dilakukan?
Sahabat Lansia, memilih pola makan vegetarian dapat menjadi langkah bijak untuk menjaga kesehatan tubuh dan kualitas hidup. Namun, penting untuk tetap memperhatikan variasi dan keseimbangan gizi agar tubuh memperoleh semua nutrisi yang dibutuhkan. (*)
Sumber:
* Mayo Clinic
* WebMD
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




