Bukan cuma buah, masih ada deretan makanan lainnya yang juga bantu lambatkan penuaan—ada almon, cokelat hitam, dan ikan. Ketahui apa saja kandungan penting di dalamnya yang membuat mereka bekerja menjaga tubuh tetap muda lebih lama.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, apakah kamu sudah mencoba trio segar antipenuaan ini: alpukat, beri, dan tomat? Bukan hanya buah, lo. Masih ada lagi makanan lain—juga minuman—yang bisa bantu lambatkan penuaan. Yuk, kenali satu per satu!
1 | Almon
Almon merupakan sumber lemak dan serat sehat yang baik. Kacang ini juga mudah dikombinasikan dalam berbagai hidangan—baik sebagai camilan, topping yoghurt, maupun campuran dalam smoothie.
Sebuah studi tahun 2021 menemukan, konsumsi almon setiap hari dapat mengurangi kerutan wajah dan pigmentasi kulit. Studi ini melibatkan sekitar 50 perempuan pascamenopause dengan kulit sensitif terhadap sinar matahari. Meski hasilnya menjanjikan, diperlukan riset lebih lanjut untuk melihat efek serupa pada kelompok lain.
2 | Cokelat Hitam
Kabar baik bagi pencinta cokelat! Cokelat hitam mengandung antioksidan yang berpotensi melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV dan melancarkan aliran darah pada kulit.
Untuk mendapatkan manfaat ini, pilih cokelat hitam dengan kandungan kakao minimal 70%. Hindari cokelat susu karena tidak menawarkan manfaat yang sama dan kandungan gulanya juga tinggi. Makanan tinggi gula dapat memicu munculnya garis-garis halus dan kerutan.
3 | Ikan Berlemak

Salmon, sarden, dan ikan laut lainnya kaya akan asam lemak omega-3 yang penting untuk mendukung penuaan sehat. Ikan-ikan ini juga sumber protein yang baik untuk membantu meringankan tanda-tanda penuaan.
Kehilangan massa otot merupakan hal umum seiring bertambahnya usia, apalagi jika asupan protein kurang. Dengan makan ikan berlemak dapat membantu memperlambat proses tersebut dan menjaga tubuh tetap kuat.
4 | Teh Hijau
Teh hijau kaya akan polifenol, senyawa yang mendukung kesehatan usus dan melindungi sel dari kerusakan. Salah satu komponen utama dalam teh hijau, yakni EGCG (epigallocatechin-3-gallate), telah terbukti membantu mengurangi peradangan kulit dan melawan bakteri penyebab jerawat.
Namun, sejauh ini belum ada cukup penelitian untuk menentukan jumlah teh hijau yang perlu dikonsumsi agar manfaat bagi kulit benar-benar terasa.
Sahabat Lansia, menjaga kulit dan tubuh tetap sehat bukan tentang mengejar hasil instan, tetapi tentang kebiasaan jangka panjang yang menyenangkan dan menutrisi. Menambahkan makanan utuh, sehat, dan alami ke dalam pola makan harian adalah langkah sederhana yang bisa berdampak besar.
Seperti disampaikan oleh para ahli, daripada fokus pada apa yang harus dihindari, lebih baik kita pikirkan apa yang bisa ditambahkan: buah segar, ikan sehat, teh hangat, sepotong kecil cokelat hitam, atau segenggam almon yang renyah.
Karena makan yang baik bukan sekadar tentang awet muda, tapi juga tentang menikmati setiap tahap usia dengan rasa syukur dan penuh cinta untuk diri sendiri. (*)
Sumber:
Verywell Health
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




