Studi terbaru menemukan 7.000 langkah sehari cukup untuk menurunkan risiko kematian dini, penyakit jantung, kanker, dan demensia. Tidak perlu lagi stres mengejar 10.000 langkah.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, pernahkah kamu merasa stres karena tidak berhasil mencapai target 10.000 langkah setiap hari? Kabar baiknya, mulai sekarang kita cukup berjalan kaki hingga 7.000 langkah saja.
Studi terbaru yang diterbitkan di The Lancet menemukan, 7.000 langkah dapat menurunkan risiko berbagai penyakit, bahkan kematian dini.
Para peneliti menganalisis data dari 57 studi di 35 kohort. Data tersebut mencakup berbagai aspek, dari penyakit jantung hingga risiko jatuh.
Hasilnya, peningkatan langkah harian—terutama dari jumlah yang sangat rendah—berkaitan dengan risiko yang lebih rendah terhadap hampir setiap dampak kesehatan utama.
APA SAJA MANFAAT 7.000 LANGKAH SEHARI?
Studi ini menemukan, peningkatan jumlah langkah harian dari 2.000 menjadi 7.000 berkaitan dengan risiko yang lebih rendah terhadap berbagai kondisi, seperti:
- Kematian dini sebesar 47%.
- Penyakit kardiovaskular sebesar 25%.
- Kematian akibat kanker sebesar 37%.
- Demensia sebesar 38%.
- Gejala depresi sebesar 22%.
- Diabetes tipe 2 sebesar 14%.
Artinya, kita tidak perlu lagi mencapai 10.000 langkah untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang signifikan.
MENGAPA 7.000?
Para peneliti menemukan adanya “titik balik” pada angka 7.000 langkah. Risiko kondisi, seperti penyakit jantung dan kematian dini, terus menurun secara stabil hingga titik ini, kemudian—dalam banyak kasus—mulai stabil. Menambah langkah setelah itu tetap bermanfaat, tetapi peningkatannya tidak sebesar sebelumnya.
Sean P. Heffron, MD, ahli jantung pencegahan di NYU Langone, mengatakan, temuan ini sejalan dengan rekomendasinya kepada pasien.
Ia menambahkan, 7.000 langkah sebenarnya mewakili pedoman American Heart Association, yaitu sekitar 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu.
DARI MANA 10.000 LANGKAH BERASAL?
Sasaran 10.000 langkah ternyata lebih dipengaruhi pemasaran daripada sains.
Menurut sebuah studi (2019) yang diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association, angka tersebut populer sejak 1960-an.
Sebuah pedometer Jepang bernama Manpo-kei atau “pengukur 10.000 langkah” menggunakan angka bulat tersebut sebagai strategi pemasaran.
Sejak itu, 10.000 langkah menjadi target yang terus melekat dalam produk pelacak kebugaran, meskipun belum ada penelitian kuat yang mendukungnya.
Bagi sebagian orang, jumlah tersebut bisa terasa menakutkan. Ketika target tampak mustahil, semangat untuk memulai bisa hilang.
Temuan baru menegaskan, 7.000 langkah merupakan sasaran yang lebih realistis dan bahkan didukung bukti ilmiah.
HARUSKAH BERHENTI PADA 7.000 LANGKAH?
Tentu tidak! Jika mampu berjalan lebih jauh, lakukan saja. Manfaatnya tetap ada, meskipun tidak sebesar saat mencapai angka 7.000.
Namun, bagi mereka yang baru memulai, penting untuk menargetkan jumlah yang realistis. Bahkan, 2.000 langkah per hari sudah lebih baik daripada tidak sama sekali. Jika akhirnya bisa meningkatkan hingga 7.000 langkah, itu sudah cukup.
Selain itu, langkah tidak hanya bisa didapat dari berjalan. Aktivitas fisik apa pun dapat menambah jumlah langkah sekaligus memberikan manfaat kesehatan.

Sahabat Lansia, berjalan kaki 7.000 langkah per hari adalah target yang sederhana tetapi sangat bermanfaat. Tidak perlu lagi terbebani oleh angka 10.000 langkah.
Yang terpenting adalah bergerak, menyesuaikan dengan kemampuan, dan menjadikannya bagian dari gaya hidup sehari-hari. (*)
Sumber:
Prevention (5/8/2025)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




