Hari Kucing Internasional diperingati setiap 8 Agustus untuk meningkatkan kesadaran akan kesejahteraan kucing. Temukan manfaat memelihara kucing, terutama bagi lansia, yang dapat mengurangi kesepian dan meningkatkan kesehatan mental.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, hari ini, Jumat, 8 Agustus 2025, menjadi momen istimewa bagi anabul berkaki empat yang satu ini: kucing—dan tentu juga bagi para pemiliknya. Ya, tanggal ini, 8 Agustus diperingati sebagai International Cat Day alias Hari Kucing Internasional.
Peringatan ini pertama kali ditetapkan pada 2002 oleh International Fund for Animal Welfare (IFAW) untuk menyoroti pentingnya kesejahteraan kucing dan kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab.
Hari Kucing Internasional menjadi kesempatan yang tepat untuk meningkatkan kesadaran tentang perawatan kucing, mempromosikan adopsi, sekaligus mengakui peran unik kucing dalam kehidupan kita.
Kucing telah menjadi sahabat manusia selama ribuan tahun, memberikan kasih sayang, hiburan, dan bahkan manfaat kesehatan bagi pemiliknya.
Penelitian menunjukkan, memelihara kucing dapat mengurangi stres, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan kesehatan mental.
Sebuah studi yang didanai Human Animal Bond Research Institute (HABRI) menemukan, kucing menawarkan lebih dari sekadar persahabatan bagi lansia.
Pada penelitian Universitas Georgia dan Universitas Brenau ini, 29 lansia di atas 60 tahun yang tinggal mandiri setuju untuk merawat sementara seekor kucing sehat yang sudah diperiksa lengkap oleh dokter hewan.
Setelah empat bulan, hasilnya luar biasa: skor kesepian menurun signifikan, kesehatan mental meningkat, dan lebih dari 95% memilih untuk mengadopsi kucing yang mereka rawat.
Studi ini menegaskan, memelihara kucing bukan hanya mengurangi rasa kesepian, tetapi juga membawa dampak positif bagi kesehatan mental lansia—dan pada akhirnya, memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kerstin Gerst Emerson, PhD, gerontologis dan profesor klinis di Institut Gerontologi Universitas Georgia yang juga peneliti dalam studi tersebut mengatakan:
“Yang saya sukai dari penelitian tentang kesepian, yaitu ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya. Kita tahu bahwa hewan dapat membantu dan itu luar biasa, karena itu adalah hal yang sederhana, tetapi sangat hebat.”
Dalam penelitiannya yang lain, Emerson menemukan, lansia yang kesepian cenderung lebih sering mengunjungi klinik dokter demi mendapatkan interaksi sosial—yang sering kali tidak efektif.
Sebaliknya, memelihara hewan dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi stres, dan memberikan alasan untuk bangun dari tempat tidur setiap pagi.
Banyak penelitian juga menunjukkan manfaat ikatan antara manusia dan hewan peliharaan., antara lain: menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol dan trigliserida yang rendah, perasaan kesepian berkurang, dan meningkatkan kesempatan bersosialisasi.
Bahkan, memelihara hewan, seperti kucing dan anjing, juga dapat menurunkan risiko demensia, lo. Jadi, tak ada salahnya memberikan ruang di hati dan rumah untuk sahabat berbulu ini. (*)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




